Hubungan Penerapan Terapi Benson dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien DM
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah atau hiperglikemia yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin di pankreas. Penyakit diabetes melitus dapat emngakibatkan berbagai gangguan baik secara fisik maupun psikologis, salah satu gangguan psikologis yang dialami penderita diabetes melitus adalah kecemasan. Kecemasan dapat mengakibatkan kadar glukosa menjadi tidak stabil sehingga dibutuhkan terapi yang tepat salah satunya terapi benson. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerapan terapi benson dengan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian analitik yang menggunakan desain deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menjelaskan bahwa adanya pengaruh bermakna terhadap tingkat kecemasan setelah diberikan penerapan terapi benson, hal ini dibuktikan dari hasil uji paired t-test menunjukan nilai p< 0,05 atau Pvalue sebesar 0,000. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah adanya pengaruh penerapan terapi benson dalam mengurangi kecemasan pasien diabetes melitus yang mayoritas perempuan berusia lanjut.
References
Adhisty, K. (2016). Pelayanan Paliatif pada Pasien Kanker di RSUP Dr. Sadjito Yogyakarta. Fakultas keperawatan Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta. Tesis
Arania, R., Tusy, T., Firhat, E., Fidel, R. N. (2021). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati. Vol. 5. No 3.
Azizah, U. N., Mohammad, A. W., Nissa, K., Henry, S. S. (2022). Hubungan Kualitas Tidur dengan Kontrol Glikemik pada Penderita Diabetes Melitus: Systematic Review. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. Vol. 7. No 1.
Dewi, M., Yellyanda., Dira, U. (2022). Edukasi Penatalaksanaan Diabetes Terhadap Manjemen Perawatan Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Keperawatan Silampari. Vol. 2. No 2.
Fatma, Riska Eka. (2019). Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Kelompok Lansia Posyandu Kelurahan Cilincing Jakarta Utara Tahun 2019. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Skripsi.
Febrianti & Taufik Septiawan. (2022). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Studi literature review. Borneo Student Research. Vol. 3. No 2.
Jeharut, A. F., Yohana. H., Gabriel, F. D. Literatur Review: Hubungan Kecemasan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Wawasan Kesehatan. Vol. 6. No 1. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional
Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan 2019.
Lestary, I. P., Hasannah, U., Dewi, N. R. (2022). Penerapan Active Lower ROM Terhadap Nilai Ankle Branchial Index Pasien DM Tipe 2. Jurnal Cendikia Muda. Vol. 2. No 4.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2017). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Rita, Nova. (2018). Hubungan Jenis Kelamin, Olah Raga, Dan Obesitas, Dengan Kejadian Diabetes Melitus Pada Lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 2. No 1.
Yuliputra, Soni Sufan. (2022). Hubungan Kecemasan Dengan Kadar Glukosa Pasien Diabetes Melitus Di Poli Rawat Jalan RSI Sultan Agung Semarang. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung. Skripsi.



