Pendidikan Kesehatan Masyarakat dengan Senam Asam Urat dan Pemberian Jus Nanas sebagai Penurun Kadar Asam Urat
Abstract
Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sebagian besar terjadi pada laki – laki dan perempuan pada masa usia lanjut. Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan monosodium urate monohydrate crystals pada sendi dan jaringan ikttophi. Asam urat dibagi menjadi dua bagian yaitu akut dan kronik. (Wiraputra, 2017). Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya asam urat yaitu karena mengkonsumsi makanan tinggi purin seperti (jeroan hati, limpa, usus babat, otak, daging, kaldu daging yang kental, seafood) selain itu terdapat juga faktor lain seperti mengkonsumsi alkohol, obesitas, kurang beristirahat serta aktivitas yang berat. Metode yang digunakan adalah cek kesehatan, edukasi kepada masyarakat, pemberian jus nanas, dan mengaplikasikan senam ergonomik bersama masyarakat dengan pendampingan oleh tim pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan seperti timbang berat badan, cek tekanan darah, asam urat dan GDS. Edukasi yang dilakukan menggunakan media leaflet, video, ceramah dan praktik secara langsung senam ergonomik. Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan pengabdian masayarakat ada 63 masyarakat, pemeriksaan kesehatan meliputi : timbang berat badan, asam urat, dan GDS dari 63 masyarakat terdapat 6 masyarakat dengan peningkatan tekanan darah, 13 masyarakat dengan peningkatan asam urat dan 7 masyarakat dengan peningkatan GDS. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemeriksaan kesehatan, pemaparan materi atau edukasi tentang asam urat, senam ergonomik dan pemberian jus nanas sebagai penurun kadar asam urat di Desa Pulerejo Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali memiliki kesimpulan : peserta atau masyarakat setempat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, mampu meningkatkan pengetahuan seputar asam urat, mampu melakukan senam ergonomik dan pembuatan jus nanas sebagai penurun kadar asam urat secara mandiri, kegiatan senam ergonomik dapat dilaksanakan seminggu 2 kali dengan durasi 5 – 7 menit dan jus nanas dapat dikonsumsi selama 7 hari berturut – turut setiap pagi setelah makan.
References
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/31613
Purwandari, N. P. (2022). Gambaran pola makan pada penderita asam urat di desa gondang manis. Jurnal Profesi Keperawatan (JPK), 9(1), 34-43.
https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=pola+makan+untuk+penderita+asam+urat&btnG=#d=gs_qabs&t=1696414831489&u=%23p%3DU1YDwiprWxsJ
Pratama, SA (2023). Pemberian Jus Nanas kepada Bapak AS dengan Diagnosis Asam Urat di Desa Sungai Asam Kecamatan Karang Intan: Studi Kasus. Nerspedia , 5 (3), 265-272.
https://scholar.google.com/scholar?as_ylo=2023&q=pembuatan+jus+nanas+untuk+asam+urat&hl=id&as_sdt=0,5#d=gs_qabs&t=1696332201281&u=%23p%3DOCnUZambjZIJ
Sari, I. P. T. P. (2013). Pendidikan kesehatan sekolah sebagai proses perubahan perilaku siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 9(2).
https://doi.org/10.21831/jpji.v9i2.3017
Saragih, M., Gultom, R., & Sipayung, R. (2020). Penanganan asam urat dengan latihan senam ergonomik pada lansia di kelurahan gaharu kecamatan medan timur. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 172-175.
https://doi.org/10.32696/ajpkm.v4i2.520
Salsa, M., & Haeriyah, S. (2021). Pengaruh Jus Nanas Madu Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Arthritis Gout Di Wilayah Puskesmas Rajeg Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 1(6), 91-94.
https://www.nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/index
Widiyanto, A., & Alviani, E. L. . (2023). Implementasi Pemberian Sawi Putih Gulung Tahu “Saluhu“ Sebagai Terapi Non Farmakologi Pencegahan Osteoporosis Di Dusun Ngablak, Kemuning, Ngargoyoso Karanganyar . Jurnal Pengabdian Komunitas, 2(01), 8–15. Retrieved from https://jurnalpengabdiankomunitas.com/index.php/pengabmas/article/view/26
