Pengaruh Duduk 2 Menit Paska Induksi Spinal terhadap Kejadian Hipotensi Intra Anestesi pada Sectio Caesarea
Abstract
Menurut data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 55% dari semua persalinan adalah operasi Sectio Caesarea. Hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di RSUD Kardinah Tegal didapatkan data rata-rata jumlah pasien SC dengan spinal anestesi pada November - Desember 2021 sebanyak 100 pasien, 96% dengan spinal anestesi. Komplikasi dini pada spinal anestesi adalah 80% hipotensi akibat blokade simpatis. Upaya pencegahan hipotensi intra anestesi dapat dilakukan melalui pendekatan non farmakologis dengan duduk dua menit paska induksi spinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi duduk 2 menit paska induksi spinal anestesi terhadap kejadian hipotensi intra anestesi pada pasien SC di RSUD Kardinah Tegal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Pre- Experimental Design : one-group pretest-posttest. Bentuk desain penelitian ini adalah rancangan pre tes, intervensi (duduk 2 menit paska induksi spinal) dan post tes. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kardinah Tegal pada 2 November 2021 hingga 31 Agustus 2022. Sampel pada penelitian ini adalah pasien SC dengan spinal anestesi di RSUD RSUD Kardinah Tegal berjumlah 78 pasien. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi duduk 2 menit paska induksi spinal memiliki pengaruh kuat untuk mengurangi angka kejadian hipotensi intra anestesi. Dengan hasil menunjukan bahwa nilai signifikasi = 0,000 jauh dibawah <0,05. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian posisi duduk selama 2 menit paska induksi spinal anestesi terhadap kejadian hipotensi intra anestesi pada pasien SC.
References
Agustin. (2013). Faktor Tindakan Persalinan Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(1), 37–43.
Amer, G. F. M., Nouh, E.-D. M. I., & Ali, A. A. E. moteleb A. (2019).
Comparison between 2, 4 and 6 Minute Sitting Positions versus Immediately Lying Down on Hemodynamic Variables, Fluid and Ephedrine Requirement after Spinal Anesthesia in Elective Cesarean Section. The Egyptian Journal of Hospital Medicine, 76(6), 4332–4339. https://doi.org/10.21608/ejhm.2019.43988
Arifin, J., Harahap, M. S., & Sasongko, H. (2013). Anestesiologi. In Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Insentif.
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Renika Cipta.
Butterworth, J. F., Mackey, D. C., & Wasnick, J. (2018). Clinical Anesthesiologi. McGraw-Hill Education.
Dr. dr. Robert Hotman Sirait, S. A. (2020). Pemantauan Hemodinamik. In F. dr. Frits R.W. Suling, Sp.JP (K)., FIHA. (Ed.), FK UKI. UKI Press.
Dyer, R. A., & Reed, A. R. (2010). Spinal hypotension during elective cesarean delivery: closer to a solution. Anesthesia & Analgesia, 111(5), 1093–1095.
James, Duke. (2013). Secrets Anesthesia. Edisi ke-4. Piladhelphia: Molby Elsevier.
Fauzan, R., Tavianto, D., & Sitanggang, R. H. (2016). Pengaruh Duduk 5 Menit Dibanding dengan Langsung Dibaringkan pada Pasien yang Dilakukan Anestesi Spinal dengan Bupivakain Hiperbarik 0,5% 10 mg terhadap Perubahan Tekanan Arteri Rata-rata dan Blokade Sensorik. Jurnal Anestesi Perioperatif, 4(1), 50–55. https://doi.org/10.15851/JAP.V4N1.746
Hajian, P., Nikooseresht, M., & Lotfi, T. (2017). Comparison of 1- and 2-minute sitting positions versus immediately lying down on hemodynamic variables after spinal anesthesia with hyperbaric bupivacaine in elective cesarean section. Anesthesiology and Pain Medicine, 7(2). https://doi.org/10.5812/aapm.43462
Hardani, H., Medica, P., Husada, F., Andriani, H., Sukmana, D. J., Mada, U. G., & Fardani, R. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Issue April).
