Edukasi Deteksi Dini Cara Mencegah dan Mengatasi Depresi Baby Blues pada Ibu Post Partum

  • Fatma Jama Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Rizqy Iftitah Alam Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Tutik Agustini Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: baby blues, depresi, ibu post partum

Abstract

Setiap ibu atau wanita pasti mempunyai reaksi emosi yang berbeda-beda dalam menghadapi masa hamil, persalinan, dan nifas. Setiap reaksi yang muncul sangat tergantung kepada kepribadian masung-masing. Baby Blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, dimana ibu ini merasa sedih yang hebat tanpa sebab yang jelas, dan disertai dengan gejalah penyertanya.  Tujuan kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan cara mengatasi depresi Baby Blues pada ibu post partum. Metode pelaksaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan Tanya jawab dengan media leaflet. Berdasarkan survei yang dilakukan di Ruang Perawatan Assalam RS. Ibnu Sina Makassar, 5 dari 7 ibu post partum  merupakan pengalaman pertama melahirkan dan ibu tidak mengetahui cara mencegah mengatasi depresi Baby Blues. Kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi Baby Blues melalui Edukasi Penyuluhan. Metode yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan role play. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu Post Partum dan keluarga tentang cara mencegah dan mengatasi Depresi Baby Blues.

References

Elvira S. (2006). Depresi Pasca Persalinan. Balai Penerbit FKUI; Jakarta
Fatmawati. D. (2015). Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Postpartum Blues.. Jurnal Edu Healt. 5(2) 82-93
Feinmann. (2011). Ensiklopedi Kesehatan Wanita. Surabaya: Penerbit Erlangga.
Machmudah. (2010). Pengaruh Persalinan dengan Komplikasi terhadap Kemungkinan Terjadinya Postpartum Blues di Kota Semarang.[internet] [diakses 23 Desember 2015] Available from:http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20284389-T%20Machmudah.pdf.
Marshall F. (2006). Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan. Jakarta: Arcan.
Manurung, Lestari, Suryati, Miradwiyana, Karma, dan Paulina. (2011). Efektivitas Terapi Musik Terhadap Pencegahan Postpartum Blues pada Ibu Primipara di Ruang Kebidanan RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 14(1) 17-23
Smith, Segal. (2012). Postpartum Depression and Postpartum Blues. [internet]. [diakses 19 september 2021] Available from:http://www.helpguide.org/mental/postpartum_depression/
Wulandari IH. (2014).Tingkat Kecemasan Ibu Postpartum yang Asinya Tidak Lancar di Ruang Bersalin RSUD Dr. Abdoer Rahem Situbondo. [internet]. 2014. [diakses tanggal 20 september 2021] Available from:http://repository.poltekesma
japahit.ac.id
Yodatama DC. (2014). Hubungan Bonding Attachment dengan Resiko Terjadinya Postpartum Blues pada Ibu Postpartum dengan Sectio Caesaria di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Srikandi IBI Kabupaten Jember. Universitas Jember.
Published
2021-11-13
How to Cite
Jama, F., Alam, R., & Agustini, T. (2021). Edukasi Deteksi Dini Cara Mencegah dan Mengatasi Depresi Baby Blues pada Ibu Post Partum. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 1(1), 277-280. Retrieved from https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/675