Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Pasien dalam Tata Laksana Hipertensi

  • Nanik Istyowati Universitas Nurul Jadid
  • Husnul Khotimah Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid
  • Kholisotin Kholisotin Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid
Keywords: hipertensi, kepatuhan, pengetahuan

Abstract

Pengendalian hipertensi bertujuan untuk menghindari serta mengurangi probabilitas kesakitan, komplikasi, serta kematian. aspek yang pengaruhi ketidakpatuhan berobat pengidap hipertensi. Riset mengenai tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi yang sudah dicoba tadinya memperoleh hasil yang cenderung berbeda utamanya pada aspek pengetahuan. Riset bertujuan untuk menganalisa hubungan jenjang pengetahuan tentang hipertensi terhadap kepatuhan penderita dalam tata laksana hipertensi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Riset dicoba pada bulan september 2021. Kategori rancangan riset prosedur kuantitatif dengan metode studi cross- Sectional. Jumlah responden dalam riset sebanyak 83 dengan tehnik pengambilan sampling secara simple random sampling. Alat ukur dalam riset ini merupakan kuesioner baku untuk mengukur pengetahuan tentang hipertensi digunakan Hypertension Knowledge- Level Scale( HK- LS) serta kuesioner baku Morinsky Medication Adherence Scale( MMAS) untuk mengukur kepatuhan. Prosedur analisis yang digunakan dalam riset ini merupakan Univariat serta Bivariat dengan uji chi square dengan derajat keyakinan 95% sehingga bila nilai p≤ 0, 05. Didapatkan p value 0, 001 yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga, Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Pasien Dalam Tata Laksana Hipertensi Di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Dapat disimpulkan jika pengetahuan pengidap hipertensi dapat menjadi guru yang baik untuk dirinya, dengan pengetahuan yang dipunyai akan pengaruhi kepatuhan pengidap hipertensi tersebut dalam menjalani penyembuhan. Pengidap yang memiliki pengetahuan besar cenderung lebih patuh berobat daripada pengidap yang berpengetahuan rendah.

References

Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI, 2019

Hardiyani Presticasari. 2017. Skripsi. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Hipertensi Dengan Kepatuhan Menggunakan Antihipertensi Di Puskesmas Gondokusuman 1 Dan Gedongtengen Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia : Yogyakarta

Masi, G. M., & Silolonga, W. (2018). Hubungan peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Tahuna Timur. Jurnal keperawatan, 6(1).

Masturoh, Imas dan Nauri Anggita T. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Profil Kesehatan Jawa Timur 2019

Pusdatin Hipertensi, Kementrian Kesehan Republik Indonesia 2019

Rizqy Iftitah Alam dan Fatma Jama, 2020. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan https:// doi.org/10.12345/jikp.v9i02.173

Rosaria Ika Pratiwi, 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Hipertensi Dalam Penggunaan Obat Di RSUD Kardinah. Prodi DIII Farmasi, Politeknik Harapan Bersama Tegal

Yulike Mangendai, 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Ranotana Weru. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. Universitas Sam Ratulangi. e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1, Mei 2017

Zulkarnaini. 2021. Efektifitas Latihan Jalan Cepat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Batuphat Barat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Jurnal Edukes, Vol.4, No.1, Maret 2021ǀ42.

Published
2022-02-28
How to Cite
Istyowati, N., Khotimah, H., & Kholisotin, K. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Pasien dalam Tata Laksana Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 377-382. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.835