Efektivitas Bioinsektisida Gulma terhadap Aedes aegypti dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat

  • Heru Listiono Universitas Anak Bangsa
  • Ferly Oktriyedi Universitas Anak Bangsa
Keywords: aedes aegypti, bioinsektisida, DBD, gulma

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan keberadaan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi nyamuk dan dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian vektor yang lebih aman dan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioinsektisida ekstrak daun dan akar gulma Imperata cylindrica, Saccharum spontaneum, dan Andropogon aciculatus terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan rancangan post-test only control group design. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif dan konsentrasi ekstrak 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm dengan pengamatan kematian nyamuk pada 24 jam dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan ekstrak daun dan akar gulma memiliki nilai p value < 0,05 pada pengamatan 24 jam dan 48 jam, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata kematian nyamuk antar konsentrasi. Pada pengamatan 48 jam, kematian tertinggi ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum konsentrasi 1000 ppm sebesar 83,3%, diikuti ekstrak daun I. cylindrica sebesar 73,3%, dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 63,3%. Nilai LC50 terendah ditemukan pada ekstrak daun S. spontaneum sebesar 12,5083 ppm dan ekstrak akar I. cylindrica sebesar 14,3449 ppm. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun S. spontaneum dan akar I. cylindrica merupakan bioinsektisida gulma yang paling potensial terhadap kematian nyamuk dewasa Aedes aegypti. Dalam perspektif kesehatan masyarakat, bioinsektisida gulma dapat dikembangkan sebagai alternatif pengendalian vektor DBD yang murah, ramah lingkungan, dan berbasis potensi lokal.

References

Ahmad, A., Khan, G. Z., Ullah, M., Ahmed, N., Sohail, K., Ullah, I., Bukhari, N. A., Perveen, K., Ali, I., & Li, K. (2023). Evaluation of different high doses aqueous plant extracts for the sustainable control of Aedes aegypti mosquitoes under laboratory conditions. Journal of King Saud University - Science, 35, 102991. https://doi.org/10.1016/j.jksus.2023.102991

Álvarez-Valverde, V., et al. (2023). Insecticidal activity of ethanolic plant extracts on Aedes aegypti. Revista Tecnología en Marcha.

Demirak, M. Ş. Ş., & Canpolat, E. (2022). Plant-based bioinsecticides for mosquito control: Impact on insecticide resistance and disease transmission. Insects, 13(2), 162. https://doi.org/10.3390/insects13020162

Kasman, K., Ishak, H., Alam, G., Amiruddin, R., Hastutiek, P., Arsin, A. A., Nasir, S., Ridha, M. R., & Wahid, I. (2025). Resistance status of Aedes mosquitoes as dengue vectors and the potential of plant larvicides from Indonesia for biological control: A narrative review. Narra J, 5(1), e1819. https://doi.org/10.52225/narra.v5i1.1819

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Waspada penyakit di musim hujan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Mengingat pentingnya pencegahan dengue dengan 3M Plus melalui ASEAN Dengue Day. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nawarathne, M. P., & Dharmarathne, C. (2024). Control of dengue larvae of Aedes aegypti and Aedes albopictus using the larvicidal bioactive compounds in different plant extracts and plant extract-mediated nanoparticles. Tropical Medicine and Health, 52, 95. https://doi.org/10.1186/s41182-024-00654-9

Ridha, M. R., Yudhastuti, R., Notobroto, H. B., Hidajat, M. C., Diyanah, K. C., Jassey, B., & Rahmah, G. M. (2025). A systematic review of insecticide resistance in Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) and implications for dengue control in Indonesia. Veterinary World, 18(3), 658–672. https://doi.org/10.14202/vetworld.2025.658-672

Sarker, R., et al. (2024). Upsurge of dengue outbreaks in several WHO regions: Public health concern, challenges, and recommendations. New Microbes and New Infections.

Silvério, M. R. S., Espindola, L. S., Lopes, N. P., & Vieira, P. C. (2020). Plant natural products for the control of Aedes aegypti: The main vector of important arboviruses. Molecules, 25(15), 3484. https://doi.org/10.3390/molecules25153484

Tadesse, S., Abay, S. M., Makonnen, E., Ejigu, A., Asemamaw, Y., Haileselassie, W., & Engidawork, E. (2025). Larvicidal and adulticidal effects of Ethiopian medicinal plants against Anopheles gambiae (Diptera: Culicidae). Malaria Journal, 24, 246. https://doi.org/10.1186/s12936-025-05443-1

van den Berg, H., da Silva Bezerra, H. S., Al-Eryani, S., Chanda, E., Nagpal, B. N., Knox, T. B., Velayudhan, R., & Yadav, R. S. (2021). Recent trends in global insecticide use for disease vector control and potential implications for resistance management. Scientific Reports, 11, 23867. https://doi.org/10.1038/s41598-021-03367-9

World Health Organization. (2005). Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides. World Health Organization.

World Health Organization. (2017). Global vector control response 2017–2030. World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Dengue: Global situation. World Health Organization.

World Health Organization. (2025). Dengue and severe dengue. World Health Organization.

Published
2026-04-30
How to Cite
Listiono, H., & Oktriyedi, F. (2026). Efektivitas Bioinsektisida Gulma terhadap Aedes aegypti dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 7(1), 95-102. https://doi.org/10.37287/ijnhs.v7i1.7699