Overview of Family Characteristics of Stunting Toddlers

  • Diana Diana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Yulia Susanti STIKES KENDAL
  • Dona Yanuar Agus Santoso Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Keywords: family characteristics, stunting, toddler

Abstract

Toddler stunting includes chronic nutritional problems caused by many factors such as socioeconomic conditions, maternal nutrition during pregnancy, morbidity in infants, and lack of nutrition in infants. Family characteristics are one of the causes of stunting. The purpose of this study was to determine the description of the characteristics of families in stunting toddlers. This type of research is a quantitative, descriptive study with cross sectional approach. The sample of this research is 118 parents who have stunting children in the UPTD Patean Puskesmas Kendal City with random sampling technique. The research tools used were questionnaires and midline measuring devices. Data analysis uses univariate analysis of central tendency and frequency distribution. The results showed that the average age of parents: fathers 32.23 years with a range of 20 to 50 years, mothers 29.67 years with a range of 20 to 47 years, education of parents with elementary school education: fathers as much as 56 (47.5%) , 51 (43.2%) mothers, parents work as laborers: 82 fathers (69.5%), and 43 unemployed mothers (36.4%), the average parent's income is Rp. 2.234.755, have 2 children, 64 (54.2%), number of family members in one house: 4 (48.7%), family development stage: with 60 (50.8%) preschoolers, with type family: nuclear family as much as 65 (55.1%), the average age of toddlers 17.25 months with a range of 8 to 24 months, toddler height 68.47 cm, sex of toddler boys as much as 69 (58.5% ), a very short category of 90 (76.3%). Stunting in infants will have an impact on the lack of motor skills at school age and low productivity, low school grades, shorter height, and the risk of degenerative diseases in adulthood.

References

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Apriana, R. (2009). Hubungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah di Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik. Skripsi. Fakultas Kesehatan. Universitas Diponegoro, 22. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/9475/1/articel.pdf
Ariningsih, E. (2016). Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 6(3), 239–255. https://doi.org/10.21082/akp.v6n3.2008.239-255
Astutik. Rahfiludin, M., Zen. Aruben, R. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 409–418. Retrieved from http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm%0Adan
Friedman. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5. Jakarta: EGC.
Hapsari, W. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, dan Tingkat Pendidikan Ayah dengan Kejadian Stunting pada Anak Umur 12-59 Bulan. Publikasi Ilmiah. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1(1), 75. https://doi.org/10.29333/aje.2019.423a
Harnilawati. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Sulawesi Selatan: Pustaka As Salam
Hidayat, A.A. (2009). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Hindrawati, N., & Rusdiarti. (2018). Gambaran Riwayat Pemberian Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Jkakj, 2(1), 1–7. Retrieved from http://www.e-jurnal-akbidjember.ac.id/index.php/jkakj/view/12/7
Hoddinott, J., Alderman, H., Behrman, J. R., Haddad, L., & Horton, S. (2013). The economic rationale for investing in stunting reduction. Maternal and Child Nutrition, 9(S2), 69–82. https://doi.org/10.1111/mcn.12080
Hurlock, E., B. (2010). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi-5. Jakarta: Erlangga.
Ihsan, Fuad. (2010). Dasar-Dasar Kependidikan Komponen MKDK. Jakarta: Rineka Cipta
Jausyan A. Ikshir. (2016). Gambaran Pelaksana Tugas Kesehatan Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Balita di Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan. STIKES Kendal.
Kartikawati, P. R. F. (2011). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunted growth pada anak balita di wilayah kerja puskesmas arjasa kabupaten jember. Skripsi, 1–23. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/B978-0-7506-8774-4.50028-9
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Saku Pemantuan Status Gizi. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. http://www.kesmas.kemkes.go.id
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi. http://www.depkes.go.id
Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 560/68. (2018). Upah Minimum pada 35 (Tiga Puluh Lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 2019. Jawa Tengah: Gubernur Jawa Tengah. http://www.bloranews,com
Lestari, W., Rezeki, S. H. I., Siregar, D. M., & Manggabarani, S. (2018). Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 014610 Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Jurnal Dunia Gizi, 1(1), 59. https://doi.org/10.33085/jdg.v1i1.2926
Marsetyo. Kartasapoetra, G. (2008). Ilmu Gizi: Korelasi Gizi Kesehatan dan Produktivitas Kerja. Jakarta: Rineka Cipta
Muhlisin, Abib. (2012). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publising
Nadhiroh, Siti Rahayu; Ni’mah, K. (2010). Faktor yang Brhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/3117
Nasikhah, R., & Margawati, A. (2012). Faktor Risiko Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Kecamatan Semarang Timur. Journal of Nutrition, 1(1), 176–184. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc%0AFAKTOR
Rahayu, B., & Darmawan, S. (2019). Hubungan Karakteristik Balita, Orang Tua, Higiene dan Sanitasi Lingkungan terhadap Stunting pada Balita. Binawan Student Journal, 1(April), 22–27. Retrieved from http://journal.binawan.ac.id/index.php/bsj/article/view/46/47
Rizki, K. I. (2017). Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, dan Panjang Lahir dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan Di Bangkalan. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Dr. Soetomo, 3(1), 1–14. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/258449/hubungan-pendapatan-keluarga-berat-lahir-dan-panjang-lahir-dengan-kejadian-stunt
Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta: TNP2K. Retrieved from http://www.tnp2k.go.id
Published
2020-11-28
Section
Articles