Pengaruh Dukungan Kelompok Klub Stroke bagi Anggotanya dalam Perawatan Klien Pasca Stroke terhadap Kejadian Stroke Berulang

  • Suhadi Suhadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. Elisabeth Semarang
  • Waluyanti Purboningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. Elisabeth Semarang
Keywords: dukungan klub stroke, perawatan, kejadian stroke berulang

Abstract

Penyakit Stroke menimbulkan gangguan dan gejala sisa bagi klien dan keluarganya, baik  secara fisik, psikologis, sosial dan ekonomi. Dalam waktu 10 tahun, kejadian stroke akan berulang sebesar 40%. Kejadian stroke berisiko ulang ini disebabkan  ketidakmampuan keluarga dalam merawat klien paska stroke. Dukungan kelompok sangat diperlukan bagi keluarga yang merawat anggota keluarga paksa mengalami stroke. Klub stroke RS St Elisabeth Semarang merupakan salah satu bentuk kelompok  yang memberikan dukungan bagi keluarga yang merawat anggota keluarga paska  stroke  dengan memberikan dukungan informasi, emosional, penghargaan dan instrumental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kejadian stroke brulang bagi anggota klub srtoke. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional, desain studi kasus. Sampel penelitian sebanyak 32 responden,  diambil  menggunakan metode purpossive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Berdasarkan analisis univariat diperoleh data anggota klub yang mendapatkan dukungan kelompok baik 90,6% dan yang memperoleh dukungan kelompok kurang baik 9,4%; anggota yang mengalami kejadian stroke berulang sebanyak 25% dan yang tidak mengalami stroke berulang sebanyak 75%. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Fisher diperoleh p value 0,408 (p value> 0,05). Tidak ada pengaruh dukungan kelompok Klub Stroke bagi anggotanya dalam perawatan klien paska stroke terhadap kejadian stroke berulang di Kota Semarang dengan p value >0,05.

Kata kunci: dukungan klub stroke; perawatan; kejadian stroke berulang

EFFECT OF STROKE CLUB GROUP SUPPORTFOR THE MEMBERS OF THE POST STROKE CLIENT TREATMENTTOWARD REPEAT STROKE EVENT

ABSTRACT

Stroke causes disturbances and sequelae for the client and his family, both physically, psychologically, socially and economically. Within 10 years, the incidence of stroke will recur by 40%. The risk of re-stroke is caused by the inability of the family to care for clients after a stroke. Group support is very much needed for families caring for family members who have had a stroke. St Elisabeth Hospital Semarang stroke club is one form of a group that provides support for families caring for family members after a stroke by providing information, emotional, appreciation and instrumental support. This study aims to determine whether there are recurrent stroke events for members of the stroke club.This research is a quantitative research with cross sectional research method, case study design. The research sample of 32 respondents, taken using purposive sampling method. Data collected through a questionnaire. Based on univariate analysis, it was obtained the data of club members who received good group support 90.6% and those who received poor group support 9.4%; members who experienced recurrent stroke events as much as 25% and who did not experience recurrent strokes as much as 75%. Based on bivariate analysis using Fisher's test, p value was 0.408 (p value> 0.05). There is no influence of the Stroke Club group support for its members in the care of post stroke clients on the incidence of recurrent strokes in the city of Semarang with p value > 0.05.

Keywords: recurrent stroke events; stroke club support; treatment

References

Ariani, T. (2012). Sistem Neurobehaviour. Jakarta : Salemba Medika.

Pinzon, R. & Asanti, L. (2010). Awas Stroke! Pengertian, Gejala, Tindakan, Perawatan & Pencegahan. Jakarta : ANDI, 2010.

Association, A. H. (2009). Strength Training Improves Upper-Limb Function in Individuals With Stroke.

Stroke Association. (2013). Stroke Statistics.

Hardie K, Hankey GJ, Jamrozik K, Broadhurst RJ, A. C. (2008). Ten Years Risk of First Recurrent Stroke and Disability After First Ever Stroke in the Perth Community Stroke Study. AHA J.35, 731–735.

Wurtiningsih, B. (2012). Dukungan Keluarga Pada Pasien Stroke Di Ruang Saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang. med hosp1, 57–59.

Pierce, E. Al. (2010). Questions Caregivers Asked in Caring for Persons with Stroke. Available at: http//:ojni-orj/Pierce/PDF.2010

Pandji, D. (2011). Stroke Bukan Akhir Segalanya. Jakarta : PT Elex Media Kompitudo.

Mansjoer, A. (2000). Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius.

Deriega, V. J. (1996). Friendship and Social Interactions. Jakarta : Springer-Verlag.

Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset, Teori dan Praktek. Jakarta : EGC.

Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta : CV. Trans Info Media.

Swarjana, I. K. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : CV Andi Offset.

Rahardjo, S. (2011). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi pada Masyarakat Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Banyumas. 150–158.

Suyono, J. (2000). Biokimia Kedokteran Dasar : Sebuah Pendekatan Klinis. Jakarta : EGC.

Farida. (2009). Mengantisipasi Stroke. Jakarta : Bukubiru.

Nugroho, W. (2009). Komunikasi dalam keperawatan gerontik. Jakarta :EGC.

Endang. (2012). Pengaruh Keterlibatan Aktf dalam Kelompok Dukungan (Persadia) erhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis Surabaya Kartasura. J. Psikol. Klin. dan Kedokt.01, 02.

Taylor. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta : Kencana Prenada Group.

Rasyid A, Soertidewi L. (2007). Unit stroke: Manajemen Stroke Secara Komprehensif. Jakarta: Balai Penerbit.

Published
2020-07-15
How to Cite
Suhadi, S., & Purboningsih, W. (2020). Pengaruh Dukungan Kelompok Klub Stroke bagi Anggotanya dalam Perawatan Klien Pasca Stroke terhadap Kejadian Stroke Berulang. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(2), 217-226. https://doi.org/10.37287/jppp.v2i2.116