Penatalaksanaan Ny. M Usia 58 Tahun dengan Hiperkolesterolemia melalui Pendekatan Dokter Keluarga

  • Nabila Nuranjumi Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Josepin Inka Wijaya Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: hiperkolesterolemia, kedokteran keluarga, usia 58 tahun

Abstract

Prevalensi hiperkolesterolemia meningkat seiring dengan pertambahan usia pada usia 55-64 tahun yaitu sebesar 15,5% di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan pelayanan kedokteran keluarga berdasarkan evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta tatalaksana pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah dengan pendekatan patient centered,  family approach dan community oriented. Studi yang dilakukan adalah Case Report. Data primer didapatkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, melengkapi family folder, dan berkas pasien yang diperoleh melalui wawancara. Penilaian diperoleh dari diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan. Hasil penelitian ini yaitu melalui penatalaksanaan holistik berupa intervensi dengan menggunakan media poster, didapatkan penurunan kadar kolesterol menjadi 235 mg/dl dan adanya peningkatan pengetahuan, perilaku dan sikap pasien mengenai penyakitnya. Kesimpulan penelitian ini adalah penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien telah dilakukan secara patient centered, family approach dan community oriented  dengan pendekatan kedokteran keluarga. Pada proses perubahan perilaku, pasien sudah mencapai tahap trial.

References

Annies. (2015). Kolesterol dan Penyakit Jantung Koroner. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Fernandez ML. (2016). Soluble Fiber and Non Disgestible Carbohydrate Effect on Plasma Lipid and Cardiovascular Risk. Curr Opin Lipidol 12(1):35-40.

Global Health Observatory (GHO) data. Raised cholesterol [Internet]. US: Word Health Organization, (2018) [disitasi 24 Desember 2019]. dari: http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/cholesterol_text/en/

Guyton AC dan Hall J.E. (2013). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta: EGC.

Hokanson J E, Austin MA. 2019. Plasma Triglyceride Level is A Risk Factor for Cardiovascular Disease Independent of High-Density Lipoprotein Cholesterol Level: A Meta-analysis of Population-Based Prospective Studies. J Cardiovasc Risk 3:213-9.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Dasar Tahun 2017. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. http://www.pusdatin.kemkes.go.id

Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia. (2013). Jakarta: Departemen kesehatan republik Indonesia.

Mannul GS, Zaman MJS, Gupta A, et al. (2013). Evidence of Lifestyle Modification in the Management of Hypercholesterolemia. Bentham Science Publishers 9:2–14.

Notoatmodjo S. (2017). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Pischon T, et al. (2018). General and Abdominal Adiposity and Risk of Death in Europe. N Engl J Med 359:2105–20.

Soeharto I. (2014). Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya dengan Lemak dan Kolesterol. Jakarta: Gramedia.

Stapleton PA, Goodwill AG, James ME, Brock RW, Frisbee J. (2014). Hypercholesterolemia and microvascular dysfunction: interventional strategies. Journal of Inflammation. 7:54.

Triana V. (2016). Macam-Macam Vitamin dan Fungsinya dalam Tubuh Manusia. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1 (1) : 41-47

Published
2022-02-20
How to Cite
Nuranjumi, N., & Wijaya, J. (2022). Penatalaksanaan Ny. M Usia 58 Tahun dengan Hiperkolesterolemia melalui Pendekatan Dokter Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 257-270. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.765