Factors Influencing the Incidence of Stunting: A case-control study at Balikpapan Primary Healthcare

  • Rina Marini Universitas Mulawarman
  • Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Universitas Mulawarman
  • Nur Rohmah Universitas Mulawarman
Keywords: characteristics socio-demographic, mother education, stunting

Abstract

Stunting is a serious health issue in Indonesia, with long-term impacts on children's development. SSGI 2022 data shows a national prevalence of 21.6%, down from the previous year but still above the WHO standard and the 2024 target. In East Kalimantan, the prevalence of stunting reached 23.9% in 2022, up from the previous year and a concern as the province will become the new capital city. Stunting impacts brain development and the risk of long-term chronic diseases, influenced by maternal education and employment, as well as limited nutritional knowledge and parenting time. This analytical observational study with a case-control design was conducted in December 2023 at Gunung Sari Ulu Primary Healthcare working area with 30 respondents (15 cases, 15 controls) selected by purposive sampling. Data were collected through questionnaires and assessment of children's nutritional status measurements using a microtoise and infantometer . Stunting is defined as a height or length below -2 SD (WHO). Data analysis was performed using chi-square tests to assess the relationship between variables. No association was found between child gender and stunting (P-value = 1). Mothers with low education levels had a 1.313 times higher risk of having stunted children (P-value = 0.713). Although not statistically significant, non-working mothers had a 2.364 times higher risk of having stunted children compared to working mothers (P-value = 0.651). No significant relationship was found between child gender and stunting incidence. Maternal education and employment status are identified as risk factors for stunting, although not statistically significant.

References

Abimayu, A. T., & Rahmawati, N. D. (2023). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunted, Underweight, dan Wasted Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkapan Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2022. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 3(2), 88–101.

Amin, M., Salsabilah, M., Pratama, M. I., Salsabila, M., Satria, M. D., & Az-Zahra, B. R. (2024). Strategi pencegahan anemia pada ibu hamil melalui layanan posyandu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 6(4), 32–42.

Asnawi, A. A., Maziaturrahmah, M., Handayani, W., & Tanjung, N. U. (2024). Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting di Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1).

Auliyah, G. G., Utami, B. P., Anantama, Q., Herdiansyah, R. R., Pratama, R. W., Biaggi, M., & Fujilestari, A. (2024). Implementasi Program Keberhasilan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Dalam Penurunan Angka Stunting Di Kota Cimahi. Journal of Social and Economics Research, 6(1), 1241–1254.

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. (2022).

Djogo, H. M. A. (2021). Hubungan Pekerjaan Ibu Dan Praktik Asi Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Kesehatan, 8(2), 89–97. https://doi.org/10.35913/jk.v8i2.200

Domili, I., Suleman, S. D., Arbie, F. Y., Anasiru, M. A., & Labatjo, R. (2021). Karakteristik ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Kelurahan Padebuolo Kota Gorontalo. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(1), 25–32.

Ernawati, A. (2020). Gambaran penyebab balita stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 16(2), 77–94.

Febrianingsih, I., & Purnomo, S. D. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemenuhan Gizi Keluarga Di Desa Cilopadang Kecamatan Majenang. Unikal National Conference, 476–484.

Kurniati, H., Djuwita, R., & Istiqfani, M. (2023). Literature Review: Stunting Saat Balita sebagai Salah Satu Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Masa Depan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2). https://doi.org/10.7454/epidkes.v6i2.6349

Kurniawati, N., & Yulianto, Y. (2022). Pengaruh Jenis Kelamin Balita, Usia Balita, Status Keluarga Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Pendek (Stunted) Pada Balita Di Kota Mojokerto. Pengembangan Ilmu Dan Praktik Kesehatan, 1(1), 76–92. https://doi.org/10.56586/pipk.v1i1.192

Laksono, A. D., Sukoco, N. E. W., Rachmawati, T., & Wulandari, R. D. (2022). Factors Related to Stunting Incidence in Toddlers with Working Mothers in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(17). https://doi.org/10.3390/ijerph191710654

Mentari, S., & Hermansyah, A. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status stunting anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPK puskesmas Siantan Hulu. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(1), 1–5.

Puskesmas Gunung Sari Ulu. (2023).

Ridua, I. R., & Djurubassa, G. M. P. (2020). Kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur Dalam Menanggulangi Masalah Stunting. Journal of Social Politics and Governance (JSPG), 2(2), 135–151.

Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39

Samuel, A., Osendarp, S. J. M., Feskens, E. J. M., Lelisa, A., Adish, A., Kebede, A., & Brouwer, I. D. (2022). Gender differences in nutritional status and determinants among infants (6–11 m): a cross-sectional study in two regions in Ethiopia. BMC Public Health, 22(1), 401.

Savita, R., & Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian Asi Eklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan The Relationship of Maternal Employment, Gender, and ASI Eklusif with Incident of Stunting inToddler Aged 6-59 Months. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang, 8(1), 6–13.

Sekarini, S. (2022). Kejadian Stunting Pada Balita Ditinjau Dari Karakteristik Umur Dan Jenis Kelamin. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 12(1), 8–12.

Sekretariat BKKBN. (2023). Laporan Pps Sem 1 23. Laporan Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting Semester Pertama Tahun 2023, 2.

SETia, A., Shagti, I., Boroa, R. M., Adi, A. M., Saleh, A., & Amryta, P. (2020). The effect of family-based nutrition education on the intention of changes in knowledge, attitude, behavior of pregnant women and mothers with toddlers in preventing stunting in Puskesmas Batakte. Kupang Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia Working Area. People, 16, 48–55.

Setiyawati, M. E., Ardhiyanti, L. P., Hamid, E. N., Muliarta, N. A. T., & Raihanah, Y. J. (2024). Studi Literatur: Keadaan Dan Penanganan Stunting Di Indonesia. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 8(2), 179–186.

Sutopo, B., & W, R. D. T. (2021). Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pendampingan Parenting bagi Masyarakat Desa Ketro. Jurnal Abdidas, 2(6), 1301–1310. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i6.470

Syahruddin, A. N., Ningsih, N. A., & Menge, F. (2022). Hubungan kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 6-23 bulan. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 327–332.

Winowatan, G., Malonda, N. S. H., & Punuh, M. I. (2017). Hubungan antara berat badan lahir anak dengan kejadian stunting pada anak batita di wilayah kerja puskesmas sonder kabupaten Minahasa. Kesmas, 6(3).

Published
2025-04-01
How to Cite
Marini, R., Wisnuwardani, R. W., & Rohmah, N. (2025). Factors Influencing the Incidence of Stunting: A case-control study at Balikpapan Primary Healthcare. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(2), 37-44. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i2.5112