Perbandingan Desinfektan Karbol dan Surfanios terhadap Jumlah Koloni Bakteri Kamar Operasi

  • Agung Apriliyanto Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid
  • Handono Fatkhur Rahman Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid
  • Heri Siswanto Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid
Keywords: desinfektan, kamar operasi, karbol, koloni bakteri

Abstract

Infeksi daerah operasi merupakan   infeksi  yang terjadi pada luka yang ditimbulkan oleh prosedur invasif. Kontaminasi bakteri diruang operasi merupakan pemicu terjadinya infeksi daerah operasi. Desinfeksi merupakan upaya menghancurkan dan  membersihkan  mikroorganisme dari permukaan benda menggunakan bahan desinfektan yang efektif.  Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan  karbol dan surfanios dalam  mengurangi jumlah koloni bakteri lantai ruang operasi. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen memanfaatkan desain penelitian time series. Penelitian ini menggunakan sampling non probabilitas dengan data purposive sampling sebanyak 3 kali pengambilan  sampel pre dan post operasi pada 2 kamar operasi yang dianalisis uji laboratorium dan  wilcoxon rank test dengan nilai P value ≤ 0,05. Uji laboratorium diperoleh karbol mampu menekan jumlah mikroorganisme pada tingkat 76,7%, surfanios pada level 81%. Nilai P value  desinfektan karbol =  0,1. Nilai P value  desinfektan surfanios =  0,18. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara desinfektan karbol dan surfanios dalam mengurangi jumlah koloni bakteri lantai kamar operasi.

References

Amalia,YR. (2018), Konsentrasi Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride Sebagai Antimikroba Terhadap Isolat Bakteri Secara In Vitro. Bandung: The Indonesian Journal of Infectious Diseases, Vol 2 No.1

B.E Pertiwi (2012), Efektifitas Desinfeksi Karbol 4% di Ruang ICU RSUD dr.Moewardi,Solo, Perpustakaan uns.ac.id.

CC. Pardosi (2020). Efektivitas Desinfektan Terhadap Angka Bilangan Kuman Pada Lantai Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Medan : Poltekes Kemenkes Medan

Dewi PMK. (2016) Pengaruh pH dan konsentrasi glutaraldehid sebagai bahan disinfektan instrumen preparasi saluran akar terhadap daya antibakteri padabacillus subtilis. Tesis. Yogyakarta: FKG UGM

Fadila M., (2019), Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi, Padang, Jurnal FK vol.8 no.25 Universitas Andalas Padang.

Gutama,P et al. (2015). Penentuan Daya Hambat Dari Suatu Sediaan Yangsebagai Antiseptik Atau Desinfektan Terhadap Bakteri Uji.Bandung: Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Padjdjaran, Vol2, No.2

Hasyimi, (2018), Mikrobiologi Parasitologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta, Trans Info Media

Hollins C. Levison’s (2009) Textbook for dental nurses. Edisi 10. United Kingdom: Wiley-Blackwell.

Horibi. R (2009). Pengaruh Lysol Terhadap Pertumbuhan Mycobacterium Tuberculosis Pada Sputum BTA Positif Sisa Bahan Pemeriksaan Laboratorium Semarang, Semarang

Kementrian Kesehatan RI, (2020), Panduan Kegiatan Menjaga Kebersihan Lingkungan. Jakarta, Direktorat Kesehatan Lingkungan.

Mardho T et al (2017), Antimicrobial and Antioxidant Activities of Resin and Essential Oil From Pine, Bogor. Jurnal Biosaintifika, Institut Pertanian Bogor, Vol 9, No 1

Marfu'ah, S., Sofiana, L. (2018). Analisis tingkat kepatuhan hand hygiene perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Vol.12, No.1

Mahdisear F et all (2018), Effect of Times on Fungicidal and Fungistatic Properties of Surfanios on Candida Albicans, Theran, Islamic Azad University Tehran.

Mayang,N. (2018) Efektifitas Alkohol 70% dan Glutaraldehid 2% Terhadap Jumlah Koloni Bakteri Dental Chair. Medan: FKG Universitas Sumatra Utara

Nasution LH (2012), Infeksi Nosokomial, Jurnal FK, Universitas Sumatra Utara, Vol 39, No 1

Nurseha, J (2013). Pengembangan Tindakan Pencegahan Infeksi Nosokomial Oleh Perawat di Rumah Sakit Berbasis Health Belief Model, Jurnal Ners, vol. 8, no. 1.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, (2019). Selayang Pandang Kabupaten Bondowoso: BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

PP Hipkabi (2014), Buku Pelatihan Dasar Dasar Keterampilan Bagi Perawat Kamar Operasi, Jakarta. Hipkabi Press

Saad L (2015), Antibacterial Efficacy of some Essensial Oils in Combination With Locally Used Disinfectants against Clinical and Environmental Strains of Staphylococcus spp, Iraq, Collage of Science Al Mustansiryah University.

Sanae.Lanjri. (2017), In Vitro Evaluation Of The Susceptibility Of Acinetobacter Baumannii Isolates To Antiseptics And Disinfectants: Comparison Between Clinical And Environmental Isolates. Rabat, Maroko

Salawati, Liza, (2012). Pengendalian Infeksi Nosokomial di Ruang Intensif Care Unit Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. vol. 12 no.1

Setiawan,B. 2018, Perbedaan Efektifitas Berbagai Desinfektan Terhadap Jumlah Mikroorganisme Incubator Neonatal di ICU RS dr. Sardjito. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Simamora, R. H. (2017). A strengthening of role of health cadres in BTA-Positive Tuberculosis (TB) case invention through education with module development and video approaches in Medan Padang bulan Comunity Health Center, North Sumatera Indonesia. International Journal of Applied Engineering Research, vol. 12, no.20

Published
2022-08-01
How to Cite
Apriliyanto, A., Rahman, H., & Siswanto, H. (2022). Perbandingan Desinfektan Karbol dan Surfanios terhadap Jumlah Koloni Bakteri Kamar Operasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(3), 845-854. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i3.974