Efektifitas Pemberian Jus Buah Naga terhadap Penurunan Kadar Gulah Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Abstract
Penyakit gagal ginjal kronik adalah kondisi klinis terjadinya kerusakan ginjal secara progresif bersifat irreversible yang penyebabnya timbul dari berbagai macam penyakit. Hemodialisis adalah tindakan dalam pengobatan yang dilakukan kepada pasien gagal ginjal supaya pasien mampu bertahan hidup. Kecemasan adalah suatu keadaan patologi yang ditandai oleh perasaan ketakutan diikuti dan disertai tanda somatik. Penyakit gagal ginjal meningkat 50% setiap tahunnya, prevalensi gagal ginjal pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan pada wanita. Di Sumatera Utara prevalensi gagal ginjal kronik tahun 2018 telah mencapai 0,33% dari jumlah penduduk sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan lamanya hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RS. Royal Prima. Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil analisis hubungan antara lamanya menjalani HD antara tingkat kecemasan dimana menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan derajat hubungan korelasi kuat per pola negatif. Pola negatif menunjukkan bahwa semakin lama pasien menjalani HD maka semakin rendah atau ringan tingkat kecemasan pasien. Hasil uji statistik dengan uji korelasi Pearson didapat nilai p yaitu 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara lama menjalani HD dengan tingkat kecemasan pasien HD di RS Royal Prima Medan.
References
Amalia, W. (2020). Tingkat Kecemasan Pada Pasien GGK Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2019. Keperawatan.
Damanik, H. (2020). Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 6(1). http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/Jurnalkeperawatan
Farida, M. Z., Wakhid, A., Suwanti, & Ungaran, N. W. (2018). Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa.
Himpsi. (2020). Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa Ke-5 Kesehatan Jiwa dan Resolusi Pascapandemi di Indonesia. Himpsi.or.Id, September 2019, 1–13. https://himpsi.or.id/blog/pengumuman-2/post/kesehatan-jiwa-dan-resolusi-pascapandemi-di-indonesia-panduan-penulisan-132
Husna, chairul huda al, Rohmah, anis ika nur, & Pramesti, ardhia ayu. (2021). Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kecemasan Pasien. Indonesian Journal of Nursing Health Science ISSN, 6(1), 31–38.
Infodatin. (2017). Situasi Penyakit Ginjal Kronis. http://emojione.com
Pernefri. (2017). 11th report of Indonesian Renal Registry.
Pongsibidang G S. (2016). Risk Factor Hypertension, Diabetes and Consuming Herbal Medicine of Chronic Kidney Disease In Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospitals Makassar. Jurnal Wiyata, 3(2), 162–167.
Priasmoro, dian pitaloka, & Ernawati, N. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Yang Berhubungan dengan Resiliensi Orang Tua Anak Retardasi Mental (Down Syndrome) Studi Di Sdlb-C Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang. Ilmu Keperawatan, 5(1), 16–24.
Rachmanto Bagyo. (2022). Pengaruh Faktor Kualitas Pelayanan Hemodialisa Pasien Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Ginjal Hipertensi ( HEMODIALISA ) RSUD DR. MOEWARDI.
Rahman, S., & Pradido, R. (2020). The anxiety symptoms among chronic kidney disease patients who undergo hemodialysis therapy. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 9(4), 181–185.
Rustandi, H., Tranado, H., & Darnalia, H. X. (2018). Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Mekanisme Koping Pasien Hemodialisa RSUD DR. M. Yunus Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 6(1).
Santoso, M. D. Y. (2018). Tinjauan Sistematik: Kecemasan Pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Tindakan Hemodialisis. Jurnal Kesehatan Mesencephalon, 4(2).
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D: Vol. Sta-26 (Sugyono (ed.); 20th ed.). ALFABETA, CV.
Wartilisna L, Rinna K, & Abram B. (2015). Hubungan Tindakan Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Klien Gagal Ginjal di Ruangan Dahlia RSUP Prof Dr. R. Kandou Manado. 3(1), 22–32.



