Analisis Munculnya Kasus Multidrug Resistants Tuberculosis (MDR-TB)

  • Olivia Ekklesia Suli Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Keywords: MDR-TB, pencegahan, TBC

Abstract

Sebagai landasan untuk mengetahui pentingnya melakukan pencegahan dan antisipasi sejak awal terhadap kasus Multidrug Resistants Tuberculosis (MDR-TB) yang merupakan masalah terbesar pencegahan dan eliminasi Tuberkulosis (TB) secara global, termasuk di Indonesia. Lebih sulitnya lagi ketika bakteri tuberkulosis resisten terhadap Terapi  Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan tentang MDR-TB serta pemahaman pentingnya pencegahan MDR-TB sejak awal. Di Indonesia, angka penemuan kasus TB-MDR terus meningkat tiap tahunnya MDR-TB dapat terus muncul dan menyebar karena salah urus pengobatan TB dan penularan dari orang ke orang. Metode yang digunakan adalah literature review dari 17 artikel dari tahun 2014 hingga 2021.  Selanjutnya, artikel yang didapatkan akan dianalisis dengan metode systematic literature review meliputi kegiatan pengumpulan, evaluasi, dan pengembangan penelitian dengan focus tertentu. Dari hasil analisis beberapa penelitian yang telah dilakukan, masih maraknya peningkatan kasus MDR-TB memunculkan wacana pentingnya ada regulasi yang tepat untuk menyadarkan pentingnya mengkonsumsi OAT secara tepat.

References

Alipanah N, Jarlsberg L, Miller C, Linh NN, Falzon D, J. E. (2018). Adherence interventions and outcomes of tuberculosis treatment: A systematic review and meta-analysis of trials and observational studies. PLoS Med, 15(7). http://doi.org/10.1371/journal.pmed.1002591%0A

Engelbrecht, M., Janse van Rensburg, A., Kigozi, G., & van Rensburg, H. C. J. D. (2016). Factors associated with good TB infection control practices among primary healthcare workers in the Free State Province, South Africa. BMC Infectious Diseases, 16(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12879-016-1984-2

kemenkes. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis.

Kemenkes. (2015). Renstra Kementerian Kesehatan 2015-2019. http://ppid.kemkes.go.id/uploads/ img_5cd07f7e6d039.pdf

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Situasi TBC di Indonesia - TBC Indonesia. Kemenkes.

M, N. L., Rohmah, S., & Wicaksana, A. Y. (2015). Upaya keluarga untuk mencegah penularan dalam perawatan anggota keluarga dengan tb paru. 108–116.

Meintjes G, Brust JC, Nuttall J, M. G. (2019). Management of active tuberculosis in adults with HIV. Lancet HIV, 6(7). http://doi.org/10.1016/S2352-3018(19)30154-7%0A PMid:31272663%0A

Organisasi Kesehatan Dunia. (n.d.). Tuberkulosis yang resistan terhadap banyak obat (MDR-TB).

Organisasi Kesehatan Dunia. (2015). . Laporan Tuberkulosis Global.

Permenkes, (2016).

Pratiwi, C. (2019). Analisis Predisposisi, Faktor Pemampu, Dan Penguat Dalam Mencegah Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru Pada Kerabat Pasien Di Kabupaten Tulungagung. Kualitas Dalam Kesehatan Masyarakat, 1(1), 54–68.

Purniti, N. P. S., Bachtiar, N. S., Subanda, I. B., Setyorini, A., Putra, P. J., Gustawan, W., Windiani, I. T., S, J., & Sari, R. M. (2016). Perbandingan Keamanan dan Konversi Tuberkulin dari Vaksin BCG Strain Moskow dan Vaksin BCG Strain Pasteur pada Bayi. Sari Pediatri, 17(3), 169. https://doi.org/10.14238/sp17.3.2015.169-74

S, N. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta.

Santos-Longhurst, A. (2019). Types of Tuberculosis. www.healthline.com

WHO. (2011). Guidelines for the programmatic management of drug-resistance tuberculosis. World Health Organisation, 1–44.

Wikurendra, E. A., Nurika, G., Tarigan, Y. G., & Kurnianto, A. A. (2021). Faktor Risiko Tuberkulosis Paru dan Penanggulangannya : Tinjauan Pustaka. 9, 549–555.

Published
2022-02-24
How to Cite
Suli, O. (2022). Analisis Munculnya Kasus Multidrug Resistants Tuberculosis (MDR-TB). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(1), 289-296. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i1.822