Penerapan Tugas Perkembangan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seks dan Kehamilan Remaja
Abstract
Penyimpangan perilaku seksual remaja menimbulkan kehamilan remaja meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan tingkat kemandirian keluarga dalam pencegahan penyimpangan perilaku seksual remaja dengan kejadian kehamilan remaja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas menggunakan uji korelasi dengan metoda Pearson Product Moment (r) dengan hasil R tabel = 0,361. Uji reliabilitas yang dilakukan menggunakan Alpha Chronbac’s dengan hasil r Alpha = 0,955. Analisa data yang dilakukan menggunakan univariat, bivariat serta multivariate dan desain penelitian menggunakan descriptive correlational secara cross sectional. Responden sebanyak 185 keluarga yang memiliki anak remaja perempuan dengan menggunakan probability sampling. Hasil menunjukkan terdapat hubungan tingkat kemandirian keluarga memberikan kebebasan seimbang dan bertanggung jawab serta memelihara komunikasi terbuka dalam pencegahan penyimpangan perilaku seksual remaja dengan kejadian kehamilan remaja.
Kata kunci: kehamilan remaja, kemandirian keluarga, perilaku seksual
APPLICATIONOF THE FAMILY DEVELOPMENT DUTY AS AN EFFORT TO PREVENT SEX BEHAVIOR AND ADOLESCENT PREGNANCY
ABSTRACT
Deviations in adolescent sexual behavior lead to increased teen pregnancy. This study aims to get a picture of the relationship between the level of family independence in preventing the deviation of adolescent sexual behavior with the incidence of teenage pregnancy. Data collection in this study used a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Validity test uses correlation test with the Pearson Product Moment (r) method with the results of R table = 0.361. Reliability tests were performed using Alpha Chronb's with the results of Alpha alpha = 0.955. Data analysis was performed using univariate, bivariate and multivariate and research designs using descriptive correlational in cross sectional way. Respondents were 185 families who had teenage girls using probability sampling. The results show that there is a relationship between the level of family independence, providing balanced and responsible freedom and maintaining open communication in preventing the deviation of adolescent sexual behavior with the incidence of teenage pregnancy.
Keywords: independency of the family, sexual behavior, teenage pregnancy
References
Effendi, A. (2000). Perilaku sehat, kebiasaan merokok dan minuman keras di kalangan remaja Bali. Jakarta : PT Rineka Cipta
Friedman, Bowden, Jones. (2003). Family nursing : research, theory, & Practice. 4th ed. Printice Hall
Gunarsa. (2004). Psikologi praktis : anak, remaja dan keluarga. Jakarta : Gunung Mulia
Hanafi.H., dr. (2004). KB Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta : Pustaka sinar harapan
Hurlock, EB. (2007). Perkembangan anak. jilid 2 edisi keenam. Alih bahasa : dr. Med. Meitasari Tjandrasa. Jakarta : Erlangga
Imran, (2000). Perkembangan seksualitas remaja. modul 2. Jakarta : PKBI, IPPF, BKKBN, INFPA
Kusmiran, E (2011). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Jakarta: Salemba Medika
Mantra, I.B. (1997). Pre-Testing. Departemen Kesehatan Pusat Penyuluhan Kesehatan: Jakarta.
Mc. Murray, A. (2003). Community health and wellness : a sociological approach. Toronto : Mosby.
Santrock, J.W. (2003). Adolescence : Perkembangan remaja. edisi ke enam. Jakarta : Erlangga
Sarwono. S.W. (2012). Psikologi remaja. Edisi revisi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Suwandono . (2002). Buku ilmu ebidanan. Jakarta: EGC.



