Perilaku Pencegahan Stunting Menggunakan Health Promotion Model
Abstract
Stunting merujuk pada gagalnya pertumbuhan fisik anak usia dibawah lima tahun karena kekurangan gizi secara kronis serta terjadinya infeksi pada anak sehingga balita menjadi pendek. Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena berkaitan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas, penurunan kapasitas fisik, gangguan perkembangan dan fungsi kondisi motorik dan mental anak. Stunting provinsi Aceh tahun 2022 menduduki peringkat 5 dari 34 provinsi di Indonesia dengan persentase angka 31,2%, sedangkan Kota Lhokseumawe prevalensi stunting sebesar 28,1%. Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah makanan sehari- hari yang diberikan oleh orang tua, sehingga peran perilaku orang tua, terutama ibu sangat penting dalam pencegahan stunting. Teori Health Promotion Model menganalisis faktor-faktor yang memperngaruhi perilaku kesehatan pada balita, terutama faktor ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana perilaku pencegahan stunting menggunakan health promotion model pada 10 ibu yang mempunyai balita di Kota Lhokseumawe. Desain penelitian kualitatif, jenis fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Data di analisa menggunakan analysis content. Hasil analisa didapatkan tiga tema yaitu masa hamil, masa menyusui, masa tumbuh kembang anak. Kesimpulan perlu adanya peningkatan dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat, baik oleh keluarga, masyarakat, maupun tenaga kesehatan, serta pemerintah.
References
Akbar, I., Huriah, T. (2022). Modul Pencegahan Stunting. Ebooks.Yogyakarta: Leutikaprio.
Akmal, Y., Hikmah., Subekti, I., & Hardono, I. H. (2020). The effort for decreasing the rate of stunting through early childhood health and nutrition training for tutors / parents of early childhood education. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 442–447. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.302.
Annur CM. (2023). Daftar Prevalensi Balita Stunting Di Indonesia Pada 2022, Provinsi Mana teratas?. Diakses pada 14 Oktober 2024 melalui http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/02/daftar-prevalensi-balita-stunting-di-indonesia-pada-2022-provinsi-mana-teratas.
Asmin, E., Abdullah, M. R. (2021). ASI eksklusif dan imunisasi berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 9-24 bulan di Puskesmas Rumah Tiga, Ambon. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 196-201.
Atikah, R. et al. (2018). Stunting dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta: CV Mine. ISBN: 978-602-52833-1-4.
Databoks. (2020). Prevalensi stunting balita Indonesia tertinggi ke-2 di Asia Tenggara. 2020. Diakses pada 14 Oktober 2024 melalui http:// databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/25/prevalensi-stunting-balita-indonesia-tertinggi-ke-2-di-asia-tenggara.
Erliana Ulfah et al. (2018). Asuhan Nutrisi dan Stimulasi dengan Status Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Usia 12-36 Bulan. Global Medical and Health Communication, 6(1), 12–20. https://doi.org/10.29313/gmhc.v6i1.2323.
Fadilah, Nadiah, S. N. (2020). Tinggi badan orang tua, pola asuh, dan kejadian diare sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kabupaten Bondowoso. Ilmu Gizi Indonesia, 4 (1): 11-18.
Fauzia, N. R., Sukmandari, N. M. A., & Triana, K. Y. (2019). Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Status Gizi Balita. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 3 (1), 28–32. https://doi.org/10.36474/caring.v3i1.101.
Kemenkes RI. (2022). Apa itu stunting? Diakses pada 2 September 2024 melalui http://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1516/apa-itu-stunting. 2022.
Kemenkes RI. (2018). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat,
Kemenkes RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, 301(5), 1163–1178.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. melalui https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/attachments/09fb5b8ccfdf088080f2521ff0b4374f.pdf.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hasil Studi Status Gizi Kesehatan (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kusnandar, V. B. (2022). Prevalensi Balita Stunting di 6 Provinsi Ini Masih Tinggi. Diakses pada 12 September 2024 melalui http:// databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/08/01/prevalensi-balita-stunting-di-6-provinsi-ini-masih-tinggi.
Martha, E., et al. (2020). The Empowerment of Cadres and Medicasters in the Early Detection and Prevention of Stunting. The Indonesia Journal Public Health. 15 (2): 153-161. http://doi.org/10.20473/ijph.vl15il.2020.153-161.
Mutingah, Z., & Rokhaidah. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2), 49-57.
Ni’mah, K., Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.
Pender N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2015). Health Promotion in Nursing Practice (7th ed). South Carolina: Pearson Education.
Rokom. (2018). Cegah Dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh, dan Sanitasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sari, M. R. N., & Ratnawati, L. Y. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gapura Kabupaten Sumenep. Amerta Nutr, 182–188. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/amnt.v2i2.2018.182-188.
Savita, R., & Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian ASI Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 bulan di Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 8 (1), 6–13.
Sekretariat Percepatan Pencegahan Stunting. (2019). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode Tahun 2018-2024. Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.
Soetjiningsih. (2012). Buku ajar II Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Sukmawati, et al. (2018). Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi Dengan Stunting Pada Balita. Media Gizi Pangan, 25(1), 18–24.
Syahida, A. A., & Daliman. (2022). Literature Review: Telaah Pendekatan Teori Kognitif Sosial Albert Bandura Terhadap Stunting. Seminar Nasional Psikologi.
Tarmizi, S. N. (2023). Prevalensi Stunting Di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Diakses pada 18 Oktober 2024 melalui http://sehatnegeriku.kemkes.go,id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/. 2023.
UNICEF. (2020) Levels and Trends in Child Malnutrition.
World Health Organization. (2023). World Health Statistitc 2023: Monitoring Health for The SDGs (Sustainable development goals). Diakses pada 13 Septemeber 2024 melalui http://www.who.int/en/publications/i/item/9789240074323. 2023.
Yunitasari, E., Pradanie, R., Arifin, H., Fajrianti, D., & Lee, B.O. (2021). Determinants of Stunting Prevention among Mothers with Children Aged 6–24 Months. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(B), 378–384.
Copyright (c) 2024 Safrina Edayani, Rahmat Muhazir, Riska Mauliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