Hayati, M., Sikumbang, K. M., & Husairi, A. (2016). Gambaran Angka Kejadian Komplikasi Pasca Anestesi Spinal Pada Pasien Seksio Sesaria. Berkala Kedokteran, 11(2), 165–169. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/jbk/article/view/140
Ibrahim, A., Haq, A., Madi, Baharudin, Ahmad, M. A., & Darwati. (2018). Metodologi Penelitian Kuantitatif.pdf (M. S. Dr. ilyas Ismail, M,Pd. (ed.); 1st ed.). Guna Darma Ilmu.
Jović, M., Stošić, B., Videnović, N., Mitić, R., & Stanković, D. (2017). Risk Factors for Hypotension After Spinal Anesthesia. Acta Medica Medianae, 56(2), 105–110. https://doi.org/10.5633/amm.2017.0216
Latif, S. A., Suryadi, K. A., & Dachlan, M. R. (2015). Pentunjuk Praktis Anestesiologi. In FK UI (Kedua, Vol. 13, Issue April). FKUI.
Lubis, B., Mursin, C. M., & Solihat, Y. (2013). Perbandingan Efek Analgesia Dan Kejadian Hipotensi Akibat Anestesi Spinal Pada Operasi Bedah Sesar Dengan Bupivakain 0 . 5 % Hiperbarik 10.
M. Sopiyudin Dahlan. (2016). Besar Sample dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Edisi 4 Seri Evidence Based Medicine 2. In Epidemiologi Indonesia.
Magarita Rehatta, N., Hanindito, E., Tantri, A. R., Redjeki, I. S., Sunarto, R. F., Yulianti, B. D., Muba, A. M. T., & Lestasi, M. I. (2019). Anestesiologi dan Terapi Intensif.pdf (1st ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Medika, M., & Pramono, A. (2011). Komplikasi Anestesia Regional pada Pasien Sectio Caesaria di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Complications Associated with Regional Anesthesia in Cesarean Section Patient in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. 11(1), 31–36.
Muhiman, M., Thaib, M. R., Sunartio, S., & Rusla. (2011). Anestesiologi (empat). CV. Infomedika Jakarta.
Mulyono, I., Mahdi Nugroho, A., & Kurnia, A. (2017). Faktor Prognostik Kejadian Hipotensi pada Ibu Hamil yang Menjalani Operasi Sesar Dengan Anestesia Spinal. Anesthesia & Critical Care, 35 (2), 103–110.
Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis.
Obetnego, A. N., Harmilah, & Istianah, U. (2017). Hubungan Ketinggian Blok Dengan Komplikasi Dini Spinal Anestesi di RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo Kota Purwokerto Propinsi Jawa Tengah. 53(9), 1689–1699.
Rehata, N. M., Hanindito, E., Tantri, A. R., Redjeki, I. S., Sunarto, R. ., Bisri, D. Y., Musba, A. . T., & Lestari, M. I. (2019). Anestesiologi dan Terapi Intensif (1st ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Ronny (2010). Fisiologi Kardiovaskuler. Buku Kedokteran Jakarta: EGC.
Salinas FV. (2009) Spinal anesthesia. A practical approach to regional anesthesia. Edisi ke 4. New York: Lippincott Williams & Wilkins.
Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan: CV. ALFABET.
Tanambel, P., Kumaat, L., & Lalenoh, D. (2017). Profil Penurunan Tekanan Darah (hipotensi) pada Pasien Sectio Caesarea yang Diberikan Anestesi Spinal dengan Menggunakan Bupivakain. E-CliniC, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.35790/ecl.5.1.2017.15813
Tatang Bisri. (2018). Obstetri Anestesi (Lima). FK UNPAD.
Widjayanti, T. B. (2020). Karakteristik Ibu melahirkan Sectio Caesaria Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Profit X di sekitar Jakarta. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 4(1), 23–28. https://doi.org/10.7454/epidkes.v4i1.3699
Wong, C. A. (2011). Spinal And Epidural Anesthesia. Medical.
Yurniati dan Resky. (2017). Hubungan Penyulit Persalinan Dengan Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat Periode Januari-Mei 2017. Jurnal Ilmiah Media Bidan, 2(2), 1–9.http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downloadArticleFile.do?attachType=PD F&id=9.



