Risk of Teenagers’ Pre-Marital Sexual Behavior in Boarding Houses

  • Sinthia Rosanti Maelissa Universitas Kristen Indonesia Maluku
Keywords: adolescence, potentially-risk environment, strategy

Abstract

The social environment nowadays offers many options for young people. Dating styles that present opportunities for premarital sexual behavior among adolescents become an attractive offer, especially for teens who live in boarding houses. Residing in a boarding house without direct supervision from parents and landowners causes teens to liberally engage in a premarital sexual behavior with their partners, thus making boarding houses an unsafe environment for them. This study used Descriptive Phenomenology Design which aimed to comprehensively investigate the risks of premarital sexual behavior among adolescents living in boarding houses. The number of participants in this study was 6 people until data saturation was reached. The analysis in this study used selective techniques and focusing analysis resulted in 3 themes, i.e.: 1) the desire to experiment, 2) social demands and 3) places to live with potential risk. The drives from within, social demands from friends, and places with high possible risk become the causes of premarital sexual behavior in boarding houses. The results of the study encourage community nurses to improve adolescents’ screening through health programs in schools and PKPR for teenagers who live in the boarding houses.

References

Allender, J. A., Rector, C., & Warmer, A. D. (2014). Community and Public Health Nursing: promoting in the public health. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins
Arde Lanova Dwi. (2013) Sumber Informasi dan Perilaku Seksual Remaja Indonesia Tahun 2007 dan 2012. Tesis. Universitas Indonesia
Astuti Budi. (2009). Model Bimbingan dan Konseling Perkembangan untuk meningkatkan Kematangan Emosi Remaja. http://jurnal.upi.edu
Bandura. A. (1997). Social Learning Theory. New Jersey: Prentice-Hall, Inc
BKKBN. (2014). Survei indikator kinerja rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) program kependudukan dan keluarga berencana tahun 2014 Jakarta: BKKBN Puslitbang KB dan KS
BPS. (2015a). Kemajuan Yang Tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak Di Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia
BPS. (2016).Kota Ambon Dalam Angka https://ambonkota.bps.go.id
Centers for Desease Control and Prevention. (2016). Reproductive Health. Available at https://www.cdc.gov/reproductivehealth/index.html
Depkes RI. (2013).Profil Kesehatan Maluku tahun 2012. http://www.depkes.go.id
-------------. (2015).Profil Kesehatan Maluku tahun 2014. http://www.depkes.go.id
Etrawati. F., Martha. E., Damayanti. R. (2013) Determinan psikososial perilaku seksual berisiko pada siswa SMA/sederajat di Kabupaten Merauke. Tesis. Universitas Indonesia
Hurlock E. B. (2009). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga
Izra Rizky Ibrahim. (2016). Kelompok sebaya dan perilaku menyimpang remaja SMA di Jakarta Tesis. Universitas Indonesia.
Jahja Yudrik. (2011). Psikologi Perkembangan Jakarta: Kencana Kemenkes RI. (2011).
Kemenkes RI. (2014). Infodatin Situasi Kesehatan Ibu [Infodatin Maternal Health Situation]. Jakarta: Kemenkes RI
---------------. (2014b). Upaya Kesehatan Anak: Peraturan Menteri Kesehatan RI no.25 tahun 2014
---------------. (2015). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014
---------------.(2015b). Infodatin Situasi Kesehatan reproduksi remaja
---------------. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015
Khahatie Paramitha Rizky. (2014). Perilaku Seks Pranikah Pada Kalangan Pelajar di SMA Negeri 13 Kota Ambon. Tesis. Universitas Hasanuddin
Kusmiran. E. (2013). Kesehatan Reproduksi remaja dan wanita. Jakarta: Salemba Medika
Kollmann Nathalie. (1998). Kesehatan Reproduksi Remaja: Program Seri Lokakarya Kesehatan Perempuan. Jakarta: YLKI & Ford Foundation
