Efektivitas Konsumsi Buah dan Sayur terhadap Status Gizi pada Balita Usia 12-24 Bulan
Abstract
Kesehatan merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi. Permasalahan gizi yang dialami anak berusia balita dapat mengakibatkan terhambatnya perkembangan anak. Sayur dan buar merupakan sumber zat gizi mikro yang sangat penting dalam proses metabolisme tubuh sebagai zat pengatur. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas konsumsi buah dan sayur terhadap status gizi pada Balita Usia 12-24 bulan di Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Bondowoso. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi-Experimental). Populasi dalam penelitian ini adalah semua Balita Usia 12-24 bulan di Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Bondowoso berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok kasus. Besar sampel yang digunakan sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok kasus. Tehnik sampling yang digunakan adalah total Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi kemudian data diolah dengan menggunakan Uji Mann-Whitney U Test. Hasil analisis data diketahui bahwa sebagian besar status gizi sebelum diberikan konsumsi buah dan sayur adalah baik sebanyak 11 orang (73,3%) dan sesudah diberikan adalah baik sebanyak 12 orang (80%). Berdasarkan uji Mann-Whitney U diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) sebesar 0,009 < 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada hubungan konsumsi buah dan sayur dengan status gizi baduta usia 6-24 bulan di Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Bondowoso.
References
Al Rahmad, Agus Hendra dan Almunadia. (2017). Pemanfaatan Media Flipchart dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang Konsumsi Sayur dan Buah. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala.
Aviana. (2021). Gambaran faktor yang mempengaruhi konsumsi buah dan sayur pada anak SD Negeri Bojong, Mungkid, Kabupaten magelang.
Aziz, A.A., Pagarra, H., Asriani. (2018). Hubungan asupan zat gizi dan status gizi dengan hasil belajar IPA siswa pesantren MTs di Kabupaten Buru. Jurnal IPA Terpadu 1(2): 50-56.
Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Endah H. M. (2015). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 3-5 Tahun di Puskesmas Miri Sragen. STIKES Kusuma Husada Surakarta.
Hariyadi, D., Damanik, M.R., Ekayanti, I. 2010. Analisis hubungan penerapan pesan gizi seimbang keluarga dan perilaku keluarga sadar gizi dengan status gizi Balita di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Gizi Pangan, 5(1), 61–68.
Hermina dan Prihatini. 2016. Gambaran konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia dalam konteks gizi seimbang: Analisis lanjut survei konsumsi makanan individu (SKMI) 2014. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(3), 205-218.
Hidayat. (2017). Metode penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis. Data. Jakarta: Salemba Medika
Irene A. I, Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah Anak Prasekolah di Desa
Embatau Kecamatan Tikala Kabupaten Toraja Utara. Jurnal Media Kesehatan
Masyarakat Indonesia.
Jeser, T.A., Santoso, A.H. (2021). Hubungan asupan serat dalam buah dan sayur dengan obesitas pada usia 20-45 tahun di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Tarumanagara Medical Journal 4(1): 164-171.
Kartika L. (2002). Faktor-faktor yang mempengaruhi Kemampuan motorik anak usia 12-18 bulan di keluarga miskin dan tidak miskin. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan 2002; 25: 38-48.
Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia. In Science as Culture (Vol. 1, Issue4).https://doi.org/10.1080/09505438809526230.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2016.pdf.
Lastanto. (2015). Analisis FAktor yang Mempengaruhi Kejadian Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Cebongan. Jurnal Mahasiswa Stikes Kusuma Husada, 1–84. https://docplayer.info/67285028-Analisis-faktor-yang-mempengaruhi-kejadian-balita-gizi-kurang-di-wilayah-kerja-puskesmas-cebongan.html.
Lida K.S.. (2015). Hubungan Pola makan dan status gizi anak pra sekolah di Paud Tunas Mulia Claket Kecamatan Pacet Mojokerto. Midwiferia 2015; Vol1;
No.2.
Munjidah, A., & Rahayu, E. (2020). Pengaruh Penerapan Feeding Rules Sebagai Upaya Mengatasi Kesulitan Makan Pada Anak (Picky Eater, Selective Eater Dan Small Eater). Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM), 8(1), 29–35.
Nopri, Y., & Verawati. (2020). Hubungan konsumsi buah dan sayur dengan kejadian gizi lebih pada tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan 1. Jurnal Ners, 4(23), 1–10. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners.
Pakar Gizi Indonesia. (2017). Ilmu Gizi : Teori & Aplikasi, In Hardinsyah & I, D, N,. Supariasa,. Jakarta: EGC.
Supariasa. (2016). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: ECG.
Suryaputri, I. Y., & Rosha, B. C. (2016). Hubungan Status Gizi, Gaya Pengasuhan Orangtua Dan Faktor Lainnya Dengan Keterlambatan Perkembangan Anak Usia 2-5 Tahun Studi Kasus di Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor. Jurnal Ekologi Kesehatan, 15(1), 56–65. https://doi.org/10.22435/jek.v15i1.4939.56-65.
Susanty, N & Margawaty. (2012). Hubungan Derajat Stunting, Asupan Zat Gizi dan Sosial Ekonomi Rumah Tangga dengan Perkembangan Motorik Anak Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bugangan Semarang. Jurnal of Nutrition College 2012; Vol
hal 683-699.
Tayong S. N. (2016). Hubungan Derajat Stunting dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 12-24 Bulan. di Program Studi KesehatanMasyarakat Universitas Wiralodra.
WHO. (2018). Breast cancer: Early diagnosis and screening. World Health. Organization.



