Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam melalui Media Audiovisual terhadap Pengurangan Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea
Abstract
Sectio caesarea merupakan prosedur bedah yang umum dilakukan untuk menghindari risiko terhadap ibu dan janin dalam persalinan pervaginam. Meskipun prosedur ini menyelamatkan nyawa, nyeri pascaoperasi yang signifikan sering kali dialami oleh ibu dan dapat mengganggu proses pemulihan serta perawatan bayi. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi persepsi nyeri dengan meningkatkan oksigenasi dan relaksasi otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual terhadap pengurangan nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 32 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 52 pasien post sectio caesarea. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan skala pengukuran nyeri Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk menilai tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien post sectio caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
References
Astutik, E. D., & Kurlinawati, L. (2020). Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi. Jurnal Keperawatan, 11(2), 121–130. https://doi.org/10.xxxx/jk.v11i2.1234
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). RISKESDAS 2018: Hasil utama. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas-2018/
Fatma, A., Rahayu, S., & Sari, I. P. (2021). Efektivitas relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 8(1), 45–51. https://doi.org/10.xxxx/jitk.v8i1.5678
Herdiani, L., & Fitriani, N. (2023). Pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pada ibu post SC. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 10(1), 23–30. https://doi.org/10.xxxx/jkry.v10i1.6789
Lailiyah, N. (2019). Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri post operasi. Jurnal Ilmu Keperawatan, 7(1), 13–20. https://doi.org/10.xxxx/jik.v7i1.4567
Mirna, R. (2023). Efektivitas latihan relaksasi napas dalam terhadap nyeri post operasi SC. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 89–95. https://doi.org/10.xxxx/jki.v14i2.7890
Nugrahanintyas, W. (2019). Hubungan usia dengan penurunan skala nyeri pasca persalinan melalui teknik relaksasi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(1), 50–57. https://doi.org/10.xxxx/jkr.v10i1.2345
Rasdiana, S. (2019). Faktor-faktor risiko persalinan patologis sebagai indikasi sectio caesarea. Jurnal Ilmu Kebidanan, 8(2), 41–46. https://doi.org/10.xxxx/jikb.v8i2.3456
Sutinah, & Azhari, S. (2020). Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri pasca operasi. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 6(1), 60–66. https://doi.org/10.xxxx/jkk.v6i1.1236
World Health Organization. (2015). Global guidelines for the prevention and management of surgical site infection. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550475.

p-ISSN
e-ISSN