Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat melalui Kelas Prenatal Care and Family dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten TTU
Abstract
Stunting adalah gagal tumbuh dan gagal berkembang yang dialami oleh anak-anak karena buruknya asupan nutrisi, infeksi berulang dan stimulus psikososial yang tidak memadai. Salah satu langkah yang cukup strategis untuk pencegahan stunting adalah melalui Kelas Prenatal Care and Family yang baik sesuai dengan konsep kesehatan yaitu pemberdayaan keluarga (Empowerment) dan partisipasi masyarakat (Community Participation) (Kemenkes, 2011). Bentuk pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting adalah dengan memberikan intervensi mulai dari remaja puteri, Pasangan usia subur, ibu hamil, melahirkan, bayi baru lahir, nifas dan baduta (bawah dua tahun) dalam 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Fokus intervensi untuk pencegahan stunting yang diberikan pada 11 ibu hamil, keluarga dan masyarakat adalah : (1) Recruitmen Keluarga/ kader/Pendamping ibu hamil/sahabat ibu hamil (2) Kelas Pre Natal Care and Family dengan Promosi kesehatan tentang tanda- tanda bahaya kehamilan, Perawatan Ibu selama hamil, melahrkan dan Nifas, Pendampingan melahirkan di faskes, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Teknik Menyusui yang benar, ASI Eksklusif dan KB. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan, keterampilan teknik menyusui yang benar dan rencana pendampingan ibu hamil sampai 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting. Model Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat direplikasi di Desa lain di Wilayah Puskesmas Sasi dan di lokasi lain, agar Keluarga dan Kader mempunyai kemampuan dalam melakukan Promosi kesehatan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan stunting.
References
Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2014). Gizi dan Kesehatan Balita Peranan Micro Zinc pada Pertumbuhan Balita. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Arisman. (2009). Gizi dalam Kehidupan : Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Bobak, Jensen, Lowdermilk, (2005),. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Edisi 4), Jakarta. EGC.
Cunningham dan Garry F. Obstetri Williams. (2001). Edisi 21 Vol 2 [Hartono et al., trans]. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Departemen Kesehatan RI. (2000). Pedoman Pemantauan Konsumsi Gizi. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta: Departemen Kesehatan.
Departemen Kesehatan RI. (2009). Pelatihan kelas Ibu Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita untuk Petugas Kesehatan (Buku Pegangan pelatih), Depkes RI
Departemen kesehatan RI. (2009). Pegangan fasilitator kelas Ibu Hamil. Depkes RI
Mariliynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan Jakarta : EGC
Departemen Kesehatan R.I. (2001). Program Penanggulangan Anemia Gizi pada Wanita Usia Subur (WUS); (Safe Motherhood Project: A Partnership and Family Approach). Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes
Friedman (1998). Keperawatan Keluarga. Alih Bahasa Debora I, Asy Yoakim Jakarta, EGC.
Kemenkes RI, (2010). Buku Saku Pelayanan Kesehatan neonatal Essensial. Kemenkes RI
Kemenkes. (2014). Situasi dan Analisi ASI Ekslusif. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Manuaba (2010). IlmuKebidanan, Kandungan, dan KB. Jakarta, EGC.
Ramayulis R. (2010). Menu dan Resep untuk ibu Menyusui, Jakarta. Penebar Plus.
Salmariantity. (2012). Faktor- faktor yangBerhubungan dengan Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2012. Jakarta: FK UI.
Susiloningtyas, I. (2018). Pemberian Zat Besi (Fe) dalam Kehamilan, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang https://media.neliti.com/media/publications/219937-pemberian-zat-besi- fe dalam- kehamilan.pf
Winkjosastro Hanifa. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta Penerbit Buku Kedokteran EGC.
