Nilai Trombosit dan Hematokrit dalam Manifestasi Perdarahan Pasien Demam Berdarah Dengue

  • Alvinasyrah Alvinasyrah Universitas Lampung
Keywords: demam berdarah dengue, manifestasi perdarahan, penurunan nilai trombosit, peningkatan nilai hematokrit

Abstract

Dengue merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih berat dari demam dengue dengan manifestasi klinis berupa manifestasi perdarahan, hepatomegali, dan kegagalan sirkulasi. Penurunan jumlah trombosit dan peningkatan nilai hematokrit menjadi dua tanda yang selalu muncul pada demam berdarah dengue. Tujuan literature review ini yaitu mengetahui pengaruh nilai trombosit dan hematokrit terhadap timbulnya manifestasi perdarahan pada pasien demam berdarah dengue yang merupakan salah satu tanda beratnya infeksi yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode literature review yang didapatkan dari buku dan berbagai jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan dari tahun 2008 hingga tahun 2019 dan berasal dari 3 buku dan 7 artikel yang dapat diakses melalui Google Scholar menggunakan kata kunci trombositopenia, hematokrit, demam berdarah dengue, dan manifestasi perdarahan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa nilai trombosit dapat mempengaruhi manifestasi perdarahan pada pasien demam berdarah dengue sedangkan nilai hematokrit tidak berpengaruh terhadap manifestasi perdarahan.

References

Amala, F. N. (2019). Hubungan kadar trombosit dan peningkatan hematokrit dengan manifestasi perdarahan pasien DBD anak di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Anzani, B. P. (2019). Hasil pemeriksaan darah rutin terhadap manifestasi perdarahan pada anak dengan diagnosis infeksi dengue di RS Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 14(1), 25-31 DOI: https://doi.org/10.36086/jpp.v14i1.402.

Bashir, A. B., Mohammed, B. A., Saeed, O. K., & Ageep, A. K. (2015). Thrombocytopenia and bleeding manifestations among patients with dengue virus infection in Port Sudan, Red Sea State of Sudan. Journal of Infectious Diseases and Immunity, 7(2), 7-13. DOI: 10.5897/J IDI2014.0143.

Kemenkes RI. (2019). Profil kesehatan indonesia 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Livina, A., Rotty, L. W., & Panda, A. L. (2014). Hubungan trombositopenia dan hematokrit dengan manifestasi perdarahan pada penderita demam dengue dan demam berdarah dengue. Jurnal E-Clinic (ECL), 2(1), 1-8. DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.2.1.2014.3610.

Rena, N. M., Utama, S., & M, T. P. (2009). Kelainan Hematologi pada Demam Berdarah Dengue. Jurnal Penyakit Dalam, 10(3), 218-225

Sellahewa, K. H. (2013). Pathogenesis of dengue haemorrhagic fever and its impact on case management. Hindawi Publishing Corporation, 1-6. https://doi.org/10.5402/2013/571646.

Soedarto. (2012). Demam berdarah dengue. Surabaya: CV. Sagung Seto.

Suseno, A., & Nasronudin. (2015). Pathogenesis of hemorrhagic due to dengue virus. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 5(4), 107-111. http://dx.doi.org/10.20473/ijtid.v5i4.2009.

WHO. (2011). Comprehensive guidelines for prevention and control of dengue and dengue haemorrhagic fever. Revised and expanded edition. New Delhi: World Health Organization.

Published
2021-02-06
How to Cite
Alvinasyrah, A. (2021). Nilai Trombosit dan Hematokrit dalam Manifestasi Perdarahan Pasien Demam Berdarah Dengue. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(1), 153-158. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i1.358