Terapi Modalitas Berkebun terhadap Kesepian pada Lansia

  • Lia Nurlianawati Universitas Bhakti Kencana
  • Widyawati Widyawati Universitas Bhakti Kencana
  • Tini Kurniasih Universitas Bhakti Kencana
Keywords: kesepian, lansia, terapi berkebun

Abstract

Kesepian disebut juga sebagai sifat subjektif dimana seseorang merasa sendiri dan sepi,  Kesepian terjadi pada masa tua yang terjadi pada lansia yang memiliki keinginan untuk tetap bisa berkumpul dengan anak dan keluarganya, tetapi sering berjalannya waktu lansia akan hidup Bersama pasangan atau sendiri setalah ditinggal oleh pasangan hidupnya, sehingga lansia sering mengalami kehilangan, stress, penurunan fungsi tubuh hingga ketidakmampuan untuk beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian pada lansia. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental One grup pre dan post  Test. Populasi penelitian ini adalah 36 lansia. Sample dari penelitian ini adalah 15 lansia dengan tehnik purposive sampling. Variabel Independen dari penelitian ini adalah terapi berkebun sedangkan variable dependen penelitian ini adalah kesepian pada lansia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Paired Test dengan signifikasinya yaitu a= 0,05. Uji ini menunjukan hasil a= 0,01 yang berarti ada pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian pada lansia. Pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian dapat dijadikan alternative untuk menurunkan kesepian pada lansia, karena dengan berkebun dapat menjadikan lansia lebih produktif, lansia juga adapat menjadi stimulasi untuk lansia dapat bersosialisasi dan menjadikan harga diri lansia meningkat. Peneliti juga dapat menggunakan terapi berkebun untuk mensupport dan membantu kesepian lansia agar menghasilkan lansia yang sehat dan bahagia.

References

Crewdson, J. A. (2016). The effect of loneliness in the elderly population: A review. Healthy Aging & Clinical Care in the Elderly, 8, 1.

Damayanti, Y., & Sukmono, A. C. (2013). Perbedaan tingkat kesepian lansia yang tinggal di panti werdha dan di rumah bersama keluarga. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(1), 1-10.

Ekasari, M. F., Riasmini, N. M., & Hartini, T. (2019). Meningkatkan kualitas hidup lansia konsep dan berbagai intervensi. Wineka Media.

Febriana, D. V. (2017). Konsep Dasar Keperawatan. Anak Hebat Indonesia.

Fitriana, E., Sari, R. P., & Wibisono, H. A. Y. G. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kesepian pada lansia. Nusantara Hasana Journal, 1(5), 97-104.

Hidayati, H. M. (2013). Pengaruh Milieu Therapy: Plant Therapy Kelompok terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia Di Rumah Usiawan Panti Surya Surabaya (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Inna, A. S., Trishinta, S. M., & Wibowo, R. C. A. (2020). Pengaruh Plant Therapy Terhadap Tingkat Kesepian Pada Lansia di Posyandu Mawar RT. 02 RW. 04 Kelurahan Merjosari (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang).

Ika, N. M., & Amri, K. (2018). Kesepian Pada Lanjut Usia. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 69-74.

Isra, D. (2019). Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kesepian Pada Lansia di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Jaedun, A. (2011). Metodologi penelitian eksperimen. Fakultas Teknik UNY, 12.

Maryam, S. (2008). Menengenal usia lanjut dan perawatannya. Penerbit Salemba

Pambudi, W. E., Dewi, E. I., & Sulistyorini, L. (2017). Pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi (taks) terhadap kemampuan interaksi sosial pada lansia dengan kesepian di pelayanan sosial lanjut usia (pslu) jember (the effects of socialization group activity therapy (sgat) toward ability of social intera. Pustaka Kesehatan, 5(2), 253-259.

Paramitha, D. S., Kusumawati, N., Hidayat, R., Al Ashri, A., Tauhidah, N. I., Nurman, M.,

& Anggeriyane, E. (2021). Nilai Esensial Dalam Praktik Keperawatan. Penerbit Insania.

Putri, D. A. (2019). Status Psikososial Lansia Di Pstw Abiyoso Pakem Sleman Yogyakarta Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Putri, M. N., Astawa, N. G., & Utami, N. W. F. (2013). Perancangan Taman Terapi

Hortikultura Bagi Penderita Gangguan Jiwa Pada Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology).

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Rizki, F. (2019). Perbedaan Kesepian Pada Lansia Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).

Sari, T. H., Rusherina, R., & Kurniawati, K. (2021). Penatalaksanaan Psikogeriatri di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Husnul Khotimah Pekanbaru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 5(1), 7-12.

Septiningsih, D. S., & Na'imah, T. (2012). Kesepian pada lanjut usia: studi tentang bentuk, faktor pencetus dan strategi koping. Jurnal Psikologi, 11(2), 9.

Silitonga, A. N., Satiadarma, M. P., & Risnawaty, W. (2017). Penerapan Hortikultura Terapi untuk Meningkatkan Self-Efficacy Pada Lansia. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(2), 399-405.

Sumargo, B. (2020). Teknik sampling. Unj press.

Triningtyas, D. A., & Muhayati, S. (2018). Mengenal lebih dekat tentang lanjut usia. CV. Ae Media Grafika.

Zakariah, M. A., & Afriani, V. (2021). Analisis Statistik Dengan Spss Untuk Penelitian Kuantitatif. Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka.

Zaini, M. (2019). Asuhan keperawatan jiwa masalah psikososial di pelayanan klinis dan komunitas. Deepublish.

Published
2023-06-25
How to Cite
Nurlianawati, L., Widyawati, W., & Kurniasih, T. (2023). Terapi Modalitas Berkebun terhadap Kesepian pada Lansia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1329-1334. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1727