Pelatihan Senam Kaki Diabetik dan Peyuluhan Kesehatan tentang Diabetes Melitus

  • Safruddin Safruddin Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Safruddin Safruddin Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Wahyuni Munir Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Yusrah Taqiah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: diabetes mellitus, penyuluhan kesehatan, senam kaki diabetic

Abstract

Penyakit diabetes melitus adalah salah satu masalah Kesehatan global yang tumbuh paling cepat. Penderita diabetes melitus yang cenderung terus mengalami peningkatan setiap tahun. Penderita diabetes didefinisikan sebagai peningkatan persisten glukosa darah dan hemoglobin terglikosilasi lebih 6,5 % selama beberapa bulan atau tahun yang dapat menyebabkan komplikasi dapat terjadi. Komplikasi dari penyakit diabetes mellitus berupa gangguan pembuluh darah yang dapat menyebabkan kaki diabetes. Salah satu kegiatan fisik yang dilakukan dibagian kaki bagi penderita diabetes mellitus adalah dengan senam kaki dengan gerakan terstruktur, ritmis dan menggunakan energi. Upaya lain pencegahan kaki diabetes mellitus dapat dilakukan mengikuti pemeriksaan berkala dan mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan, perawatan dan senam kaki DM. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pelatihan tentang senam kaki diabetic pre-post test, edukasi dan diskusi. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap, yaitu pelatihan senam kaki diabetic,  penyuluhan tentang Penyakit diabetes melitus, pemeriksaan kadar gula darah.  Hasil yang dicapi berupa peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit diabetes melitus, antusiasme peserta dalam mengukuti Latihan senam kaki diabetic dan pemeriksaan kadar gula darah. Sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 80% perserta memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan menjadi 90% peserta telah memiliki pengetahuan yang baik.

References

Anggitasari, 2014. pengaruh penyuluhan pencegahan dm terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku orang yang memiliki faktor risiko diabetes. Repisatori Riset Kesehatan Nasional
Asnaniar, W. O. S., & Munir, N. W. (2020). Optimalisasi Self Care Management Diabetes pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Parangloe Kabupaten Gowa. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 9–14. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v6i1.1156
Betiel K. Fesseha, 1 Christopher J. Abularrage, 2 Kathryn F. Hines, 2 Ronald Sherman, 2 Priscilla Frost, 2 Susan Langan, 1 Joseph Canner, 2 Kendall C. Likes, 2 Sayed M. Hosseini, 1 Gwendolyne Jack, 1 Caitlin W. Hicks, 2 Swaytha Yalamanchi, 1 and Nestoras Mathioudakis1. (2018). Association of Hemoglobin A 1c and Wound Healing in Diabetic Foot Ulcers. Diabetes Care, 41(7), 1–8. https://doi.org/10.2337/dc17-1683/-/DC1.
Brahmantia, B., Falah, M., Rosidawati, I., Sri R, A., & Dinia F, N. (2020). Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Sensitivitas Kaki Penderita Dm Di Puskesmas Parungponteng Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Healthcare Nursing Journal, 2(2), 15–19. https://doi.org/10.35568/healthcare.v2i2.862
Chan, M. (2016). Global Report on Diabetes. Isbn, 978, 6–86. http://www.who.int/about/licensing/copyright_form/index.html%0Ahttp://www.who.int/about/licensing/copyright_form/index.html%0Ahttps://apps.who.int/iris/handle/10665/204871%0Ahttp://www.who.int/about/licensing/
International Diabetes Federation. (2019). IDF DIABETES ATLAS Ninth edition 2019. In The Lancet. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(55)92135-8
Kemenkes, R. (2018). Laporan Riskesdas Nasional 2018. Laporan Riskesdas Nasional 2018, 120.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019.
Nuraeni, N., & Arjita, I. P. D. (2019). Pengaruh Senam Kaki Diabet Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Type Ii. Jurnal Kedokteran, 3(2), 618. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v3i2.80
Otiniano, M. E., Al Snih, S., Goodwin, J. S., Ray, L., Alghatrif, M., & Markides, K. S. (2012). Factors associated with poor glycemic control in older Mexican American diabetics aged 75 years and older. Journal of Diabetes and Its Complications, 26(3), 181–186. https://doi.org/10.1016/j.jdiacomp.2012.03.010
Priyanto, Sahar, W. (2013). Kadar Gula Darah Pada Aggregat Lansia Diabetes. Prosiding Konferensi Nasional Ppni Jawa Tengah 2013, 76–82. http://103.97.100.145/index.php/psn12012010/article/download/853/907
Shrivastava, S. R. B. L., Shrivastava, P. S., & Ramasamy, J. (2013). Role of self-care in management of diabetes mellitus. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders, 12(1), 1. https://doi.org/10.1186/2251-6581-12-14
Siguroardóttir, Á. K. (2005). Self-care in diabetes: Model of factors affecting self-care. Journal of Clinical Nursing, 14(3), 301–314. https://doi.org/10.1111/j.1365-2702.2004.01043.x
Tol, A., Shojaeezadeh, D., Sharifirad, G., Alhani, F., & Tehrani, M. M. (2012). Original Article Determination of empowerment score in type 2 diabetes patients and its related factors. Department of Health Education and Promotion, School of Public Health, Isfahan University of Medical Sciences, Isfahan,1,3.
Published
2021-11-15
How to Cite
Safruddin, S., Safruddin, S., Munir, N., & Taqiah, Y. (2021). Pelatihan Senam Kaki Diabetik dan Peyuluhan Kesehatan tentang Diabetes Melitus. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 1(1), 315-322. Retrieved from https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/683