Manajemen Perawatan Pasien dengan Penurunan Curah Jantung ET Causa Non-ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) Killip 3 di Ruang ICCU
Abstract
Non ST segment elevation myocardial infarction merupakan sindrom koroner akut akibat iskemia miokard tanpa elevasi segmen ST pada elektrokardiogram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen keperawatan pada pasien dengan Non-ST Segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) Killip 3 di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), khususnya dalam penatalaksanaan risiko penurunan curah jantung serta peran edukasi pola hidup sehat dalam mendukung proses pemulihan dan mencegah kekambuhan. Metode penelitian dengan studi kasus seorang pasien laki-laki, 76 tahun, dengan klasifikasi Killip 3 dirawat di ICCU. Analisis data diambil dari asuhan keperawatan dan intervensi yang diberikan, yaitu pemantauan ketat tanda vital dan elektrokardiogram, terapi farmakologis sesuai pedoman acute coronary syndrome, serta edukasi pola hidup sehat dan dukungan keluarga. Setelah lima hari perawatan intensif, kondisi klinis pasien membaik, namun target luaran intervensi risiko penurunan curah jantung belum teratasi, kondisi ini dikarnakan klasifikasi NSTEMI Killip 3 yang dialami pasien. Klasifikasi Killip 3 yang dialami pasien memerlukan waktu rehabilitasi lebih panjang.
References
Basit, H. … Huecker., M. R. (2025). Non–ST-Segment Elevation Myocardial Infarction. StarPearls.
Cohen, M., & Visveswaran, G. (2020). Defining and managing patients with non-ST-elevation myocardial infarction: Sorting through type 1 vs other types. Clinical Cardiology, 43(3), 242–250. https://doi.org/10.1002/clc.23308
Firdaus, D. I. … POKJA, P. N. C. & C. I. (2016). Panduan praktik klinis (ppk) dan clinical pathway (cp) penyakit jantung dan pembuluh darah.
Goyal, A., & Zeltser., R. (2022). Unstable Angina. In StatPearls [Internet]. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK442000/
Guo, W. … Zheng, X. (2022). Sex Differences in Characteristics, Treatments, and Outcomes Among Patients Hospitalized for Non-ST-Segment-Elevation Myocardial Infarction in China: 2006 to 2015. Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, 15(6), E008535. https://doi.org/10.1161/CIRCOUTCOMES.121.008535
Jentzer, J. C. (2020). Understanding Cardiogenic Shock Severity and Mortality Risk Assessment. Circulation: Heart Failure, 13(9), E007568. https://doi.org/10.1161/CIRCHEARTFAILURE.120.007568
Kansal, A. … Fanaroff, A. C. (2021). Electronic Health Record Integration of Predictive Analytics to Select High-Risk Stable Patients With Non-ST-Segment-Elevation Myocardial Infarction for Intensive Care Unit Admission. Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, 14(4), E007602. https://doi.org/10.1161/CIRCOUTCOMES.120.007602
Khoiriyati, A. … Afik, A. A. (2021). Patient’s transition experiences from hospital to home after an acute cardiac event. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(T4), 27–34. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.5755
Malasari, P. N. … Sholehah, B. (2024). Penerapan Perawatan Jantung untuk Penurunan Curah Jantung pada Pasien di RSUD Sidoarjo. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 5(2), 299–306. https://doi.org/10.33650/trilogi.v5i2.8619
Montoy, J. C. C. … Hsia, R. Y. (2021). Impact of st-segment–elevation myocardial infarction regionalization programs on the treatment and outcomes of patients diagnosed with non–st-segment–elevation myocardial infarction. Journal of the American Heart Association, 10(3), 1–15. https://doi.org/10.1161/JAHA.120.016932
Ni Kadek Ayu Kurniyati … Munawwarah, M. (2023). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Coronary Artery Disease (Cad) Iskemik Anteroseptal Di Rs Paru Rotinsulu Bandung. Indonesian Journal of Physiotherapy, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.52019/ijpt.v3i1.4286
Nugraha, Y. O., & Trihartanto, M. A. (2021). Non-St Segment Elevation Myocardial Infraction Dengan Alkoholisme Dan Kebiasaan Merokok Berat. Proceeding Book National Symposium and Workshop Continuing Medical Education XIV., 576–586.
PERKI. (2015). Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Edisi Ketiga.
PERKI. (2022). Panduan Prevensi Penyakit Kardiovaskular Arterosklerosis. In Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.
PERKI, 2023. (2023). Pedomam Tatalaksana penyakit gagal jantung. In NBER Working Papers. http://www.nber.org/papers/w16019
PPNI. (2016). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Definisi dan Indikator Diagnostik (DPP PPNI (ed.); Edisi 1).
PPNI. (2018a). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (DPP PPNI (ed.); Edisi 1).
PPNI. (2018b). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (DPP PPNI (ed.); Edisi 1).
Prakoso, I. A. … Kathrine, M. (2025). Laporan Kasus Non-ST Elevation Myocardial Infarction ( NSTEMI ) Dengan Manifestasi Atipikal : Tantangan Diagnostik Dan Penatalaksanaan di Fasilitas Kesehatan Dengan Keterbatasan Diagnostik. 7(2), 540–552.
Pratama, D. A. … Alwi, I. (2024). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Kronik Fraksi Ejeksi Terjaga (HFpEF) Rawat Jalan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 11(1). https://doi.org/10.7454/jpdi.v11i1.1553
Tessy, D. B. … Cool, C. J. (2021). Characteristics of In-Hospital Mortality among Patients with Acute Coronary Syndrome: A Single-Center Study in West Java, Indonesia. Althea Medical Journal, 8(2), 99–103. https://doi.org/10.15850/amj.v8n2.2281
Xiao, L. … Zhao, Q. (2018). Health-promoting Lifestyle in Patients after Percutaneous Coronary Intervention. KCJ Korean Circulation Jurnal, 507–515. https://doi.org/doi: 10.4070/kcj.2017.0312. PMID: 29856145; PMCID: PMC5986750.
Yuvindananti. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Diagnosa Medis NSTEMI (Non-ST Segment Eelevation Myocardial Infarction) di Ruang ICCU RSU Haji Surabaya. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405.



