Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Postpartum Blues: Literature Review
Abstract
Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang terjadi pada ibu pasa melahirkan. Hal ini dapat berdampak negatif pada psikologis ibu kedepannya, karena bila tidak tertangani dengan baik akan berubah menjadi depresi postpartum dan bisa membahayakan nyawa ibu dan bayi. WHO menjelaskan prevalensi kejadian postpartum blues di dunia 30-75% dan ini berlangsung selama 3-4 hari dan memuncak pada hari ke lima postpartum. Sementara di Indonesia prevalensi kejadian postpartum blues adalah 50%- 70%. Gejala yang timbul biasanya ibu lebih mudah menangis, cemas, sulit tidur dan cenderung menyalahkan diri sendiri. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya postpartum blues pada ibu nifas. Penelitian ini merupakan literature review dengan menggunakan beberapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan peneliti dan menggunakan rentang tahun 2019-2024.Terdapat 4 artikel yang relevan sesaui dengan kriteria yang peneliti tentukan. Hasil kajian literatur dapat disipulkan bahwa factor penyebab ibu mengalami postpartum blues yaitu kurangnya dukungan orang terdekat/keluaraga, kondisi fisik ibu pasca melahirkan/kelelahan, mitos/larangan tentang ibu pasca melahirkan, komentar orang tentang ibu dan adaptasi terhadap kehadiran bayi. Dukungan sosial baik dari orang terdekat, keluarga serta orang-orang sekitar memiliki peran paling penting dalam meminimalisir dampak gejala postpartum blues pada ibu nifas.
References
Ariesca, R., Helina, S., & Vitriani, O. (2019). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Postpartum Blues Di Klinik Pratama Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Jurnal Proteksi Kesehatan,7(1).
Harianis, S., & Sari, N. I. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Post Partum Blues. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 6(1), 85–94.
Hafsa, A. (2022). Gambaran Post Partum Blues pada Primipara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 8039–8042.
Hidayat, A. A. (2018). Pengantar Buku Keperawatan Anak. Dripa Sjabarna
Hutagaol. (2019). Hubungan Dukungann Suami dengan Kemauan Ibu Memberikan ASI Eksklusif di Puskesmas Tuminting Kecamatan Tuminting. Ejournal Keperawatan (e- Kp), 3(1), 1–7. Retrieved
Dayang Mardhatillah RMP, A. L. A. G. R. (2019). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung Tahun 2019. Repository Poltekes Kaltim.
de Jager, E., Skouteris, H., Broadbent, J., Amir, L., & Mellor, K. (2013). Psychosocial correlates of exclusive breastfeeding: a systematic review. Midwifery, 29(5), 506– 518
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kemenkes RI.
MHI. (2020). Mother Hope Indonesia, Postpartum Blues Syndrome Jakarta
Nichols, M.R., Roux, G.M., & Harris, N.R. (2020). Primigravid and Multigravida Women: Prenatal Perspectives, The Journal of Perinatal Education, 16(2), 21-32.
Ningrum, S. P. (2017). Faktor-Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Postpartum Blues. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 205–218.
Susilawati, B., Dewayani, E. R., Oktaviani, W., & Rahadhian, A. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Post Partum Blues di RS Akademik Universitas Gadjah Mada. Journal of Nursing Care and Biomolecular, 5(1), 77–86.



