Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi untuk Mencegah Nyamuk Malaria di Desa Lempasing Kabupaten Pesawaran

  • Nurul Aziza Universitas Mitra Indonesia
  • Tiara Kharisma Ramadhanty Universitas Mitra Indonesia
  • Syifa Alghaniya Yazid Universitas Mitra Indonesia
  • Luthfiah Agustina Cahyani Universitas Mitra Indonesia
Keywords: malaria, penyuluhan kesehatan, pre-test post-test, repelen alami, serai wangi

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lempasing, Kabupaten Pesawaran, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman serai wangi sebagai upaya alami dalam mencegah gigitan nyamuk malaria. Manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pencegahan penyakit menular, khususnya malaria, yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan. Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif yang dilaksanakan kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap 20 responden. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata skor dari 4,05 pada pre-test menjadi 5,90 pada post-test. Selain itu, peserta dengan skor rendah (0–2) menurun drastis, sementara peserta dengan skor sedang hingga tinggi meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan serai wangi sebagai repelen alami. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta mendorong penggunaan tanaman lokal sebagai solusi kesehatan lingkungan.

References

Wibowo, M. (2020). Efektivitas Ekstrak Serai Wangi sebagai Repelen Nyamuk. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 78-85.
Nurhayati, T., & Saputra, D. (2018). Penggunaan Minyak Atsiri Serai Wangi dalam Pencegahan Penyakit Tular Vektor. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 10(3), 112-118.
Lestari, A. R., & Hidayati, N. (2019). Pemanfaatan Tanaman Aromatik sebagai Alternatif Pencegah Nyamuk. Jurnal Biologi Tropis, 17(1), 45-52.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
World Health Organization. (2021). World Malaria Report 2021. Geneva: WHO.
Sari, M. D., & Yuliana, E. (2021). Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Pencegahan Malaria. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 12–19.
Oktaviani, N., & Putri, L. M. (2019). Efektivitas Tanaman Tradisional Sebagai Repelen Nyamuk. Jurnal Tanaman Obat Indonesia, 6(3), 133–140.
rahmawati, F., & Hapsari, D. (2020). Penerapan Penyuluhan Kesehatan dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 55–63.
Hasanah, R., & Nurlaili, S. (2018). Penggunaan Tanaman Obat sebagai Alternatif Pencegahan Malaria di Wilayah Tropis. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(2), 98–104.
Sutrisno, T., & Mulyani, D. (2022). Edukasi Masyarakat Desa tentang Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi dalam Pencegahan Penyakit Tular Vektor. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(1), 20–26
Published
2025-06-30
How to Cite
Aziza, N., Ramadhanty, T. K., Yazid, S. A., & Cahyani, L. A. (2025). Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi untuk Mencegah Nyamuk Malaria di Desa Lempasing Kabupaten Pesawaran. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 5(1), 25-30. https://doi.org/10.37287/psnpkm.v5i1.7075