Hubungan Indeks Massa Tubuh, Usia, dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Fibroma Mole
Abstract
46-50% individu memiliki satu FM (FM), terutama pada usia pertengahan hingga usia lanjut dan pada jenis kelamin perempuan. FM juga sering dihubungkan dengan Indeks Massa Tubuh(IMT), dilaporkan kasus FM banyak terjadi pada individu dengan obesitas. FM merupakan salah satu dampak obesitas pada kulit namun kurang diperhatikan, padahal setiap tahunnya angka obesitas terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan Indeks massatubuh , usia dan jenis kelamin dengan kejadian FM di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendetakan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien FM sebanyak 47, keratosis seboroik sebanyak 14 dan 40 pasien veruka vulgaris yang diperoleh melalui sumber data sekunder berupa rekam medis dan dengan teknik total sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji chi-square antara indeks massa tubuh dengan kejadian FM didapatkan p value 0,091 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian FM. Pada uji variabel usia dan jenis kelamin dengan kejadian FM didapatkan p value 0,002, hal ini diartikan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian FM. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian FM. Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian FM.
References
Amante M., Gerson P. (2018). Profile of dermatological consultations in Brazil 2018. Anais Brasileiros de Dermatologia. 93(6) 916–928.
Cipto, H. Suriadiredja A. (2018). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin dalam S. L. Menaldi edisi 7. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Gupta, S. Aggarwal, R. Gupta. S, Arora. (2008). Human papillomavirus and skin tags: Is there any association ?. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology. 74(3), 222–225. Tersedia dari: https://doi.org/10.4103/0378- 6323.39585
Hassan A. Mohammad, L. Nassar, A. et al. (2013). Immunohistochemical study of estrogen and androgen receptors in skin tags. Journal of Microscopy and Ultrastructure.1(3).76. Tersedia dari: https://doi.org/10.1016/j.jmau.2013.08.001
Intan I. Soebaryo R.Widaty W. Cipto H. (2013). Jumlah lesi fibroma mole sebagai faktor prediksi gangguan toleransi glukosa. Jurnal MDVI 40(2) 58–63.
Jusuf N. Putra I. Kartayana, J. (2017). The correlation between body mass index with the occurrence of skin tag. Macedonian Journal of Medical Sciences, 5(3), 271–274. Tersedia dari: https://doi.org/10.3889/oamjms.2017.061
Khalil G. Al Shobaili H. Alzolibani. et al .(2011). Relationship between obesity and other risk factors and skin disease among adult Saudi population. Journal of the Egyptian Public Health Association,86(3-4),56–62. Tersedia dari: https://doi.org/10.1097/01.EPX.0000398942.36374.5c
Maluki, A. (2016). Metabolic Associations with Skin Tags. International Journal of Dermatology and Clinical Research. Tersedia dari: https://doi.org/10.17352/2455-8605.000013
Mawu F. (2016). Tumor jinak kulit pada wajah. Jurnal E-CliniC 4(1). Tersedia dari: https://doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.11488
Nurhayati R. Putra IB. Siregar R. (2019). Analysis of serum leptin levels in skin tag patients.Bali Medical Journal, 8(1), 376. Tersedia dari: https://doi.org/10.15562/bmj.v8i1.135
Rasi A.Soltaniarabshahi R. Shahbazi N. (2007). Skin tag as a cutaneous marker for impaired carbohydrate metabolism : a case – control study. International Journal of Dermatology 46 (1155–1159).
Sundari RS. Indeks Massa Tubuh Pada Penderita Skin Tag [Tesis]. (2012). Medan: Universitas Sumatera Utara
Gupta S, Aggarwal R, Arora S. (2008). Human papillomavirus and skin tags: Is there any association?Indian J Dermatol Venereol Leprol.;74(3):222–5.
Rasi A, Soltani-arabshahi R, Shahbazi N.(2007). Skin tag as a cutaneous marker for impaired carbohydrate metabolism : a case – control study. Int J Dermatol.;46:1155–9.
Rustika R. Driyah S. Oemiati R. et al. (2019). Prediktor sindrom metabolik : Studi Kohor Prospektif Selama Enam Tahun di Bogor, Indonesia. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan 29(3), 215–224 [Online Jurnal] Tersedia dari: https://doi.org/10.22435/mpk.v29i3.654
Selma K et al. (2020). Coenzyme Q10, Zinc and MDA levels in Veruca Vulgaris. Turkish Journal of Medical Sciences Tersedia dari: 46 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7491259/pdf/turkjmedsci50-1387.pdf .



