Bahaya Potensial pada Sektor Agroindustri Usaha Jamu Tradisional

  • Hasan Hasan Universitas Lampung
Keywords: agroindustri, bahaya potensial, jamu tradisional

Abstract

Bahaya potensial memang selalu hadir dalam setiap sektor pekerjaan, terutama sektor agroindustri, termasuk usaha jamu tradisional. Bahaya ini terdiri dari faktor fisika, kimia, ergonomi, dan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui bahaya potensial yang dapat terjadi pada agroindustri usaha jamu tradisional. Metode yang digunakan adalah literature review yang berasal dari sumber pustaka yang berjumlah 21 pustaka yang diterbitkan pada tahun 2011 sampai 2020 yang bersumber dari NCBI, Elesevier, serta penelitian nasional lainnya dengan kata kunci yang digunakan adalah agroindustri, bahaya potensial, jamu, serta keamanan dan keselamatan kerja. Metode analisis yang digunakan adalah systematic literature review yang mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, serta mengembangkan secara sistematis penelitian yang ada dengan fokus topik tertentu yang sesuai dan relevan. Hasil analisis dari beberapa penelian menunjukkan bahwa usaha jamu tradisional memiliki bahaya potensial fisika, kimia, ergonomi, dan psikologi baik saat proses produksi maupun proses penjualan dan distribusi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahaya potensial pada pelaku usaha jamu tradisional diakibatkan masih kurangnya keterampilan pekerja, penggunaan alat pelindungan diri, atau waktu kerja yang jelas.

References

Ardiyanto, D., & Dewi, T. F. (2019). Analisis Ramuan Jamu Antihipertensi di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Tawangmangu Periode Januari-Juni 2017. Jurnal Jamu Indonesia, 4(2), 42–47. https://doi.org/10.29244/jji.v4i2.75

Arisandi, & Andriani. (2011). Khasiat Berbagai Tanaman untuk Pengobatan Berisi 158 Jenis Tanaman Obat. Eska Media.

Kurniawan, A., Ma’rufi, I., & Sujoso, A. D. P. (2017). Gejala Fotokeratitis Akut Akibat Radiasi Sinar Ultraviolet (UV) pada Pekerja Las di PT. PAL Indonesia Surabaya. Ikesma, 13(1), 22–31. https://doi.org/10.19184/ikesma.v13i1.7021

LeBouf, R. F., Hawley, B., & Cummings, K. J. (2019). Potential Hazards Not Communicated in Safety Data Sheets of Flavoring Formulations. Annals of Work Exposures and Health, 63(1), 124–130. https://doi.org/10.1093/annweh/wxy093

Liu, H. C., Cheng, Y., & Ho, J. J. (2020). Associations of ergonomic and psychosocial work hazards with musculoskeletal disorders of specific body parts: A study of general employees in Taiwan. International Journal of Industrial Ergonomics, 76(17), 1–8. https://doi.org/10.1016/j.ergon.2020.102935

Luong, Thanh B. Y., Laopaiboon, M., Koh, D., Sakunkoo, P., & Moe, H. (2016). Behavioural Interventions to Promote Workers’ Use of Respiratory Protective Equipment. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 12(2). https://doi.org/https://doi.org/10.1002/14651858.CD010157.pub2

Mallapiang, F., & Samosir, I. A. (2014). Analisis Potensi Bahaya Dan Pengendaliannya Dengan Metode HIRAC. Public Health Science Journal, 1(2), 350–362. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/as.v6i2.1612

Momeni, Z., Choobineh, A., Razeghi, M., Ghaem, H., Azadian, F., & Daneshmandi, H. . (2020). Workrelated musculoskeletal symptoms among agricultural workers: a cross-sectional study in Iran. Journal of Agromedicine, 3(2), 1–10. https://doi.org/https://doi:10.1080/1059924X.2016.1178612

Panjaitan, N. (2018). Bahaya Kerja Pengolahan Rss (Ribbed Smoke Sheet) Menggunakan Metode Hazard Identification and Risk Assessment Di Pt. Pqr. Jurnal Sistem Teknik Industri, 19(2), 50–57. https://doi.org/10.32734/jsti.v19i2.374

Permatasari, F. L., & Widajati, N. (2018). Hubungan Sikap Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Home Industry Di Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(2), 230. https://doi.org/10.20473/ijosh.v7i2.2018.230-239

Purnaningsih, N., Mawasti, T., & Saraswati, Y. (2017). Analisis Kebutuhan Pendampingan dan Kompetensi Pendamping Pelaku Usaha Industri Jamu. Jurnal Jamu Indonesia, 2(2), 68–85. https://doi.org/10.29244/jji.v2i2.34

Ramli, S. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Management. PT. Dian Rakyat.

Schmitt, J., Wilson, D., & Raber, J. (2018). Occupational Safety and Health (2nd ed.). CRC Press/Taylor. https://doi.org/10.1201/9781315152189-14

Schulte, P. A., Streit, J. M. K., Sheriff, F., Delclos, G., Felknor, S. A., Tamers, S. L., Fendinger, S., Grosch, J., & Sala, R. (2020). Potential Scenarios and Hazards in the Work of the Future: A Systematic Review of the Peer-Reviewed and Gray Literatures. Annals of Work Exposures and Health, 64(8), 786–816. https://doi.org/10.1093/annweh/wxaa051

Suma’mur, P. K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). CV Sagung Seto.

Susihono, W. (2013). Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Identifikasi Potensi Bahaya Kerja. Spektrum Industri.

Syahidah, H. N., & Musfiroh, I. (2018). Aspek Keamanan Dan Keselamatan Kerja Dalam Produksi Sediaan Farmasi. Farmaka, 4(4), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jf.v16i1.15187.g8394

Tarwaka. (2014). Ergonomi Industri: “Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Harapan Press.

Tarwaka. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Harapan Press.

Zakaria, S., Wurlina, Basori, A., Hasanatuludhiyah, N., & Meles, D. K. (2017). Usaha Produksi Jamu Terstandar Di Pedesaan ( Village Jamoe Centre ) Secara Agroindustri Melalui Teknologi 6 M Simplisia Menuju Masyarakat Sehat Cerdas Jamu Hospital Production Business in Rural Agro Industry Through Technology 6 M Simplisia Toward Intelle. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 35–39. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/jlm.v1i1.2017.35-39

Published
2021-02-05
How to Cite
Hasan, H. (2021). Bahaya Potensial pada Sektor Agroindustri Usaha Jamu Tradisional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(1), 135-142. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i1.355