Pengaruh Peran dan Motivasi Tenaga Kesehatan terhadap Program Cakupan Pemberian ASI Ekslusif di Lingkungan Kerja Puskesmas
Abstract
Air susu ibu atau yang disebut dengan ASI merupakan sumber nutrisi yang tepat bagi bayi baru lahir sampai bayi berusi 6 bulan. Berbagai hambatan terjadi dalam menjalankan program pemberian ASI eksklusif sehingga ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya, untuk itulah diperlukan peran dan motivasi tenaga kesehatan untuk menjalankan program cakupan ASI Eksklusif. Peran petugas kesehatan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Motivasi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan memiliki pengaruh yang tinggi terhadap keinginannya dalam memberikan informasi terkait pemberian ASI Eklusif kepada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh peran dan motivasi tenaga kesehatan terhadap program cakupan pemberian ASI Ekslusif di lingkungan kerja Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian, maka jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 36 pegawai. Hasil penelitian dianalisa dan diolah dengan menggunakan bantuan SPSS melalui analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada pengaruh peran dan motivasi tenaga kesehatan terhadap program cakupan pemberian ASI Ekslusif di lingkungan kerja Puskesmas.
References
WHO. (2017). Exclusive Breastfeeding for Optimal Growth, Development and Health of Infants WHO. 1-3.
UNICEF Indonesia. (2017). ASI adalah Penyelamat Hidup Paling Murah dan Efektif di Dunia. Dalam; UNICEf Indonesia. 1-7.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Kemenkes Indonesia Tahun 2017.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Situasi dan Analisi Asi Ekslusif
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Tenaga Kesehatan
Maskanah S. (2017). Hubungan antara pengetahuan tentang cara menyusui yang benar dengan perilaku menyusui.Jurnal Ilmiah Bidan. 2 (2)
Irnawati D, Sri W. (2017). Hubungan penegetahuan ibu tentang teknik menyusui terhadap pemberian ASI eksklusif di puskesmas Pakualaman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan. 7(4):1-11.
Worldometer N d. (2020). World Demographics 2020 (Population, Age, Sex, Trends) - Worldometer [Internet]. Available from: https://www.worldometers.info/demographics/world-demographics/#u5- infa-title
Lestari RR. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu. J Obs J Pendidik Anak Usia Dini [Internet]. 2(1):130. Available from: https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/17
Dede, K. S., & Bras, H. (2020). Exclusive breastfeeding patterns in Tanzania: Do individual, household, or community factors matter? International Breastfeeding Journal, 15(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s13006-020-00279-8
Dewi, A. S., Gustiwarni, A., & Wahyuni, R. S. (2019). Hubungan Peran Petugas Kesehatan Dan Promosi Susu Formula Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru 2018. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 9(2), 65–74. https://doi.org/10.37859/jp.v9i2.1097
Mulyani, S., & Cahyanto, E. B. (2016). Dukungan Petugas Kesehatan Dengan model
Syamiyah, N., & Helda, H. (2018). Dukungan Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif Ibu di Posyandu Wilayah Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 2(1), 29–37. https://doi.org/10.22435/jpppk.v2i1.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



