Pengaruh Religiusitas dan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kesepian (Lonelines) pada Lansia

  • Wildan Aziza Universitas PGRI Madiun
  • Rischa Pramudia Trisnani Universitas PGRI Madiun
  • Juwita Finayanti Universitas PGRI Madiun
Keywords: dukungan sosial keluarga, ex post facto, kesepian, lansia, religiusitas

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis, salah satunya adalah kesepian (loneliness) yang dapat memicu depresi dan penurunan kualitas hidup. Di Kabupaten Ponorogo, populasi lansia terus meningkat, namun observasi menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang menghadapi tantangan isolasi sosial meskipun hidup dalam lingkungan pedesaan yang komunal. Secara teoritis, religiusitas dan dukungan sosial keluarga dianggap sebagai faktor protektif utama dalam menjaga kesehatan mental lansia. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menguji secara empiris apakah tingginya nilai religiusitas dan dukungan keluarga di pedesaan benar-benar efektif mereduksi tingkat kesepian, mengingat masih terbatasnya studi yang menelaah dinamika variabel tersebut secara spesifik di wilayah pedesaan seperti Desa Blembem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas dan dukungan sosial keluarga terhadap tingkat kesepian pada lansia di Desa Blembem, Kabupaten Ponorogo. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Ex Post Facto. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia di desa tersebut, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling (random sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat religiusitas tinggi dan dukungan sosial keluarga yang baik, namun tingkat kesepian mereka berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kesepian (Sig. 0,847 > 0,05) dan dukungan sosial keluarga juga tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,410 > 0,05). Secara simultan, kedua variabel hanya memberikan kontribusi pengaruh sebesar 0,8% (). Temuan ini menyimpulkan bahwa tingginya religiusitas dan dukungan keluarga tidak serta-merta menjamin rendahnya kesepian pada lansia di wilayah studi, mengindikasikan adanya dominasi faktor eksternal lain di luar model yang lebih determinan dalam memengaruhi kondisi psikologis lansia.

References

Ahmed, N. F. S., Saif, M. Y. S., & Hamedy, S. (2021). Burden and coping mechanisms among caregiver for old adult with advanced illness. NILES Journal for Geriatric and Gerontology, 4(2), 318-345.

Azizah, N., Komalasari, D. R., Naufal, A. F., & Supriyadi, A. (2022). Dampak kecemasan akan jatuh dan depresi terhadap kualitas hidup lansia di daerah urban Kota Surakarta. Wahana, 74(1), 73-85.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo. (2023). Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kabupaten Ponorogo. Diakses dari https://ponorogokab.bps.go.id

Cutrona, C. E., & Russell, D. W. (1987). The provisions of social relationships and adaptation to stress. Advances in Personal Relationships, 1(1), 37-67.

Guner, T. A., Erdogan, Z., & Demir, I. (2023). The effect of loneliness on death anxiety in the elderly during the COVID-19 pandemic. OMEGA-Journal of Death and Dying, 87(1), 262-282.

Hasanah, Q. N. (2022). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesepian Pada Lanjut Usia Di Upt Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dinas Sosial Binjai Provinsi Sumatera Utara (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Hidayat, A. A., Permata, A. M. I., Eka, A. J. I., Awalinni, A., & Qoyyimah, N. R. H. (2022). Analisis eksplorasi penyebab dan dampak loneliness pada lansia wanita yang tinggal di perkotaan. Flourishing Journal, 2(3), 193–200.

Jamadar, C., & Chawla, S. (2020). Effect of loneliness on death anxiety among elderly people. The International Journal of Indian Psychology, 8(2), 665-672.

Kang, H., & Kim, H. (2022). Ageism and psychological well-being among older adults: A systematic review. Gerontology & Geriatric Medicine, 8.

Kementerian Kesehatan RI (Kemkes). (2024). Situasi lanjut usia di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Ningsih, R. W., & Setyowati, S. (2020). Hubungan tingkat kesepian dengan kualitas hidup pada lansia di Posyandu Lansia Dusun Karet Yogyakarta. Jurnal Keperawatan AKPER YKY Yogyakarta, 12(2), 80-87.

Putri, Y. D. (2021). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesepian Lansia di Kota Batam. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(4).

Ramadhiati, A. (2020). Hubungan antara dukungan sosial dan religiusitas dengan penerimaan diri pada lansia di Desa Langkai (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Satria, R. P., & Wibowo, N. Y. (2022). Pengalaman kesepian pada lansia: Systematic review. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 13(1), 90-99.

Setyarini, E. A., Niman, S., Parulian, T. S., & Hendarsyah, S. (2022). Prevalensi masalah emosional: Stres, kecemasan dan depresi pada usia lanjut. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 21-27.

Sharifi, S., Heidari, Z., Bromand, S., Binayi, N., & Keshvari, M. (2019). The relationship between sleep quality and quality of life of retired elderly. Elderly Health Journal, 5(2), 85.

Published
2026-03-31