Efektifitas Minuman Sari Jahe terhadap Penurunan Frekuensi Emesis Garvidarum pada Ibu Hamil Trimester 1
Abstract
Setiap kehamilan memiliki risiko, Resiko tinggi/komplikasi adalah keadaan penyimpangan dari normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi Komplikasi kehamilan salah satunya adalah mual dan muntah atau dikenal dengan Emesis Gravidarum. Bila emesis gravidarum tidak ditangani dengan baik maka bisa sebagai hiperemesis gravidarum yaitu keadaan mual muntah yang berlebihan pada kehamilan, sehingga bisa meningkatkan resiko terjadinya gangguan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian minuman sari jahe terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum di ibu hamil trimester I di BPM Anggi Fransiska, Jenis penelitian ini ialah penelitian Kuatitatif menggunakan design Pra Eksperimental One grup Pretest Post Tes Design. Responden yg dipergunakan berjumlah 23 orang menggunakan tekhnik Purposive Sampling. Analisis data memakai uji Paired Sampel T-Test. Instrumen penelitian ini adalah data primer berupa kuisionerPengukuran mual dan muntah yaitu PUQE-24 24-hour Pregnancy Unique Quantification of Emesis.Kuesioner ini berisi 2 buah pertanyaan tentang mual dan muntah dengan hasil Score yaitu mual ringan 1-5, sedang 6-10, berat 11-15 dan muntah ringan 1-3, sedang 4-5, dan berat 6-10. Dan quesioner yang berisi ibu dapat makan minum yang lainnya.Pengukuran skor PUQE-24dilakukan 2 kali, yaitu sebelum memberikan minuman sari jahe dan 4 hari setelah mengkonsumsi minuman sari jahe. Hasil penelitian nilai Sig. 2-Tailed ialah sebesar 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara hasil Pre Test dengan Post Test yg terdapat pengaruh pemberian minuman sari jahe terhadap penurunan frekuensi mual serta muntah pada ibu hamil trimester I.
References
Budhwaar , V (2006).Khasiat Rahasia Jahe Dan Kunyit. Jakarta: PT Bhuana ilmu populer
Fitria, Rahmi. (2013). Efektifitas jahe untuk menurunkan mual muntah padakab.Serdang bedagai.Jurnal Maternity and Neonatal Vol 1 No 2
Kemenkes. (2016). Folmarium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta.SekretariatJendral Kementrian Kesehatan RI.
Manuaba , I.B.G. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB. Jakarta : EGC
Mandriwati, G.A., dkk. (2016). Asuhan Kebidanan Kehamilan Berbasis Kompetensi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Masruroh dan wulan. (2016). Khasiat Jahe Untuk Mengatasi Mual Dan Muntah Pada Wanita Hamil: lampung
Murti,B. (2010). Desain Ukuran Sampel Dalam Penelitian Kesehatan Edisi Ke 2. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : RinekaCipta.
Nugroho,T.,dkk.. (2014). Buku Ajar Asuhan Kebidanan I Dan Kehamilan, yogyakarata : Nuha medika
Parwitasari, Chatur. (2015). PerbandinganEfektivitas Pemberian Rebusan JaheDan Daun Mint Terhadap Mual MuntahPada Ibu Hamil.
Putri, Ayu., D Andiani dan Haniarti. (2016). Efektifitas Pemberian Jahe HangatDalam Mengurangi Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I.Prosiding Seminar Nasional IKAKESMADA “Peran Tenaga Kesehatandalam Pelaksanaan SDGs”. Profil Kesehatan Indonesia 2019
Rahmi. (2013). Efektivitas Jahe UntukMenurunkan Mual Muntah Pada Kehamilan Trimester Pertama DiPuskesmas Dolok Masihul kec. Dolok
Rofi’ah., dan Handayani, Rahmawti. (2017). Efektifitas Konsumsi Jahe dan Serehdalam Mengatasi Morning Sickness.JURNAL ILMIAH BIDAN , VOL.II,NO.2, 2017.
Sastroasmoro, S. (2011). Dasar –Dasar Metodologi Penelitian klinis. Jakarta:sagung seto
Sasmito, E. (2017). Imunomodulator Bahan Alami. Bandung. Andi Offset
Suririnah. (2009). Buku Pintar Kesehatan Kehamilan Dan Persalinan.PT. Gramedia
Sulistyawati, Ari. (2015). Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta :Salemba Medika.
Tiran, Denise. (2013). Mual dan muntah Kehamilan. Jakarta : EGC.



