Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Efektif Menghambat Pertumbuhan Bakteri (Escherichia coli)

  • Bella Pratiwi Pratiwi Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: antibakteri, ekstrak etanol, escherichia coli, infeksi, teh hijau

Abstract

Infeksi merupakan masalah penyakit utama di dunia, terutama untuk infeksi Escherichia coli. Infeksi ditangani dengan antibiotik. Namun sejumlah bakteri banyak menjadi resisten terhadap antibiotik. Teh hijau diketahui mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol teh hijau efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif naratif dengan pendekatan literature review. Studi literatur adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan data atau sumber yang berhubungan pada sebuah topik tertentu yang melibatkan sebanyak 14 sumber pustaka dengan tahun terbit 2009-2020. Metode ini digunakan untuk menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas serta memberikan informasi fakta atau analisis baru dari tinjauan literatur yang relevan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak etanol teh hijau telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Sehingga dapat dibuktikan bahwa ekstrak etanol teh hijau memiliki kemampuan sebagai antibiotik.

References

Amriani, & Sari, L. P. (2015). Uji Efek Antibakteri Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Jurnal Ilmiah PANNMED, 9(3), 210-14.

Azizah, A. N., Ichwanuddin, & Marfu'ah, N. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Pharmasipha, 4(2), 15-23.

Erwiyani, A. R. (2009). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan Bioautografinya [Skripsi]. Semarang: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Fauzia, S. F., & Djajadisastra, J. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan dan Kestabilan Fisik Sediaan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau dan Krim Ekstrak Daun Teh Putih (Camellia sinensis. L) . FF UI, 1-19.

Gardjito, M., & Rahadian, D. (2011). Teh. Yogyakarta: Kanisius.

Hanani, E. (2019). Analisis fitokimia. Jakarta: EGC.

Kar, A. (2009). Farmakognosi & Farmakobioteknologi (2 ed., Vol. 1). Jakarta: EGC.

Paramita, D. N., & Wahyudi, M. T. (2011). Antibacteri effect of greantea (Camellia sinensis) to Staphyloccoc aureus in vitro. Jurnal Medika Planta, 1(3), 67-74.

Reygaert, W., & Jusufi , I. (2013). Green tea as an effective antimicrobial for urinary tract infections caused by Escherichia coli. Front Microbiol, 4(162), 1-4.

Riley, L. W. (2020). Distinguishing Pathovars from Nonpathovars: Escherichia coli. Microbiol Spectr, 8(4).

Soleha, T. U. (2015). Uji Kepekaan terhadap Antibiotik. Juke Unila, 5(9), 119-123.

Taylor, P. W., Hamilton-Miller, J. M., & Stapleton, P. D. (2009). Antimicrobial properties of green tea catechins. Food Sci Technol Bull, 2, 71-81.

Towaha, J. (2013). Kandungan Senyawa Kimia Pada Daun Teh (Camellia sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 19(3), 12-6.

Published
2021-10-28
How to Cite
Pratiwi, B. (2021). Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Efektif Menghambat Pertumbuhan Bakteri (Escherichia coli). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(4), 693-698. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i4.593