Tatalaksana Syok Hipovolemik pada Perdarahan Akut
Abstract
Syok hemoragik adalah suatu kondisi kehilangan volume intravaskular secara cepat dan signifikan yang mengurangi perfusi jaringan, mengakibatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang tidak memadai ke jaringan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan penatalaksanaan kejadian syok hipovolemik pada pendarahan akut. Tulisan ini berisikan riview artikel dari beberapa penelitian baik nasional maupun internasional selama 10 tahun terakhir. Database yang digunakan dalam penelitianini adalah Google Scholar, PubMed dan Proquest. Kata kunci yang digunakan adalah “syok”, “pendarahan” dan “tatalaksana”. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 16 artikel dan yang memenuhi kriteria sebanyak 6 artikel. Peneliti melakukan analisis dengan membuat resume serta kesimpulan sebagai bentuk interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian mendapatkan bahwa survei primer adalah bagian dari pengobatan awal untuk syok hemoragik, dan dilakukan bersamaan dengan resusitasi berurutan A, B, C, D, dan E. Kesimpulan yang didapat yaitu menghentikan pendarahan dan mengisi kembali volume yang hilang melalui cairan atau transfusi darah adalah pengobatan awal untuk syok hemoragik. Selain itu, untuk mengontrol perdarahan, pembedahan mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.
References
Abdullahi A., Amini-Nik S., Jeschke MD. (2015). Animal Model In Burn Research. Cellular and Molecular Life Science; 71(17):3241–3255
American College Of Surgeons Commitee On Trauma. (2018). Trauma Toraks Dalam. ATLS Student Course Manual 10th edition. USA
Andriati R., Trisutrisno D. (2021). Pengaruh Resusitasi Cairan terhadap Status Hemodinamik Mean Arterial Pressure (MAP) pada Pasien Syok Hipovolemik di IGD RSUD Balaraja.
Bougle A., Harrois A. (2013). Resuscitative strategies in traumatic hemorrhagic shock. Ann Intensive Care. 3: 1.
Bozeman WP. (2016). Hemorrhagic Shock in Emergency Medicine.
Duan C., Li T., Liu L. (2015). Efficacy of limited fluid resuscitation in patients with hemorrhagic shock: a meta-analysis. Int J Clin Exp Med. 8(7): 11645–11656. 16.
Forceville X., Darmon M., Lesur O. (2013). Effects of Fluid Resuscitation with Colloids vs Crystalloid on Mortality in Critically Ill Patients Presenting with Hypovolemic Shock.
Gaieski D., Mikkelsen ME. (2013). Definition, classification, etiology, pathophysiology of shock in adults.
Henry S., Brasel K., Stewart RM. (2018). ATLS Advanced Trauma Life Support. 10th ed. United State: American College of Surgeons
Hooper N., Armstrong TJ. (2019). Hemorrhagic Shock.
IDI. (2014). Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Faskes Primer Edisi 1. Jakarta: IDI
Kwan I., Bunn F., Chinnock P., Roberts I. (2014). Timing and Volume of Fluid Administration for Patients with Bleeding (Review).
Layon AB., Gabriell A. (2018). Critical Care Medicine Fifth Edition. Philadelpia: Lippincott Williams & Wilkins.
Munawarrah BAA. (2019). Efektivitas Cairan Kristaloid dan Koloid Pasien Demam Berdarah Anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.
Saputra DN., Rahman A., Sutanto B. (2021). Tatalaksana Syok Hipovolemik pada Perdarahan Intraabdominal.
Spahn DR., Bouillon B. (2019). The European guideline on management of major bleeding and coagulopathy following trauma. Critical Care; 23:98
Sudoyo, Aru W. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, Edisi V. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. Hal. 180-181
Taghavi S. (2019). Hypovolemic Shock.
Udeani J. (2018). Hemorrhagic Shock.



