Penatalaksanaan Pasien Wanita Usia 52 Tahun dengan Tuberkulosis Paru dan Hipertensi Derajat 1 melalui Pendekatan Dokter Keluarga
Abstract
Prevalensi tuberculosis (TB) sebagai penyakit menular sampai saat ini masih menjadi permasalahan di negara berkembang seperti Indonesia dan bahkan dunia. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan pelayanan kedokteran keluarga berdasarkan evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta tatalaksana pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah dengan pendekatan patient centered, family approach dan community oriented. Studi yang dilakukan adalah sebuah laporan kasus. Data primer didapatkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, melengkapi berkas pasien dan berkas keluarga yang diperoleh melalui wawancara. Penilaian diperoleh dari diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan. Hasil penelitian ini yaitu melalui penatalaksanaan holistik berupa intervensi dengan menggunakan media poster, didapatkan perbaikan keluhan TB Paru, tekanan darah post intervensi 130/80 mmHg dan adanya peningkatan pengetahuan, perilaku dan sikap pasien mengenai penyakitnya. Kesimpulan penelitian ini adalah penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien telah dilakukan secara patient centered, family approach dan community oriented dengan pendekatan kedokteran keluarga.
References
Almatsier S. (2006). Penuntun Diet Edisi Baru Instalasi Gizi Perjan Rs Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Chandra B. (2012). Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. EGC: Jakarta
James P. (2014). Evidence based guideline for the managementof high blood presure in adults report from the panel members appointed to the english joint national commitee (JNC 8). J Am Med Assoc 311(5):507-20
Kemenkes RI. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/755/2019 Tenng Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kemenkes RI. (2020). Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Cakupan Program TB Indonesia Tahun 2020.
Maulidina F, Harmani N, Suraya I. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Luhur Bekasi Tahun 2018. ARKESMAS 4(1):149 – 55.
Patterson B, Morrow C, Singh V, Moosa A, Ggada M, et al. (2017). Detection of Mycobacterium tuberculosis bacilli in bio-aerosols from untreated TB patients. Gate Open Res 2017; 1:11.
PERHI. (2019). Konsensus Penatalaksana an Hipertensi 2019. Jakarta: PERHI.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2011). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: PDPI
RISKESDAS. Laporan Provinsi Lampung (2018). Jakarta: RISKESDAS
World Health Organization. (2019). The End TB Strategy. Global strategy and targets for tuberculosis prevention, care and control. France: World Health Organization
World Health Organization. (2021). Global Tuberculosis Report. France: World Health Organization.
World Health Organization. (2021). Hypertension. Switzerland: World Health Organization.
Wulandari AA, Nurjazuli, Adi MS. (2015). Faktor risiko dan potensi penularan tuberkulosis paru di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. JKLI 14(1): 7-13. Tersedia dari:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/10031
Yenni FP, Utami NW, Susmini. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang tuberkulosis dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri (APD) di ruang rawat inap Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Nursing News 1(1): 12-21. Tersedia dari: https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fikes/article/viewFile/394/312
Yulanda G, Lisiswati R. (2017). Penatalaksanaan Hipertensi Primer. Majority 6(1):25–33



