Penatalaksanaan Keperawatan Luka Ulkus DM Dengan Menggunakan Dressing Madu di Wilayah Bekasi Timur
Abstract
Jumlah penderita luka kronik setiap tahun semakin meningkat Prevalensi penderita ulkus diabetika di Indonesia sekitar 15.00%, angka amputasi 30.00%, angka kematian 32.00% dan ulkus diabetika merupakan sebab perawatan rumah sakit terbanyak sebesar 80.00% untuk diabetes mellitus. Angka kematian dan angka amputasi masih cukup tinggi, masing-masing sebesar 32.50% dan 23.50% Prevalensi penyakit DM ini di kota bekasi mencapai 3.900 kasus menurut data dinas kesehatan. Wilayah Bekasi Timur dalam hal ini Binaan Puskesmas Bekasi Jaya, Karang Kitri dan Duren jaya menjadi area pengabdian masyarakat Keperawatan luka,karena di temukannya kasus LukaUlkus diabetikum yang kronis. Diperlukannya penatalaksanaan keperawatan luka ulkus diabetikum dengan dressing madu yang menjadi sasaran topik pengabdian masyarakat
References
Brunner, Suddarth. (2014). Keperawatan medikal bedah. Jakarta. Buku kedokteran EGC.
Ekaputra Erfandi. (2013). Evolusi manajemen luka. Jakarta: CV trans nfo media.
Fasmita Wirda. (2016). Tindakan Perawatan Luka Pada Pasien Fraktur Terbuka Terhadap Penyembuhan Luka Di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2015. Medan : Akper Sehat, Vol 2 (2).
Gunawan Nina Amelia. (2017). Madu: Efektivitasnya untuk Perawatan Luka. Jakarta. RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Indonesia, Vol 44 (2).
Kalangi Sonny J.R. (2012). Khasiat Madu Pada Penyembuhan Luka Kulit. Manado : Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Vol 4 (3).
