Penatalaksanaan Holistik Pasien 51 Tahun dengan Obese Derajat II, Hiperurisemia, Diabetes Melitus dan Hipertensi Derajat II melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga

  • Ester Krisdayanti Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: diabetes melitus, dokter keluarga, hipertensi, hiperurisemia, obese

Abstract

Prevalensi obese di seluruh dunia makin meningkat, sejak tahun 1975 sampai 2016 diperkirakan terjadi kenaikan hampir tiga kali lipat. Pada 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia di atas 18 tahun mengalami overweight dan lebih dari 650 juta di antaranya mengalami obese Seseorang yang obese cenderung lebih tinggi memiliki risiko untuk terjadinya penyakit tidak menular (PTM), seperti pada kondisi pasien pada jurnal ini. Adanya obese, hiperurisemia, diabetes melitus dan hipertensi dapat menurunkan produktivitas dan menurunkan kualitas hidup individu serta merupakan penyakit tidak menular yang perlu dilihat dari berbagai aspek dalam penatalaksanaannya secara holistik dan komprehensif, patient center, family appropried secara literatur berdasarkan EBM. Analisis studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Keluhan pundak terasa nyeri sejak tiga minggu terakhir, nyeri pada jari-jari tangan dan kaki membaik. Kekhawatiran pasien penyakit yang tidak bisa sembuh sudah berkurang. Harapan pasien akan pengetahuan mengenai penyakitnya lebih dalam dan mendapatkan obat yang tepat telah terjawab. Penatalaksaan secara holistik dan komprehensif, patient center, family appropried dengan pengobatan secara teratur sesuai EBM diperlukan agar dapat mengontrol tekanan darah dan kadar gula dan asam urat serta merubah perilaku pasien sehingga dapat mencegah komplikasi.

References

Association, A. D. (2017). Standard of Medical Care in Diabetes. J clin Appl Res Educ, (pp. 1-130). America.

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang. Kemenkes RI.

JNC 8, J. (2016). JNC 8: Evidence-based Guideline Penanganan Pasien Hipertensi Dewasa. J Cermin Dunia Kedokteran, 43(1), 54-59.

PERKENI. (2015). Panduan Pengelolaan Dislipidemia Panduan Pengelolaan Dislipidemia. PERKENI (pp. 1-110). Jakarta: PERKENI.

PERKI. (2015). Pedoman Tatalaksana Hipertensi pasa Penyakit Kardiovaskular Edisi pertama. PERKI (pp. 1-200). Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

RISKESDAS. (2013). Laporan riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Balitbangkes.

RISKESDAS. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Rotchenbacher, D. (2011). Frequency and risk factors of gout flares in a large population-based cohort of incident gout. J Rheumatol, 50.

WHO. (2016). Obesity and overweight. WHO.int. (p. 100). USA: WHO.

Zuraida, Reni., dkk. (2019). Penatalaksanaan Holistik Diabetes Melitus dengan Komplikasi Ulkus. J Agromedicine, 6(2), 416-427.

Published
2022-02-20
How to Cite
Krisdayanti, E. (2022). Penatalaksanaan Holistik Pasien 51 Tahun dengan Obese Derajat II, Hiperurisemia, Diabetes Melitus dan Hipertensi Derajat II melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 221-232. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.764