Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. R dengan Hipertensi dengan Pemberian Parutan Buah Mentimun
Abstract
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang, Seiring terjadinya proses penuaan pada lansia akan mengalami perubahan fisik dimana pada system kardiovaskuler terjadi peningkatan tekanan darah atau hipertensi akibat resistensi pembuluh darah peifer meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Mampu mengelola Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. R dengan hipertensi dengan pemberian parutan buah mentimun di desa pandansari rt 01 rw 04 kecamatan ajibarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif melalui studi kasus pada Keluarga Ny.R Dengan hipertensi. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui tahapan proses anamnesis, pengamatan, phsysical assessment, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kondisi keluarga Ny.R sebelum dan sesudah diberikan implementasi berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya penanganana hipertensi dan pemberian jus buah mentimun untuk menurunkan tekakan darah. Kesimpulan masalah keperawatan keperawatan utama dalam studi kasus ini adalah Kesiapan Peningkatan Pengetahuan (D.0113) berhubungan dengan mengungkapkan minat dalam belajar tentang penyakit hipertensi dapat teratasi dengan hasil keluarga Setelah dilakukan Pendidikan kesehatan Ny.K tampak lebih paham tentang penyakit hipertensi dan cara mengontrolnya, Ny.K juga mengikuti dan mempraktekan cara pembuatan jus mentimun.
References
Abdul Muhith. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik (P. Christian (ed.)). Andi.
Christine, M., Ivana, T., & Martini, M. (2021). Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi Di Pstw Sinta Rangkang Tahun 2020. 6(1), 53–58.
Dirwanti. (2022). Pengaruh Pemberian Jus Mentimun Mix Air Kelapa Muda Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Usia 46-60 Tahun Di Wilayah Kerja Kelurahan Tangganapada Puskesmas Wajo Kota Baubau.
Gobel, M., Mulyadi, N., & Malara, R. (2016). Hubungan Peran Parawat Sebagai Care Giver Dengan penangana hipertensi Gmibm Monompia Kotamobagu Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 4(2), 108313.
Kemenkes RI. (2019). Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Kementrian Kesehatan RI, 1–5.
Kharisna, D., Dewi, W. N., & Lestari, W. (2019). Efektifitas konsumsi jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Nade, M. S., & Rantung, J. (2020). Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Tuberulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Gading Rejo. CHMK Nursing Scientific Journal, 4(1), 1–7.
Profil Kesehatan Banyumas. (2018). Profil Kesehatan 2018 Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Kita.
Ratnadewi, N. F., Aulya, Y., & Widowati, R. (2023). Efektivitas Konsumsi Jus Mentimun terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Wanita Hipertensi Usia Produktif. 12(1), 107–112.
Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular 2018. Hasil Utama Riskesdas Penyakit Tidak Menular, 8.
Sefa, N., Hermawan, A., & Novariana, N. (2022). Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Terapi Herbal Sari Mentimun untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. 3(1), 1–8.
Turni, A. J. (2021). Pengaruh pemberian Mentiumun Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu tahun 2018.
Turnip, A. J. (2018). Pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penuruan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puaskesmas pancur batu.



