Metode Survei Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes dengan Pengukuran Density Figure

  • Mega Rusdiyanti Ramadhan Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Maharani Amanulloh Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Ester Krisdayanti Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: demam berdarah dengue, container index, house index, breteu index, density figure

Abstract

Demam berdarah dengueadalahmerupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk Aedesaegypti serta Aedes albopictus betina. Virus ini akan berkembang biak dalam sistim retikuloendotelial di dalam tubuh manusia. APC (AntigenPresenting Cells) adalah target utama virus dengue yang pada umumnya berupa monosit atau makrofag jaringan seperti sel Kupffer dari hepar dapat juga terkena. Virus bersirkulasi dalam darah perifer di dalam sel monosit/makrofag, sel limfosit B dan sel limfosit T. Viremia akan timbul pada saat menjelang gejala klinik, pada umumnya hingga 5-7 hari setelahnya. Literature review ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang metode survei jentik nyamuk Aedes sp yang terdiri dari Container index, House index,  Breteu index untuk dapatmengetahui faktor resiko terjadinya penularan infeksi dengue yang dilakukan dengan melakukan observasi rumah.Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelusuran artikel melalui database NCBI dan Google Scholar. Tahun penerbitan sumber pustaka adalah dari tahun 2005 sampai 2019 dengan 20 sumber pustaka.Tema dalam artikel yang dikumpulkan yaitu terkait metode survei jentik nyamuk Aedes sp yang diukur kepadatannya dengan Density figure. Hasil dari sintesa artikel yang telah ditemukan yaitu Semakin tinggi angka density figure, semakin berisiko dalam penularan penyakit infeksi dengue.

Kata kunci : demam berdarah dengue, container index, house index,  breteu index, density figure

 METHODS OF AEDES MOSQUITO DENSITY SURVEY WITH MEASUREMENT DENSITY FIGURE

ABSTRACT

Dengue hemorrhagic fever is an acute disease caused by a viral infection carried by female Aedes aegypti and female Aedes albopictus. This virus will multiply in the reticuloendothelial system in the human body. APC (AntigenPresenting Cells) are the main target of dengue viruses which are generally in the form of monocytes or tissue macrophages such as Kupffer cells from the liver can also be affected. The virus circulates in peripheral blood in monocyte / macrophage cells, B lymphocyte cells and T lymphocytes. Viremia will occur just before clinical symptoms, generally up to 5-7 days afterwards. This literature review aims to provide information about the Aedes sp mosquito larvae survey method which consists of a Container index, House index, and Breteu index to be able to determine the risk factors for dengue infection transmission by observing the house. The method used in this article is article search through the NCBI database and Google Scholar. The year of publication of library resources is from 2005 to 2019 with 20 library sources. The theme in the article collected is related to the Aedes sp mosquito larvae survey method whose density is measured with a Density figure. The results of the synthesis of articles that have been found are the higher the density figure, the more risky the transmission of dengue infection.

Keywords: dengue hemorrhagic fever, container index, house index,  breteu index, density figure

References

Brunkard, Joan Marie, et., al. 2004. Dengue fever seroprevalence and risk factors.Texas Mexico Border

Depkes RI. 2005. Pencegahan dan pemberantasan Demam berdarah dengue. Jakarta: Direktorat Jendral P2 & PL.

Depkes RI. 2007. Pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral P2 & PL.

Depkes RI. 2010. Demam berdarah dengue: Buletin jendela epidemiologi, 2. Jakarta: Ditjen PPM dan PL.

Dinkes Bandarlampung. 2018. Profil kesehatan tahun 2018. Bandarlampung.

Hastuti. 2008. Demam berdarah dengue. Penyakit dan pencegahanya. Yogyakarta: Kanisius Indonesia.

Kemenkes RI. (2010). Peraturan menteri kesehatan republic indonesia nomor 374 tahun 2010 tentang pengendalian vektor. Jakarta.

Kemenkes RI. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2018. Jakarta.

Misnadiarly. 2009. Demam berdarah dengue (DBD). Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Queensland Government. 2011. The queensland dengue management plan 2010 2015. Fortitude Valley: Queensland Health.

Roose, A. Hubungan Sosiodemografi dan Lingkungan Dengan Kejadian Demam Dengue Berdarah (DBD) Di Kecamatan Bukit Raya Kota PekanBaru Tahun 2008. Medan: USU Repository. 2008.

Sitorus. 2005. Strategi pencegahan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) melalui pendekatan faktor risiko di kota medan. Medan: USU.

Suharmiati, Handayani L. 2007. Tanaman obat dan ramuan tradisional untuk mengatasi demam berdarah dengue. Cetakan I. Jakarta: Agro Media Pustaka. 22-23.

Sumekar DW. 2007. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes sp di kelurahan rajabasa. Seminar hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bandarlampung: Unila.

Sutaryo. 2005. Dengue. Yogyakarta: Medika FK UGM.

Sutrisna, Bambang. 2010. Pengantar metode epidemiologi. Jakarta: Dian Rakyat.

Suyasa et., al. 2007. Hubungan faktor lingkungan dan perilaku masyarakatdengan keberadaan vektor demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja puskesmas 1 Denpasar Selatan. Jurnal Ecothropic. vol 3. 1-6.

Wati, Widia Eka. 2009. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan. Semarang: Fakultas Ilmu Kesehatan UMS.

WHO. 2005. Pencegahan dan pengendalian dengue dan demam berdarah dengue. Panduan lengkap. Alih Bahasa: Palupi Widyastuti. Editor Bahasa Indonesia: Salmiyatun. Jakarta: EGC.

WHO. 2011. Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever. Revised and expanded edition. India: WHO. 18-24.

Widiyanto T. 2007. Kajian manajemen lingkungan terhadap demam berdarah dengue (DBD) di kota Purwokerto Jawa Tengah. Semarang: Program Pascasarjana, Undip.

Yuniarti. 2009. Hubungan iklim (curah hujan, kelembaban dan suhu udara) dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jakarta Timur tahun 2004-2008. Jakarta: UI.

Published
2019-11-30
How to Cite
Ramadhan, M., Amanulloh, M., & Krisdayanti, E. (2019). Metode Survei Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes dengan Pengukuran Density Figure. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 109-114. https://doi.org/10.37287/jppp.v1i1.30