Green Tobacco Sickness pada Petani Tembakau

  • Jihan Azita Maharani Universitas Lampung
Keywords: green tobacco sickness, nikotin, petani tembakau

Abstract

Green Tobacco Sickness adalah bentuk keracunan nikotin akut yang berisiko dialami oleh petani tembakau. Kondisi ini disebabkan oleh absorpsi nikotin dari tembakau melalui kulit pada saat proses budidaya dan panen tembakau. Green Tobacco Sickness ditandai dengan mual, muntah, sakit kepala, kelemahan otot, dan pusing serta gejala neurologis lainnya. Prevalensi kondisi ini tidak terdokumentasi dengan baik karena kurangnya pengetahuan petani tembakau dan klinisi terkait Green Tobacco Sickness, oleh karena itu penulisan artikel ini dilakukan dengan tujuan membahas etiologi, gejala, diagnosis, pengobatan, serta pengendalian risiko untuk mencegah terjadinya Green Tobacco Sickness pada petani tembakau. Metode analisis yang digunakan yaitu systematic literature review dengan cara menelaah, mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, serta menyajikan artikel yang telah disusun dengan merangkum topik dari data sekunder berupa sumber pustaka yang berasal dari jurnal berupa artikel penelitian, guideline, ataupun buku elektronik seperti dari Google Scholar, NCBI, Elsevier, WHO, dan jurnal kesehatan lainnya. Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh 75 artikel yang sesuai kata kunci dalam rentang waktu 1974-2020 dan sebanyak 20 artikel dianggap relevan. Pada hasil dapat disimpulkan bahwa Green Tobacco Sickness adalah penyakit yang berisiko dialami oleh petani tembakau akibat paparan nikotin melalui kontak langsung dan dapat dicegah melalui pencegahan administratif serta penggunaan alat pelindung diri.

References

Achalli, S., Shetty, S. R., & Babu, S. G. (2012). The Green Hazards: A Meta-Analysis of Green Tobacco Sickness. International Journal of Occupational Safety and Health, 2(1), 11–14. https://doi.org/10.3126/ijosh.v2i1.4963

Andriany, M., Cahyo, K., & Kusumawati, A. (2019). Relationship of Knowledge and Perception of Work Health Problems and Behavior of Use of Tobacco Protective Tools. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 2(1), 1–7.

Ballard, T., Ehlers, J., Freund, E., Auslander, M., Brandt, V., & Halperin, W. (1995). Green tobacco sickness: occupational nicotine poisoning in tobacco workers. Arch Environ Health, 50(5), 384–389. https://doi.org/10.1080/00039896.1995.9935972.

Boylan, B., Brandt, V., Muehlbauer, J., & Auslander, M. (1993). Green tobacco sickness in tobacco harvesters—Kentucky, 1992. MMWR, 42(13), 237–240.

Fotedar, S., & Fotedar, V. (2017). Green Tobacco Sickness: A Brief Review. Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine, 21(3), 101–104. https://doi.org/10.4103/ijoem

Gehlbach, S., Williams, W., Perry, L., & Woodall, J. (1974). Green-tobacco sickness: an illness of tobacco harvesters. JAMA, 229(14), 1880–1883.

Hipke, M. (1993). Green Tobacco Sickness. Southern Med J, 86, 989–992.

IAKMI. (2014). Buku Bunga Rampai - Fakta Tembakau dan Permasalahannya (V). Tobacco Control Support Center - IAKMI.

Kau, A. D., & Kusnanto, H. (2017). Prevalensi Kasus Green Tobacco Sickness pada Pekerja Petani Tembakau di Bantul. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(6), 311–316.

Kulik, M. C., Bialous, S. A., Munthali, S., & Max, W. (2017). Tobacco growing and the sustainable development goals. Bulletin of the World Health Organization, 95(5), 362–367. https://doi.org/10.2471/BLT.16.175596

McBride, J. S., Altman, D. G., Klein, M., & Wain, W. (1998). Green Tobacco Sickness. Tobacco Control, 7, 294–298.

National Center for Biotechnology Information. (n.d.). Nicotine. PubChem Database.

NIOSH. (2015). Recommended Practices : Green Tobacco Sickness. National Institute for Occupational Safety and Health Publication, 6742, 1–5.

Oliveira, P. P. V. de, Sihler, C. B., Moura, L. de, & Malta, D. C. (2010). First reported outbreak of green tobacco sickness in Brazil 2010; 26: 2263–2269. Cad. Saúde Pública, 26(12), 2263–2269.

Park, S.-J., Lim, H.-S., Lee, K., & Yoo, S.-J. (2018). Green Tobacco Sickness Among Tobacco Harvesters in a Korean Village. Saf Health Work, 9(1), 71–74. https://doi.org/10.1016/j.shaw.2017.06.007

Permatasari, V., Musthofa, S. B., & Prabamurti, P. N. (2020). Faktor yang Berhubungan Antara Perilaku Pencarian Pengobatan Gejala Green Tobacco Sickness (GTS) dengan Petani Tembakau di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 82–88. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Reddy, M., & Ashok, N. (2019). Green Tobacco Sickness - A Brief Review. Austin Journal of Dentistry, 6(2), 2–4.

Rokhmah, D. (2015). Insidens dan Perilaku Pencarian Penyembuhan (Health Seeking Behaviour) Green Tobacco Sickness (GTS) pada Petani Tembakau. 26, 1–14. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/63276

Schmitt, N. M., & Schmitt, J. (2007). Health risks in tobacco farm workers — a review of the literature. J Public Health, 15, 255–264. https://doi.org/10.1007/s10389-007-0122-4

Svenson, C. (1987). Clinical pharmacokinetics of nicotine. Clin Pharmacokinet, 12, 30–40.

Taylor, P. (1996). Agents acting at the neuromuscular junction and autonomic ganglia. In: Hardman JG, Gilman AG, Limbird LE, eds. In Goodman & Gilman’s the pharmacological basis of therapeutics. McGraw-Hill.

Published
2021-01-31
How to Cite
Maharani, J. (2021). Green Tobacco Sickness pada Petani Tembakau. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(1), 107-116. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i1.336