Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Implementasi Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Mendukung Kesembuhan Tuberculosis di Poli Paru Rs X
Abstract
Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi pengobatan TB adalah angka keberhasilan pengobatan (Success Rate). Prosentase success rate keberhasilan pengobatan TB Paru BTA positif tercatat pada tahun 2018 di Kota Depok sebesar 84.37%. Salah satu strategi mencapai angka keberhasilan pengobatan dengan menjamin keteraturan pasien TB adalah melalui optimaslisasi peran Pengawas Menelan Obat (PMO) yang mendukung pasien. Saat ini belum ada penelitian tentang faktor yang berhubungan dengan peran PMO dalam mendukung pengobatan pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan implementasi peran pengawas menelan obat (PMO) dalam mendukung kesembuhan TB di poli paru RS X Depok. Desain penelitian deskripsi analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan dua cara yaitu pengisian kuesioner secara tatap muka dengan mengindahkan protokol kesehatan dan pengisian kuesioner dengan menggunakan gform. Teknik purposive sampling digunakan untuk mencari responden yang memenuhi kriteria inklusi PMO pasien TB di poli paru RS X Depok yang menjalani pengobatan bulan kedua dan mampu memahami bahasa Indonesia, serta kriteria eksklusi bukan PMO pada diri sendiri. Total sampel didapat 59 orang. Teknik Analisa univariat yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan uji Kendal Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan karakteristik PMO yaitu usia (p-value = 1.000), jenis kelamin (p-value = 0.712), pendidikan (p-value = 0.347), hubungan responden terhadap pasien (p-value = 0.675), sosial ekonomi (p-value = 0.715), riwayat PMO (p-value = 0.972), pengetahuan (p-value = 0.459) dengan implementasi peran PMO.
References
A. Wawan, & Dewi. M. (2010). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Addy, S. A., Osel, E., & dkk. (2019). Community Contribution to Tuberculosis Care in the Krachi West District of Ghana : A Qualitative Study. Hindawi, Tuberculosis Research and Treatment, 9.
Agustini, A. (2019). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Pendapatan Income Statistics February 2019. Jakarta: BPS RI.
Budiyanti, R. T. (2019). Pemilihan Jenis Kelamin Anak dengan Teknologi Reproduksi Bantuan (Dalam Perspektif Etika dan Hukum di Indonesia. Yogyakarta: PT. Leutika Nouvalitera.
Dewit, S., & Kumagai, C. (2013). Medical - Surgical Nursing Concepts & Practice 2nd Edition. St. Louis, Missouri: Elsevier.
Fadhilah, N. (2016). Hubungan Karakteristik Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Berobat Pasien Tuberculosis Di Puskesmas Pragaan . Jurnal Berkala Epidemiologi, 13.
Fandinata , S. S., & Darmawan, R. (2019). Hubungan Antara Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru Kategori I. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 10.
Hary, W. S. (2013). Prinsip - Prinsip Biostatistika Dan Aplikasi SPSS Pada Ilmu Keperawatan. Jakarta: In Media.
Imron, I. F., & Aka, K. A. (2018). Fenomena Sosial. Banyuwangi: LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.
Jiwantoro, Y. A. (2017). Riset Keperawatan Analisis Data Statistik Menggunakan SPSS. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Kamil, M. R. (2019). Keputusan Gubernur Jawa Barat : Upah Minimum Kabupaten / Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Bandung: Gubernur Jawa Barat.
Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2014. Jakarta: https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.html.
Kemenkes RI. (2016). 2015 Profil Kesehatan Indonesia . Jakarta: https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.html.
Kemenkes RI. (2017). Pedoman Dan Standar Etik Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Nasional : Komisi Etik Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Nasional ; https://www.google.com/search?q=kemenkes+2017+tentang+etik+penelitian&oq=kemenkes+201. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2018). Modul I Kebijakan Penanggulangan Tuberculosis. Jakarta: Kemenkes RI Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi.
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.html.
BIBLIOGRAPHY Manurung, M., & dkk. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis (TB) Paru. JOM FKp, Vol.& No.1 (Januari - Juni) 2020, 7.
Neolaka, A., & Amalia, G. (2017). Landasan Pendidikan : Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup. Depok: Kencana.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nurhidayati, I., & dkk. (2016). Peran Keluarga Pada Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Di Kawedanan Pedan Klaten. The 3nd Univercity Reseacrh Colloquium, 10.
Pemerintah Indonesia. (2003). Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Pemerintah RI . (2010). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Presiden RI.
Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Program Indonesia Pintar. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Permenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberculosis. Jakarta: Menkes RI.
Prasetyo Agung, K. N., & dkk. (2018). Pengetahuan Keluarga Terkait Faktor Penyebab Kekambuhan Pada Penderita TB MDR Di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 5.
Putranto, T. A. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Sembiring, S. (2019). Indonesia Bebas Tuberculosis. Sukabumi: CV Jejak, Anggota IKAPI.
Soekarnoputri, M. (2013). Undang - Undang RI No. 20 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pemerintah Indonesia.
Soesilowati, R., & Haitamy, M. (2016). Perbedaan Antara Kesembuhan Pasien TB Paru Dengan Pengawas Minum Obat (PMO) Dan Tanpa PMO Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sainteks Volume XIII No. 1 , 11.
Susilo, W. H., & Aima, M. (2013). Penelitian Dalam Ilmu Keperawatan : Pemahaman Dan Penggunaan Metode Kuantitatif Serta Aplikasi Dengan Program SPSS & Lisrel. Jakarta: In Media.
Sutarto, & dkk. (2017). Hubungan Antara Karakteristik Pengawas Minum Obat (PMO) Dengan Konversi TB Paru Kasus Baru Di Puskesmas Panjang Bandar Lampun. Majority, Volume 8 Nomor 1 Tahun 2019, 8.
Truzyan, N., & dkk. (2018). Family - Based Tuberculosis Counseling Supports Directly Observed Therapy in Armenia : A Pilot Project. Juournal of Tuberculosis Reseach, Scientific Research Publishing, 12.
WHO. (2018). Global Tuberculosis Report 2018. Geneva: http://apps.who.int/medicinedocs/en/m/abstract/Js23553en/.
WHO. (2019). Global Tuberculosis Report 2019. Geneva: https://www.who.int/tb/publications/global_report/en/.
Yusuf, A. (2017). Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.



