Self Care Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure
Abstract
Congestive Heart Failure menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada beberapa negara berkembang seperti Indonesia. Angka kejadian Congestive Heart Faliure yang meningkat menimbulkan penurunan kualitas hidup penderita salah satunya kurangnya perawatan diri (self care). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Mitra Medika Medan. Penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan uji chi-square. Jumlah responden 62 pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Mitra Medika Medan yang diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self care baik (30,6%) dan kualitas hidup baik (32,3%). Hasil analisa bivariat menggunakan uji chi-square terlihat nilai p value sebesar 0,035. Karena nilai p value (0,035) < α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara self care dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure di Rumah Sakit Mitra Medika Medan.
References
Agustina, A., Afiyanti, Y., & Ilmi, B. (2016). Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 1(2), 1-13. https://doi.org/10.51143/jksi.v1i2.35
Anggraheni, A. A. (2019). Gambaran Self Care Behaviour Pada Pasien Gagal Jantung. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Djamaludin, D., Tua, R., & Deria, D. (2018). Hubungan Self Care Terhadap Kualitas Hidup Pada Klien Gagal Jantung Di Poli Jantung Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Holistik Jurnal Kesehatan, 12(3), 178–188. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/holistik/article/view/182/123
Fatimah, F. H., Nurmainah, & Fajriaty, I. (2019). Analisis Kepatuhan Pengobatan Pasien Gagal Jantung Terhadap Risiko Rehospitalisasi Di UPTD RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2017–2018. Jurnal Mahsiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 4 (1), 1-16. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/view/39042/75676584983
Hamzah, R. (2016). Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup pada penderita gagal jantung di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Israwati, S. (2017). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gaga; jantung kongestif di RSU Bahteremas Provinsi Sulawesi Tenggara. Skripsi. Universitas Halu Oleo/
Kasron. (2012). Buku Ajar Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Yogyakarta: Nuha Medika.
Kessing, D., Denollet, J., Widdershoven, J., & Kupper, N. . (2017). Self-care and health-related quality of life in chronic heart failure: A longitudinal analysis‟, European Journal of Cardiovascular Nursing, vol. 16, no. 7, pp. 605-613. doi: 10.1177/1474515117702021.
PERKI. (2015). Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Kardiovaskular. Edisi pertama. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.
Ponikowski, P. (2014). Heart failure preventing disease and death worldwide world heart failure alliance
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 19 Juli 2021, dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20 2013.pdf
Utomo, D. E., Ratnasari, F., & Andrian. A. (2019). Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure. Jurnal Kesehatan, 8(2), 98 - 108. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v8i2.145
World Health Organization. (2016) Cardiovascular Diseases [Internet]. 2021 [cited 2019 Juli 23]. Available from: https://www.who.int/healthtopics/cardiovascular-diseases
Yunus, H. D. & Sharoni S. K. A. 2016, „Social Support and Self-care Management among Patients with Chronic Heart Failure‟, Malaysian Journal of Public Health Medicine, vol. 16, no. 1, pp. 92-98.



