Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-36 Bulan
Abstract
Stunting merupakan gambaran terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan akumulasi malnutrisi yang berlangsung lama sejak kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperburuk oleh tidak terimbangi nya pengejaran pertumbuhan bagi anak-anak yang sebelumnya stunting (catch up growth) yang memadai. Dijadikan perhatian khusus dan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk orang tua. Menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan Di Wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yaitu jenis variabel bebas (independen) maupun variabel terikat (dependen) dan teknik sampling purposive sampling yaitu memilih sampel berdasarkan distribusi frekuensi karakteristik responden pasien. Sampel yang digunakan Ibu yang memiliki balita stunting usia 6-36 bulan diwilayah kerja puskesmas pengasinan Didapatkan hasil P value antara Usia Ibu (0,000), Tingkat Pendidikan ibu (0,002), Status Pekerjaan (0,051), Tinggi Badan Ibu (0,002) dan Tingkat pendapatan keluarga (0,001) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.Ada hubungan Usia ibu, Tingkat Pendidikan ibu, Tinggi Badan ibu dan tingkat pendapatan keluarga, Sedangkan Status Pekerjaan Ibu Tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.
References
Agustiningrum, T. (2016). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Wonosari I.
Alam, M. A., Richard, S. A., Mohammad, S., Id, F., Id, M. M., Nahar, B., Id, S. Das, Shrestha, B., Koshy, B., Mduma, E., Seidman, J. C., Id, L. E. M., Id, L. E. C., & Id, T. A. (2020). Impact of early-onset persistent stunting on cognitive development at 5 years of age : Results from a multi-country cohort study. 10, 1–16. https://doi.org/https:// doi.org/10.1371/journal.pone.0227839
Amazihono, I. K., & Haref, E. M. (2020). Hubungan sosial ekonomi dan karakteristik ibu dengan kejadian stunting pada anak balita. 29, 235–242.
Basuki, P. P., & Uminingsih, T. (2019). Kontribusi Karakteristik Ibu Terhadap kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-36 Bulan Di Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(02). https://doi.org/10.47317/jkm.v12i02.191
Fitriahadi, E. (2018). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24 -59 bulan The relationship between mother ’ s height with stunting incidence in children aged 24-59 months. 14(1), 15–24.
Jannah, F. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/64231
Kawulusan, M., Walalangi, R. G. M., Sineke, J., & Mokodompit, R. C. (2019). Pola Asuh Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Bohabak. Jurnal GIZIDO, 11(2), 80–95. https://doi.org/10.47718/gizi.v11i2.778
Kemenkes. (2022). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.
Kemenkes RI. (2022). Apa Itu Stunting? https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1516/apa-itu-stunting
Kemenkes RI. (2022). Ciri Anak Stunting. https://doi.org/https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1519/ciri-anak-stunting
Khulafa’ur Rosidah, L., & Harsiwi, S. (2019). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk). Jurnal Kebidanan, 6(1), 24–37. https://doi.org/10.35890/jkdh.v6i1.48
Muhamad, F., Wahyudin, & Aliyah. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu balita dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas x kabupaten indramayu. 9–15.
Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2018). Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523. https://doi.org/10.25077/jka.v6i3.733
P2PTM Kemenkes RI. (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan , Pola Asuh dan Sanitasi. https://doi.org/https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180407/1825480/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi-2/
Permenkes. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. 21(1), 1–9.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide - Stunting dan Upaya Pencegahannya. In Buku stunting dan upaya pencegahannya.
Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275. https://doi.org/10.25077/jka.v7i2.813
Sukma, D. R., & Sari, R. D. P. (2020). Pengaruh Faktor Usia Ibu Hamil Terhadap Jenis Persalinan di Rsud Dr . H Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Majority, 9(2), 1–5.
Sumardilah, D. S., & Rahmadi, A. (2019). Risiko Stunting Anak Baduta ( 7-24 bulan ). 10(April), 93–104.
Sutarto, Azqinar, T. C., & Puspita Sari, R. D. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Dunia Kesmas, 9(2), 256–263. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i2.2380
UNICEF. (2021). Global Overview Child Malnutrition Regional Trends. Unicef. https://data.unicef.org/resources/joint-child-malnutrition-estimates-interactive-dashboard-2021/
Wahyuni, D., & Fithriyana, R. (2020). Pengaruh Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kualu Tambang Kampar. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 20–26. https://doi.org/10.31004/prepotif.v4i1.539
Wanimbo, E., & Wartiningsih, M. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Baduta (7-24 Bulan) Di Karubaga. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 6(1), 83. https://doi.org/10.29241/jmk.v6i1.300
WHO. (2021). Prevalensi Stunting Indonesia. https://www.who.int/home/search?indexCatalogue=genericsearchindex1&searchQuery=stunting&wordsMode=AnyWord
Winda, S. A., Fauzan, S., & Fitriangga, A. (2017). Tinggi Badan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita: Literatur Review. 282.
Yadika, A. D. N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Jurnal Majority, 8(2), 273–282.
Yoga, I. T., Kesehatan, F. I., Pembangunan, U., & Veteran, N. (2020). Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Pada Balita Di Posyandu Desa. 2(3), 183–192.
Yulianto, A., & Hana, R. (2021). Penyuluhan kesehatan kekurangan energi kronik dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Journal of Public Health Concerns, 1, 216–226. https://doi.org/https://e-jurnal.iphorr.com/index.php/phc/article/view/160/226
Yunita, A., Asra, R. H., Nopitasari, W., Putri, R. H., & Fevria, R. (2022). Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Socio-Economic Relations with Stunting Incidents in Toddlers. 812–819.