Kozier E. B., Erb G. L., et.al (2013). Fundamental of Nursing: Concept and Practice. California: Addison-Wesley Morbidity and Mortality
Weekly Report. (2016) Youth Risk Behavior Surveilance United State 2015. https://www.cdc.gov.
Nazim A. M., Sham F. Md., Hamjah S. H. (2013). Ciri-ciri remaja berisiko: Kajian Literatur Islamiyyat. 35(1): 111-119
Notoatmodjo S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Nur Ika. (2009). Pengaruh Faktor Personal dan Lingkungan Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Di SMAN 1 Batiraden Dan SMAN 1 Purwokerto. Tesis. Universitas Diponegoro.
Parihat, Reni Dwi. (2015). Perilaku Berisiko Dan Faktor Risiko Kejadian Seks Pranikah Pada Siswa / Siswi Sma Sederajat Di Kota Tangerang Selatan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Papalia. D.E., Olds. W.S., Feldman.R.D. (2013). Human Development: Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika
Prior, Seamus. (2012). “Young People’s Process of Engagement in School Counselling.” Counselling and Psychotherapy Research 12(3): 233– 40. http://remote-lib.ui.ac.id
Rachman Watief. A. (2008). Analisis ketahanan keluarga dalam perilaku seks pranikah remaja (studi kasus di Kota Ambon). Jurnal Ilmiah Sinergi IPTEK. 01 (01): 1-17
Rimawati Nanda. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Di Tiga Sekolah Menengah Atas Negeri Kelas X Dan XI Di Kota Bengkulu. Tesis. Universitas Indonesia.
Saftner, Melissa A et al. (2015). “Urban American Indian Adolescent Girls: Framing Sexual Risk Behavior.” Journal of Transcultural Nursing.
Santrock John. W. (2009). Adolesence (Edisi 11): Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga
Sari, Suci Nofita. (2012). Perilaku Seksual Dan Faktor Yang Berhubungan Pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas X Universitas Indonesia. Tesis. Universitas Indonesia.
Sarwono Sarlito. W. (2016). Psikologi Remaja Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers
Soekanto Soerjono. (1996). Mengenal dan memahami masalah remaja. Jakarta: Pustaka Antara
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto
Sova Arviyah. (2012). Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost Skripsi. Universitas Muhamadiyah
Stanhope, M & Lancester, J. (2014). Foundations of nursing in the community: Community-oriented practice (4th ed). St. Louis, MO: Mosby-Elsevier
Suryoputro, Antono, Nicholas J. Ford, and Zahroh Shaluhiyah. (2006). “Faktor faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di Jawa Tengah: implikasinya terhadap kebijakan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi”. Mkara, Kesehatan 10(1): 29–40.
Susanti Theresia Dewi. (2008). Perbedaan perilaku seksual remaja dalam berpacaran di kos antara remaja yang kos dengan induk semang dan remaja yang kos tanpa induk semang. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.
Suwarsih. (2012). Hubungan Paparan Media, Penggunaan Waktu Luang Dan Peran Keluarga Dengan Perilaku Kenakalan Pada Agregat Remaja Di SMA Negeri Kabupaten Sleman. Tesis. Universitas Indonesia.
Syuderajat Fajar (2014) Perilaku Seksual Mahasiswa : Studi Deskriptif pada suatu Perguruan Tinggi di Jatinangor. Jurnal Kajian Komunikasi 02 (01): 66-72
Taufik, M. (2010). Analisis Spasial Perilaku Hubungan Seksula Pra Nikah Pada Remaja Di Kota Pontianak. Tesis. Universitas Indonesia.
UU. RI. No.35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. http://www.kpai.go.id
WHO. (2012). Maternal, Newborn, Child, and Adolescent health: Adolescent Development.
Wong Algreen, Arnow., et.al. (2003). Nursing care of infants and children. Canada: Mosby Elsevier
Ying, Liuhua.,Fengling Ma., Huahua Huang., Xiaolin Guo., Chuansheng Chen.,Fen Xu. (2015). Parental Monitoring, Parent-Adolescent Communication, and Adolescents’ Trust in Their Parents in China. http://remote-lib.ui.ac.id
Published
2020-12-03
Section
Articles