Efektifitas Inhalasi Buatan Eucaliptus Mengatasi Gejala Batuk pada Era Covid 19

  • Juliana Saputri Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Annisa Oktavia Pradini Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Erna Astuti Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Ferra Yuliana Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Rusni Masnina Julianasaputrirachmat@gmail.com
  • Enok Sureskiarti Rusni Masnina
Keywords: inhalasi buatan, eucalyptus, minyak kayu putih

Abstract

Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) adalah pandemic global sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pertama kali muncul di wuhan, hubei, cina dan kemudian menyebar keseluruh dunia melalui tetesan pernafasan, kontak dan rute fekal-oral. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu dan batuk. Sebagian besar pasien infeksi saluran pernafasaan ataupun penyakit paru obstruktif kronis mengalami hipersekresi secret, dimana reflek batuk meningkat dan terjadi sesak nafas. Efek dari batuk sendiri adalah mengeluarkan droplet dimana kemungkinan menjadi sumber infeksi, oleh karena itu langkah sederhana dengan mengatasi gejalah batuk dan bersin dengan benar akan memutus rantai penularan dari Covid-19. Penggunaan terapi steem inhalation aroma therapic diharapkan mengatasi masalah batuk yang hingga ke sputum dan mengatasi masalah kebersihan jalan nafas. Dalam studi kasus keperawatan bahwa pemberian inhalasi uap mengencerkan dahak dan membantu dahak keluar dengan mudah . Penggunaan inhalasi akan lebih nyaman digunakan jika digunakan aromaterapi dari minyak astiri, dimana minyak astiri juga memiliki banyak kelebihan. Minyak atsiri yang diperoleh dari kayu putih (Eucalyptus globulus) secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit pernapasan. Tujuan kegiatan untu memberikan pengetahuan tentang inhlasi buatan agar warga mampu mengurangi gejala batu ataupun gangguan pernapasan lainnya. metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi dan Observasri. Sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan bantuas yang terdiri dari 4 orang yang baik itu laki-laki maupun perempuan. Hasil pemberian inhalasi buatan dengan eucaliptus efektif untuk meredakan serangan batuk, meredakan tenggorokkan, sekret berkurang, dan meningkatkan rasa nyaman.

References

Icca Narayani Pramudaningsih & Erlina Afriani (2019). Pengaruh Terapi Inhalasi Uap Dengan Aromaterapi Eucalyptus Dengan Dalam Mengurangi Sesak Nafas Pada Pasien Asma Bronkial Di Desa Dersalam Kecamatan Bae Kudus. Jurnal Profesi Keperawatan. Vol. 6 No.1 januari 2019. P-issn 2355-8040.
Hatem Sameir Abbass (2020) Minyak Esensial Eucalyptus; Penggunaan Off-Label Untuk Melindungi Dunia Dari Pandemi Covid-19: Hipotesis Berbasis Review. Volume 5, edisi 4.
Putri, A. P. (2016). Pengaruh Chest Therapy Terhadap Penurunan Respiratory Rate Pada Balita Dengan Bronkitis Di RS Trihars Surakarta. Jurnal Keperawatan, 2(1).
Zulnely, Z., Gusmalina, & Kusmiati, E. (2015). Prospek Eucaliptus citriodora sebagai minyak atsiri potensial. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Universitas Sebelas Maret, 1, 120–126
Zulfa Auliyati Agustina & Suharmiati (2017). Pemanfaatan Minyak Kayu Putih (Melaleuca leucadendra Linn) sebagai Alternatif Pencegahan ISPA: Studi Etnografi di Pulau Buru. Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol.7 No.2-Agustus 2017:120-126 p-ISSN: 2085-675X
Published
2021-10-26
How to Cite
Saputri, J., Pradini, A., Astuti, E., Yuliana, F., Masnina, R., & Sureskiarti, E. (2021). Efektifitas Inhalasi Buatan Eucaliptus Mengatasi Gejala Batuk pada Era Covid 19. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat, 1(1), 91-96. Retrieved from https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/PSNPKM/article/view/628