Penatalaksanaan Scabies dengan Infeksi Sekunder pada Anak Laki-Laki Usia 15 Tahun melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga

  • Humairoh Abdul Kadir Zubaidi Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Fachri Naufal Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Aila Karyus Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: dokter keluarga, infeksi sekunder, penatalaksanaan holistik, skabies

Abstract

Sarcoptes scabei var hominis adalah parasit penyebab kudis, penyakit kulit. Nama lain atau sinonim dari kudis adalah "gatal agogo", "gudig", dan "budukan". Banyak variabel yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini, seperti status sosial ekonomi yang rendah, kebersihan diri yang tidak memadai, usia, tingkat pengetahuan, dan interaksi langsung maupun tidak langsung dengan penderita. Kondisi ini memudahkan Sarcoptes scabei untuk menyebar dan menginfestasi. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis yang terdapat pada pasien dan menerapkan prinsip pelayanan kedokteran keluarga kepada pasien berdasarkan masalah yang ditemukan dan melakukan penatalaksanaan secara holistik serta komprehensif dengan prinsip patient-centred dan family approach berbasis Evidence Based Medicine. Metode: studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan alloanamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: An. MR usia 15 tahun datang dengan keluhan gatal dan nyeri pada kedua tangan. Pasien didiagnosis scabies dengan infeksi sekunder. Pada kasus ini telah dilakukan diagnosis dan tatalaksana sesuai dengan teori dan jurnal terkait. Setelah dilakukan intervensi, didapatan penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga. Simpulan: Penatalaksanaan secara holistik dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pasien terhadap penyakitnya. Serta peran keluarga juga sangat penting dalam pengobatan penyakit pasien.

References

Akmal, S. C., Semiarty, R., & Gayatri. (2013). Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Islam Darul Ulum, Palarik Air Pacah, Kecamatan Koto Tengah Padang tahun 2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 2, 164-167.

Anggreni, P. M. D., & Indira, I. G. A. A. E. (2019). Korelasi faktor predisposisi kejadian pada anak di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Jurnal Medika Udayana, 8, 1-12.

Ariffudin, A., Kurniawan, H., & Fitriani. (2016). Faktor risiko kejadian scabies di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Medika Tadulako, 3, 40-59.

Banerji, A. (2015). Scabies. Paediatric Child Health, 20(7), 395-402. doi:10.1093/pch/20.7.395

Boediardja, S. A., & Handoko, R. P. (2015). Skabies. Dalam L. Menaldi Sr, Ku, B., & Wr, I. (Editor), Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (Edisi ke-7, hlm. 137-140). Jakarta: FK UI.

Burkhart, C. G., Burkhart, C. N., & Burkhart, K. M. (2000). An epidemiologic and therapeutic reassessment of scabies. Cutis, 65(4), 233-240.

Chandler, D. J., & Fuller, L. C. (2019). A review of scabies: An infestation more than skin deep. Dermatology, 235, 79-90. doi:10.1159/000495290

Dewi, M. K., & Wathoni, N. (2017). Artikel Review: Diagnosis dan regimen pengobatan skabies. Farmaka, 15(1), 123-133.

Hilma, G. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian skabies di pondok pesantren Mlangi Nogotirto. Jurnal Kesehatan Kulit dan Kelamin Indonesia, 6.

Jannic, A., Bernigaud, C., Brenaut, E., & Chosidow, O. (2018). Scabies itch. Dermatologic Clinics, 36(3), 301-308. doi:10.1016/j.det.2018.02.009

Karac, Kelekci, K. M., Er, O., Pektas, B., & Gokmen, A. A. (2015). Scabies incognito presenting as a subcorneal pustular dermatosis. Turkish Journal of Parasitology, 39, 244-247. doi:10.5152/tpd.2015.3945

Kurniawan, B., & Prabowo, M. (2016). Pengaruh pengetahuan dengan pencegahan penyebaran penyakit skabies. Jurnal Majority, 5(2), 63-68.

Murlistyarini, S. d. (2018). Intisari Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin (edisi ke-1). Malang: UB Press.

Mutiara, H., & Syailindra, F. (2016). Skabies. Jurnal Majority, 5(2), 37-42.

Prabowo, M., & Maldiningrat. (2018). Hubungan kebersihan diri dan pengetahuan dengan kejadian penyakit skabies di salah satu panti asuhan di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Mojority, 7.

Romani, L., Steer, A. C., Margot, J. W., & Kaldor, J. M. (2015). Prevalence of scabies and impetigo worldwide: A systematic review. The Lancet Infectious Diseases, 15(8), 960-967.

Shimose, L., & Price, L. S. M. (2013). Diagnosis, prevention, and treatment of scabies. Current Infectious Disease Reports, 15(1), 1-9.

Sianturi, I., & Sungkar, S. (2014). The relationship between hygienic practices and scabies infestation in a boarding school in East Jakarta. eJKI, 2, 91-95.

Solihah, Q., Hanafi, A. S., Marlinae, L., Laily, K., Fakhriadi, R., & Musadaah. (2015). Relationship between knowledge, environmental sanitation and personal hygiene with scabies (Observational study in the diamond miners community of Cempaka District Banjarbaru South Kalimantan). SCIRJ, 3, 25-30.

Sriwinarti, I., Utami, W. S., & Astuti, I. S. W. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan higienitas pasien skabies di puskesmas Panti tahun 2014. E-Jurnal Kepustakaan Kesehatan, 3, 395-399.

Subedi, A. (2021). Use of antihistamine and anthelmintic drugs for scabies. Systematic Reviews in Pharmacy, 12(12), 3899.

Sungkar, S. (2016). Skabies: Etiologi, Patogenesis, Pengobatan, Pemberantasan, dan Pencegahan. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Thompson, R., Westbury, S., & Slape, D. (2021). Paediatrics: How to manage scabies. Drugs in Context, 10, 2020-12-3. doi:10.7573/dic.2020-12-3

Yunita, S., Gustia, R., & Anas, E. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2015. Jurnal Kesehatan Andalas, 7, 51-58.

Yusof, M. B. M., Fitri, S., & Damopolii, Y. (2015). A study on knowledge, attitude and practice in preventing transmission of scabies in Pesantren Darul Fatwa, Jatinangor. Althea Medical Journal, 2, 131-137.

Published
2024-04-02
How to Cite
Zubaidi, H. A. K., Naufal, F., & Karyus, A. (2024). Penatalaksanaan Scabies dengan Infeksi Sekunder pada Anak Laki-Laki Usia 15 Tahun melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(5), 2019-2032. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i5.3145

Most read articles by the same author(s)