Bahaya Potensial dan Pengendalian Bahaya di Perkebunan Teh

  • Selin Hosana Siagian Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Jesica Natalia Simanungkalit Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: bahaya potensial, pengendalian bahaya, perkebunan teh

Abstract

Perkebunan teh merupakan salah satu pekerjaan yang penuh risiko di seluruh dunia. Di berbagai negara-negara, tingkat kecelakaan fatal dalam pertanian berjumlah dua kali lipat dari rata-rata untuk semua industri lain. Perkebunan teh memiliki potensi untuk mengalami bahaya di tempat kerja berupa bahaya fisik, biologis, kimiawi, ergonomi dan psikososial. Tujuan artikel ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai bahaya potensial dan pengendalian bahaya pada pekerja di perkebunan teh. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran yang bersumber dari artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu tahun 2007-2020. Artikel yang telah dikumpulkan kemudian akan dianalisis menggunakan systematic literature review yaitu dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi dan mengintepretasi seluruh temuan secara sistematis dengan fokus topik tertentu. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bahaya potensial pada pekerja di perkebunan teh disebabkan tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pekerja dan kondisi tidak aman. Pengendalian bahaya potensial dapat dilakukan melalui penggantian, perancangan, pengendalian administratif, pemakaian alat pelindung diri (APD) dan perubahan sikap kerja.

References

Aghilinejad, dkk. (2016). Teh effect of physical and psychosocial occupational factors on teh chronicity of low back pain in teh workers of Iranian metal industry: A cohort study. Medical Journal of Teh Islamic Republic of Iran 29(1): 242

Angela, Ayu.(2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Manisis di PT. Kereta Api Indonesia Tanjung Karang di Bandar Lampung Tahun 2017. Skipsi S

Andamdewi dan Regina. (2018). Pengendalian Bahaya Biologi, Kimia Dan Fisik Pada Proses Produksi Teh Hitam Dalam Penerapan Haccp Di Pt. Perkebunan Nusantara Ix Kebun Semugih Pemalang Jawa Tengah. Semarang: UNIKA

Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Teh Indonesia. [Internet]. [diunduh 5 Mei 2020]; Tersedia dari: https://www.bps.go.id/.

Cantley, L. F., Taiwo, O. A., Galusha, D., Barbour, R., Slade, M. D., Tessier-Sherman, B., & Cullen, M. R. (2014). Effect of systematic ergonomic hazard identification and control implementation on musculoskeletal disorder and injury risk. Scandinavian journal of work, environment & health, 40(1),57. https://doi.org/10.5271/sjweh.3394

Direktorat Bina Kesehatan Dan Olahraga, D.J.B.G. dan K.K.K., (2014). Pedoman Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegra

Dita, P. (2020). Hubungan Faktor Individu Dan Iklim Kerja Panas Terhadap Kelelahan Pada Tenaga Di Bagian Peleburan (Smelting) Di Pt. Antam Tbk Ubpn Sulawesi Tenggara. Makassar: Universitas Hasanuddin

Djatmiko, R. D. (2016). Keselamatan dan kesehatan kerja. Yogyakarta : Deepublish.

Hutaganol, Felix. (2012). Penyebab Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja. Ilmu Kesehatan Masyarakat.

ILO.(2013).Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja. Jakarta: International Labour Office

ILO.(2017). Jam kerja. Cuti dan Upah. Jakarta:ILO

ILO. (2015). Safety and health at work. Jerman : ILO

International Labour Organization. (2018). Safety and Health at Work. ILO.org, http://www.ilo.org/global/topics/safety-and-health-at-work/lang-- en/index.htm [diakses 9 Mei 2020].

Irvianti, L.S.D.,Verina, R. (2015). Analisis Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan Pada PT Xl Axiata Tbk Jakarta. Binus Business Review.6(1):117-126

Nasution, M.I. (2017). Pengaruh Stres Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Orga- nisasi Terhadap Turnover Intention Medical Representative. Jurnal Ilmiah Manajemen. 7(3): 407-28

Rahmawati, F. N. (2016). Hubungan intensitas kebisingan dengan penurunan daya dengar tenaga kerja bagian produksi di PT Wijaya Karya Beton Tbk ppb Majalengka(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah parinduriSurakarta)

OHSAS 18001. (2007) Occupational Health and Safety Assessment Series, OH&S Safety Management System Requirements

Ongong, J.O., Ochieng, A. 2013. Innovation in teh tea industry: teh case of kericho tea, Kenya. Global Journal of Management and Business Research. 13(1),11-12.

Pratiwi A.D. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tindakan Tidak Aman (Unsafe Act) Pada Pekerja Di Pt X Tahun 2011. Jakarta: UI

Permatasari, F. L., & Widajati, N. (2018). Hubungan Sikap Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Home Industry Di Surabaya. Teh Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(2), 230-239 http://dx.doi.org/10.20473/ijosh.v7i2.2018.230-239

Rakhmawati, D. 2008. Analisis Break Even Point Pada Usaha Pengolahan Pucuk Daun Teh (Kasus Di Pabrik Teh Sumber Daun Kabupaten Cianjur). [Skripsi]. [Surakarta (ID)]: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Redjeki, S. (2016). Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Siswati dan Adriyani, R. (2017). Hubungan Pajanan Kebisingan dengan Tekanan Darah dan Denyut Nadi pada Pekerja Industri Kemasan Semen. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 16 (1): 29-36

Winata, D. S. (2014). Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah dari Sudut Pandang Okupasi. Jurnal Kedokteran Meditek, 20(54), 20–27.

Tarwaka. (2010). Ergonomi Industri, Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Penerbit: Harapan Press Solo.

Tarwaka., (2014). Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Ergonomi dan Implementasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press

Published
2022-01-31
How to Cite
Siagian, S., & Simanungkalit, J. (2022). Bahaya Potensial dan Pengendalian Bahaya di Perkebunan Teh. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 35-44. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.727