Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

  • Nur Wahyuni Munir Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Ernasari Ernasari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: diare dan thypoid, pencegahan dan pengendalian penyakit, school based vector control

Abstract

Lalat merupakan vektor foodborne diseases, diantaranya diare dan thypoid.  Strategi paling efektif dalam menurunkan populasi lalat adalah perbaikan sanitasi lingkungan dan perbaikan pola perilaku hidup bersih dan sehat. SD Negeri 9 Baru-Baru Tanga belum memiliki fasilitas cuci tangan, tempat sampah, dan kantin yang memadai. Metode yang digunakan, yaitu ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan dilakukan sebanyak 4 sesi dengan durasi 30 menit untuk setiap sesi. Hasil yang dicapai, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam langkah mencuci tangan yang benar (100%), tersedianya westafel yang dilengkapi poster langkah mencuci tangan yang benar, peningkatan pengetahuan siswa tentang jenis sampah (100%), tersedianya tempat sampah organik, anorganik, dan residu, peningkatan pengetahuan siswa tentang penyakit diare dan thypoid (64,3%), dan tersedianya etalase atau lemari kaca tempat penyajian makanan di kantin sekolah.

References

Andiarsa, D. (2018). Lalat: Vektor yang terabaikan program?. BALABA, 14(2), 201-214.
Kumala, Y. S. N. K., & Pawenang, E. T. (2017). Kondisi sanitasi dan kepadatan lalat kantin sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Jurnal oh Health Education, 2(1), 99-106.
Librianty. (2015). Panduan mandiri melacak penyakit. Jakarta: Lintas Kata.
Siyam, N., & Cahyati, W.D. (2018). Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk pencegahan dan pengendalian vektor penyakit di sekolah. Jurnal MKMI, 14(1), 86-92.
Published
2022-04-28
How to Cite
Munir, N., & Ernasari, E. (2022). Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 2(1), 33-38. https://doi.org/10.37287/psnpkm.v2i1.1022