Hubungan Pemberian Zat Besi dalam Kehamilan dengan Kejadian BBLR

  • Arum Tiyasasih STIKES Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo
  • Titik Suhartini STIKES Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo
  • Bagus Supriyadi STIKES Hafshawaty Zainul Hasan Genggong Probolinggo
Keywords: BBLR, kehamilan, zat besi

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak di negara berkembang. Kecenderungan ibu dengan riwayat bayi BBLR salah satunya dipicu ketidakpatuhan dalam konsumsi tablet fe. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pemberian zat besi dalam kehamilan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Tamanan Bondowoso Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum hari ke 7  sebanyak 45 orang dan sampel sebanyak 45 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah  total  Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan Buku KIA kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis data diketahui  bahwa  sebagian besar patuh sebanyak 27 orang (60%) dan sebagian besar tidak mengalami BBLR sebanyak 31 orang (68,9%). Berdasrkan hasil uji chi square diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) sebesar 0,001 < 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga  ada hubungan pemberian zat besi dalam kehamilan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Tamanan Bondowoso. Disarankan agar menganjurkan ibu hamil konsumsi zat besi sebelum tidur agar efek mual bisa diatasi.  

References

Dinkes Jatim. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. S. urabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Kemenkes. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, 1(1), 1.
Kemenkes RI. (2015). Direktorat Bina Kesehatan Ibu. Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2016). Profil Kesehatan RI 2015. In Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2015.pdf
Monica. (2019). “Neonatus Dengan Berat Badan Lahir Rendah ” Bukittinggi Tahun 2019. 1–23.
Sundani. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Pada Petani Bawang Merah Di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia, 68(1), 1–12. http://dx.doi.org/10.1016/j.ndteint.2014.07.001%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ndteint.2017.12.003%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.matdes.2017.02.024
Unicef. (2019). Neonatal. Mortality.https://data.unicef.org/topic/child- survival/neonatal-mortality/.
WHO. (2019). Maternal mortality key fact. https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/maternal-mortality.
Zulliati, Z., & Hestiyana, N. (2020). Pengaruh Zat Besi (Tablet Fe) Terhadap Berat Badan Lahir Pada Ibu Bersalin Normal. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(1), 470–475. https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.401
Sulistyoningsih, H. (2011) Gizi untuk Kesehatan Ibu
dan Anak. Yogyakarta. Garaha Ilmu. 2011
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., Fajar, I. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta. Penerbit Buku
Kedoteran EGC.
Suryati. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas
Air Dingin Tahun 2013. Jurna Kesehatan
Masyarakat Andalas Volume 8, Nomor 2,
Halaman 71-77.
Sulastri., Nurhidayanti, R. D. (2012). Hubungan antara Pemberian Suplemen Fe, Vitamin C. dan Jarak Kehamilan terhadap Status Anemia Pada Ibu
Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangasari Kabupaten Sukoharjo. Prosiding
Seminar Nasional Food Habit and Degenerative
Diseases halaman 63-66.
Published
2023-01-02
How to Cite
Tiyasasih, A., Suhartini, T., & Supriyadi, B. (2023). Hubungan Pemberian Zat Besi dalam Kehamilan dengan Kejadian BBLR. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 209-214. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i1.1408