Efek Samping Pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis Multiple Drug Resistance (TB MDR)”
Abstract
Pasien TB yang mengalami resistensi terhadap obat antimikroba akan menjalani pengobatan lini ke-2. Pengobatan ini membutuhkan waktu yang lama dan memiliki banyak efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek samping pemberian obat anti-TB pada pasien TB MDR di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan prospektif pada 50 pasien TB MDR yang sedang menjalani pengobatan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien (100%) mengalami efek samping pengobatan, dengan 76% di antaranya muncul pada tahap awal pengobatan. Efek samping yang paling sering dialami adalah kesemutan (68%), mual (50%), anoreksia (40%), perubahan warna kulit menjadi lebih gelap (36%), dan kesulitan menelan (18%). Berdasarkan derajat keparahan, efek samping yang dialami pasien terbagi menjadi derajat sedang (64%), ringan (20%), dan berat (16%). Seluruh pasien TB MDR mengalami efek samping pengobatan, dengan sebagian besar muncul pada tahap awal terapi. Efek samping yang paling umum adalah kesemutan, mual, dan anoreksia. Mayoritas pasien mengalami efek samping dengan tingkat keparahan sedang. Oleh karena itu, pemantauan ketat terhadap efek samping obat perlu dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan pengobatan dan kualitas hidup pasien.
References
Agustina, R., Maulida, R., & Yovsyah, Y. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Hasil Pengobatan Regimen Pendek (Short Treatment Regiment) pada Pasien Tuberkulosis Resistensi Obat di Indonesia Tahun 2017. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.7454/epidkes.v2i2.3048
Aini, N. R., & Hatta, H. R. (2017). Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Tuberkulosis. Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 12(1), 56. https://doi.org/10.30872/jim.v12i1.224
Annisatuzzakiyah, I., Bahar, E., & Putri, B. O. (2021). Gambaran Riwayat Pengobatan Tuberkulosis pada Pasien Multi Drug Resistant Tuberculosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 2(1), 113–119. https://doi.org/10.25077/jikesi.v2i1.246
Bijawati, E. (2018). Faktor Risiko Pengobatan Pasien Multi Drug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) dI RSUD Labuang Baji Kota Makassar Tahun 2017. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), 1, 1–17.
Ginanjar, Y., Astika, T., & S, N. (2019). Analisis Pengaruh Psikososial Dan Faktor Resiko Lainya Terhadap Kejadian Tb Mdr. Bina Generasi : Jurnal Kesehatan, 11(1), 46–54. https://doi.org/10.35907/jksbg.v11i1.134
Janan M. (2019). Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Peningkatan Prevalensi Kejadian TB MDR di Kabupaten Brebes Tahun 2011-2017. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 08(02), 64–70.
Jaspard, M., Butel, N., El Helali, N., Marigot-Outtandy, D., Guillot, H., Peytavin, G., … Pourcher, V. (2020). Linezolid-associated neurologic adverse events in patients with multidrug-resistant tuberculosis, France. Emerging Infectious Diseases, 26(8), 1792–1800. https://doi.org/10.3201/eid2608.191499
Kemenkes. (2020a). Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resisten Obat di Indonesia.
Kemenkes. (2020b). Petunjuk Teknis Pendampingan Pasien TBC Resisten Obat oleh Komunitas. In Kemenkes RI (Vol. 1).
Lin, Y., Harries, A. D., Kumar, A. M. V, Critchley, J. A., Crevel, R. van, Owiti, P., … Dejgaard, A. (2019). Management of diabetes mellitus-tuberculosis: A guide to the essential practice. In International Union Against Tuberculosis and Lung Disease. Retrieved from https://theunion.org/technical-publications/management-of-diabetes-mellitus-tuberculosis-a-guide-to-the-essential-practice
Musdalipah, Nurhikmah, E., Karmilah, & Fakhrurazi, M. (2018). Efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) dan penanganannya pada pasien tuberkulosis (TB) di Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Jurnal Imiah Manuntun, 4(1), 67–73. Retrieved from http://jurnal.akfarsam.ac.id/index.php/jim_akfarsam/article/view/144
Nugraha, R. V., Yunivita, V., Santoso, P., Aarnoutse, R. E., & Ruslami, R. (2021). Clofazimine as a treatment for multidrug-resistant tuberculosis: A review. Scientia Pharmaceutica, 89(2). https://doi.org/10.3390/scipharm89020019
Nurbiah. (2018). Gambaran Faktor Risiko MDR TB di Makassar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Alauddin Makasar.
Nurdin, N. (2020). Analisis faktor-faktor determinan Individu terhadap Tuberculosis Multidrug Resistant (TB MDR) di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(1), 63–67. https://doi.org/10.25311/keskom.vol6.iss1.385
Pratiwi, N. A. C., Yowani, S. C., & Sajinadiyasa, I. K. (2018). Hubungan lama penggunaan obat anti tuberkulosis dengan efek samping pada pasien TB MDR Rawat Jalan Di RSUP Sanglah. Archeive of Community Health, 3(2), 39–48.
Rachmawati, R. L., Widjanarko, B., & Sriatmi, A. (2023). Penemuan Dan Penanganan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di Fasyankes Kabupaten Pati. Jurnal Kesehatan Masyarakat ITEKES Cendikia Utama Kuduus, 11(2), 222–239.
Reski, K. (2017). Pemantauan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis pada Penderita Tb Dalam Pengobatan Tahap Intensif Di Bbkpm Kota Makassar. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 3(1), 19–24. Retrieved from https://repositori.uin-alauddin.ac.id/5549/1/Kiki Rezki.pdf
Reviono, Kusnanto, P., Eko, V., Pakiding, H., & Nurwidiasih, D. (2014). Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB): Tinjauan Epidemiologi dan Faktor Risiko Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis. Majalah Kedokteran Bandung, 46(4), 189–196. https://doi.org/10.15395/mkb.v46n4.336
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2023). Survey Kesehatan Indonesia (SKI) dalam Angka 2023.
Setianingsih, S. A., Mayefis, D., & Arifin, H. (2022). Studi Farmakovigilans Pengobatan MDR-TB pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2020. Jurnal Surya Medika, 8(2), 263–269. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i2.3909
Soedarsono, S., & Riadi, A. R. W. (2020). Tuberculosis Drug-Induced Liver Injury. Jurnal Respirasi, 6(2), 49. https://doi.org/10.20473/jr.v6-i.2.2020.49-54
Triandari, D., & Rahayu, S. R. (2018). Kejadian tuberkulosis multi drug resistant. Higea Journal of Public Health, 2(2), 194–204. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/19388/10860
Wayuni, T., & Cahyati, W. H. (2020). Multidrug-resistant tuberculosis. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 4(3), 636–648. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(19)30046-7
Wibowo, A., Burhan, E., & Putra, A. C. (2021). Pola Resistansi Kuman Tuberkulosis dan Regimen Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Resisten Obat Di Rumah Sakit Pusat Rujukan Respirasi Nasional Persahabatan Jakarta. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.23960/jkunila511-6
Widyasrini, E. R., Probandari, A. N., & Reviono. (2017). Factors Affecting the Success of Multi Drug Resistance (Mdr-Tb) Tuberculosis Treatment in Residential Surakarta. Journal of Epidemology and Public Health, 2(1), 45–57. https://doi.org/10.26911/theicph.2017.007
Copyright (c) 2025 Isni Lailatul Maghfiroh, Priyanti Eka Pradita, Harnina Samantha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



