Relationship Between Clean and Healthy Living Behavior and the Incidence of Stunting in Toddlers
Abstract
Stunting is a condition of a short body based on the height-for-age index. Clean and healthy living behavior is an important behavior that can prevent stunting. The purpose of the study was to determine the relationship between clean and healthy living behavior and the incidence of stunting in toddlers at the Koto Panjang Ikua Koto Health Center. This study is an observational study with a cross sectional approach, he sampling technique used was proportional sampling with 82 respondents. Data were collected using a microtoise, the maternal and child health book and a questionnaire. The data were analyzed using chi-square and logistic regression test. The results showed a relationship between weighing toddlers and the incidence of stunting (p=0,003), exclusive breastfeeding is related to the incidence of stunting (p=0,009), the habit of washing hands with soap is related to the incidence of stunting (p=0,039), the use of healthy latrines is related to the incidence of stunting (p=0,017), eradication of mosquito larvae is related to the incidence of stunting (p=0,032). The results of the multivariate analysis showed that weighing toddlers had the most dominant relationship with the incidence of stunting (OR:6,376). Concluded that clean and healthy living behavior is significantly associated with the incidence of stunting.
References
Afiah, N., Asrianti, T., & Muliyana, D. (2020). Rendahnya Konsumsi Protein Hewani Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita di Kota Samarinda. Nutrire Diaita, 12(1), 23–28.
Agustina, N. (2022). Faktor-faktor Penyebab Kejadian Stunting pada Balita. Kementrian Kesehatan RI. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1529/faktor-faktor-penyebab-kejadian-stunting-pada-balita
Aprizah, A. (2021). Hubungan Karakteristik Ibu dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)Tatanan Rumah Tangga dengan kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 4(1).
Chakravarty, N., Tatwadi, K., & Ravi, K. (2019). Intergenerational Effects of Stunting on Human Capital: Where Does the Compass Point? International Journal of Medicine and Public Health, 9(4), 105–111. https://doi.org/10.5530/ijmedph.2019.4.24
Darmawan, A., Reski, R., & Andriani, R. (2022). Kunjungan ANC, posyandu dan imunisasi dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Buton Tengah. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(1), 33. https://doi.org/10.30867/action.v7i1.469
Dellavega, A. S., Syukaisih, & Wahyuni, D. (2022). Hubungan Sarana Sanitasi dan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Pendek (Stunting) Pada Balita di Desa Baungrejo Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Pelangiran Tahun 2022. ORKES : Jurnal Olahraga Dan Kesehatan, 1, No 3. https://doi.org/10.56466/orkes/Vol1.Iss2.47
Departemen Kesehatan RI. (2009). Rumah Tangga Sehat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Destiadi A, Nindya T S, & Sumarmi S. (2015). Frekuensi Kunjungan Posyandu Dan Riwayat Kenaikan Berat Badan Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3 – 5 Tahun. Media Gizi Indonesia, 10(1), 71–75.
Desyanti, C., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutrition, 1(3), 243. https://doi.org/10.20473/amnt.v1i3.6251
Dinas Kesehatan Kota Padang. (2022). Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang.
Kementrian Kesehatan RI. (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Kementrian Kesehatan Ri.
Kurniawati, R. D., & Abiyyah, S. F. (2021). Analisis Sanitasi Dasar Lingkungan Dengan Kejadian Diare Balita di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Bandung. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 04(01), 75–84. https://doi.org/10.33096/woh.v4i1.683
Lestari, D. P., & Sari, D. K. (2023). Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban. Jurnal Ilmiah Penelitian Mandira Cendikia, 1. https://journal-mandiracendikia.com/jip-mc
Nasution, P. S., Fajar., & Pramawati, A. (2022). Hubungan Penggunaan Air Bersih, Jamban Sehat, Cuci Tangan Pakai Sabun (Ctps), Dan Infeksi Kecacingan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Pulau Seraya Kelurahan Tanjung Riau Kota Batam Tahun 2022. J-KIS: Jurnal Kesehatan Ibnu Sina, 3(2). https://doi.org/10.3652/J-KIS
Nepali, S., & Shakya, M. (2019). Husband’s Support for Breastfeeding and Breastfeeding Self-Efficacy of Nepalese Mothers from Bungmati. Health Prospect : Journal of Public Health, 18(1), 14–20. https://doi.org/10.3126/hprospect.v18i1.19060
Nisa, S. K., Lustiyati, E. D., & Fitriani, A. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1725. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmiURL:hhttps://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/article/view/47243
Parvin, T., Endres, K., Hasan, M. T., Uddin, I. M., Bhuyian, M. S. I., Zohura, F., Coglianese, N., Biswas, S. K., Alam, M., Faruque, A. S. G., Gittelsohn, J., Perin, J., & George, C. M. (2022). Low Fruit and Vegetable Consumption is Associated with Linear Growth Faltering among Children in Urban Bangladesh. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 106(6), 1741–1746. https://doi.org/10.4269/ajtmh.21-1124
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. https://doi.org/10.1179/2046905514Y.0000000158
Pusat Kajian Jaminan Sosial-Universitas Indonesia. (2019). Kebijakan Kenaikan dan Simplikasi Cukai Rokok Dorong Pencapaian SDM Unggul.
Risnanto, R., Atmaja, A. D., & Indrastuti, A. (2023). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan, 3(1), 6–11. https://doi.org/10.31983/juk.v3i1.10214
Riyadi, H., Khomsan, A., & Dewi, M. (2020). Evaluasi Efektivitas Posyandu Dalam Penangan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Cirebon (Vol. 2507, Issue February). http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111150
Sari, L. I., Savitri, N. P. H., & Purnomo, Z. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-8 Tahun Di Sekolah Minggu Ananda. Jurnal Bina Cipta Husada, 18(2), 36–44.
Sari, S. P. (2017). Konsumsi Rokok dan Tinggi Badan Orangtua Sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 6-24 Bulan di Perkotaan. Ilmu Gizi Indonesia, 1(1), 1. https://doi.org/10.35842/ilgi.v1i1.6
Setianingsih, E., Hidayani, H., & Astuti, R. P. (2024). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi, Riwayat ASI Ekslusif dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Karangpawitan Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3, No 1(1), 119. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i1.2126
Simarmata, V. P. A., & Patriawati, K. A. (2024). A Descriptive Study on Stunting in Toddlers & Contributing Factors in Cibungur Village, Sumedang District, Indonesia. Journal of Complementary and Alternative Medical Research, 25(7), 58–72. https://doi.org/10.9734/jocamr/2024/v25i7547
Sriyanah, N., Efendi, S., Ilyas, H., Rusli, R., & Nofianti, N. (2023). Clean And Healthy Lifestyle Behavior (PHBS) In Families With Stunted Children At Puskesmas Karuwisi. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 215–224. https://doi.org/10.30604/jika.v8i2.1900
Theresia, D. (2020). Hubungan Jumlah Kunjungan Ibu Ke Posyandu Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Amplas. Jurnal Keperawatan Priority, 3(2), 31–41. https://doi.org/10.34012/jukep.v3i2.958
Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Global Health Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



