Hubungan Jenis Stresor dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahap Akhir
Abstract
Stres merupakan ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dengan kemampuan individu untuk memenuhinya, sementara stresor adalah stimulus yang mana dapat berupa eksternal maupun internal yang mampu memunculkan stres. Beberapa bukti empiris telah membuktikan bahwa mahasiswa memiliki tingkat stres yang cukup tinggi, sehingga memunculkan sebuah istilah stres akademik yaitu suatu kondisi terjadinya ketidaksesuaian antara tuntutan akademik dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. Jenis stresor dapat berupa beban akademik, tuntutan sosial, dan transisi kehidupan yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan antara jenis stresor dengan tingkat stres pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati tahap akhir. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan rancangan cross sectional. Populasi adalah mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati tahap akhir atau yang sedang menjalani semester 4-7. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel ditentukan sebanyak 154 orang responden. Pengumpulan data berupa kuesioner dengan Perceived Stress Scale (PSS) dan Medical Student Stressor Questioner (MSSQ). Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat yakni uji Spearman. Diperoleh responden sebanyak 154 orang mahasiswa dengan tingkat stres terbanyak berada pada kategori stres sedang yaitu berjumlah 133 orang (86,4%). Jenis stresor Academic Related Stressor (ARS) paling banyak menyebabkan stres sedang (73,4%); Intrapersonal & Interpersonal Related Stressor (IRS) paling banyak menyebabkan stres sedang (63,0%); Teaching & Learning Related Stressor (TLRS) paling banyak menyebabkan stres sedang (81,8%); Social Related Stressor (SRS) paling banyak menyebabkan stres sedang (68,2%); Drive & Desire Related Stressor (DRS) paling banyak menyebabkan stres sedang (67,5%); Group Activities Related Stressor (GARS) paling banyak menyebabkan stres ringan (75,3%). Hasil analisis bivariat membuktikan bahwa jenis stresor (ARS, IRS, TLRS, SRS, dan GARS) memperoleh p value < 0,05 serta koefisien korelasi (r) sekitar 0,454-0,629.
References
Alifta, F.A. and Martha, E. (2023) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Selama Masa Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia’, Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 5(1), p. 10. Available at: https://doi.org/10.47034/ppk.v5i1.6190.
AndrianaJumaini Andriana, J. and Nunu Prihantini, N. (2021) ‘Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia’, Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya, 9(2), pp. 1351–1361. Available at: https://doi.org/10.37304/jkupr.v9i2.3527.
Bayantari, N.M., Indonesiani, S.H. and Apsari, P.I.B. (2022) ‘Regulasi Diri dalam
Belajar dan Hubungannya dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat
Pertama Fakultas Kedokteran’, Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), pp. 609–618. Available at: https://doi.org/10.23887/jipp.v6i3.51175.
Cohen, S., Kamarck, T. and Mermelstein, R. (1983) ‘Perceived Stress Scale’, Journal of Health and Social Behavior, pp. 386–396. Available at:
http://www.mindgarden.com/products/pss.htm.
Hulukati, W. and Djibran, M.R. (2018) ‘Analisis Tugas Perkembangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo’, Bikotetik (Bimbingan dan Konseling Teori dan Praktik), 2(1), p. 73. Available at:
https://doi.org/10.26740/bikotetik.v2n1.p73-80.
januar ginata, A., dewi indi astuti, R. and Hartati, J. (2023) ‘Tingkat Stres Berdasarkan Jenis Stresor Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Tahap Akademik
Fakultas Kedokteran Unisba’, Jurnal Riset Kedokteran, pp. 25–30. Available at: https://doi.org/10.29313/jrk.vi.1915.
Kesuma, D.D. (2016) ‘Stress dan Strategi Coping Pada Anak Pidana’, Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(3), pp. 391–398. Available at: https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v4i3.4099.
Khoiri Okttavia, W. (2019) ‘Life - Span Development, Perkembangan Masa Hidup
(Edisi Ketigabelas) Jilid 1’, Erlangga, pp. 142–149.
Macan, H.H. et al. (2017) ‘Hubungan Stresor dengan Kejadian Stres pada Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Stressor Related to Clinical Medical
Student Distress in Clerkship’, Jurnal Agromed Unila, 4(2), pp. 1–8.
Available at: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/viewFile/1806/pdf Maesyaroh, D.A.Y.U. et al. (2021) ‘Pola perilaku mencari bantuan pada mahasiswa tingkat akhir’, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta [Preprint].
Priharyuni, C.Y., Maryani and Wicaksono, B. (2015) ‘Pengaruh tingkat stres mahasiswa kedokteran yang mengerjakan skripsi terhadap prestasi akademik di Universitas Sebelas Maret’, Nexus Pendidikan Kedokteran dan
Kesehatan, 4(2), pp. 55–63. Available at:
https://jurnal.fk.uns.ac.id/index.php/Nexus-PendidikanKedokteran/article/download/789/342.
Psychologia, A. et al. (2022) ‘Acta Psychologia’, 4, pp. 11–20.
Rahmayani, R.D., Liza, R.G. and Syah, N.A. (2019) ‘Gambaran Tingkat Stres Berdasarkan Stressor pada Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2017’, Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1), p. 103. Available at: https://doi.org/10.25077/jka.v8.i1.p103-111.2019.
Rakhmawati, I., Farida, P. and Nurhalimah (2014) ‘Sumber Stress Akademik dan Pengaruhnya Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Keperawata DKI JAKARTA’, JKep, vol 2 no 3, pp. 72–84.
Roellyana, S. and Listiyandini, R.A. (2016) ‘Peranan Optimisme terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Mengerjakan Skripsi’, Prosiding Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia 2016, 1(July), pp. 29–37.
Santina, R.O., Hayati, F. and Oktarina, R. (2021) ‘Analisis Peran Orangtua Dalam Mengatasi Perilaku’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1).
Triyana, M., Hardjajani, T. and Karyanta, N.A. (2013) ‘Hubungan antara resiliensi dan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa program studi psikologi fakultas kedokteran’, Universitas Sebelas Maret, (2007), pp. 1–13. Available at: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/49511.
Widjaja, S. and Cahyono, A. (2022) ‘Stress Analytics of Medical Students At
Faculty of Medicine University of Surabaya’, Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education, 11(3), p. 319. Available at: https://doi.org/10.22146/jpki.64881.
Wulandari, N. A., Astini, D. A. A. A. S., & Arsana, I. W. E. (2022). Tingkat Stres Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa selama Pembelajaran Daring pada masa Pandemi COVID-19. Aesculapius Medical Journal, 2(2), 69-75.
Yusoff, M. and Rahim, A. (2010) ‘The Medical student stress questionare (MSSQ) Manual An explanatory guide on stress and stressors in medical study to help you’, (February 2010).



