Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Abstract
Lalat merupakan vektor foodborne diseases, diantaranya diare dan thypoid. Strategi paling efektif dalam menurunkan populasi lalat adalah perbaikan sanitasi lingkungan dan perbaikan pola perilaku hidup bersih dan sehat. SD Negeri 9 Baru-Baru Tanga belum memiliki fasilitas cuci tangan, tempat sampah, dan kantin yang memadai. Metode yang digunakan, yaitu ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan dilakukan sebanyak 4 sesi dengan durasi 30 menit untuk setiap sesi. Hasil yang dicapai, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam langkah mencuci tangan yang benar (100%), tersedianya westafel yang dilengkapi poster langkah mencuci tangan yang benar, peningkatan pengetahuan siswa tentang jenis sampah (100%), tersedianya tempat sampah organik, anorganik, dan residu, peningkatan pengetahuan siswa tentang penyakit diare dan thypoid (64,3%), dan tersedianya etalase atau lemari kaca tempat penyajian makanan di kantin sekolah.
References
Kumala, Y. S. N. K., & Pawenang, E. T. (2017). Kondisi sanitasi dan kepadatan lalat kantin sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Jurnal oh Health Education, 2(1), 99-106.
Librianty. (2015). Panduan mandiri melacak penyakit. Jakarta: Lintas Kata.
Siyam, N., & Cahyati, W.D. (2018). Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk pencegahan dan pengendalian vektor penyakit di sekolah. Jurnal MKMI, 14(1), 86-92.
