Penggunaan Saffron sebagai Antidepresan

  • Khairunissa Athira Nauli Siregar Universitas Lampung
Keywords: antidepressant, crocus sativus L, saffron

Abstract

Antidepresan digunakan sebagai terapi yang digunakan pada penderita depresi sebagai penyeimbang kimiawi pada otak penderita dengan tujuan untuk mengurangi gejala depresi akut, meminimalkan efek samping dan membantu pengembalian ketingkat fungsi sebelum depresi. Oleh karena itu, diperlukan pilihan terapi yang aman dan efektif untuk terapi depresi. Pada saat ini, beberapa penelitian telah melaporkan bahwa tanaman herbal dapat menjadi efektif berperan ssebagai obat untuk gangguan mood, salah satunya adalah saffron (Crocus sativus L.). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penggunaan saffron sebagai terapi depresi, dengan menggunakan metode yaitu systematic  literature  review pada suatu penelitian untuk  menjawab  sebuah  pertanyaan  penelitian  dengan  cara  merangkum  hasil  penelitian dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Sumber  yang  digunakan  dalam  penulisan  ini menggunakan artikel yang didapat dengan melakukan literature searching di PubMed NCBI. Literature searching dilakukan dengan menggunakan  kata  kunci  antidepresan,  crocus sativus L, dan saffron  yang  disaring dengan ketentuan publikasi tahun 2004-2020. Literature searching ini menghasilkan 82  artikel yang  kemudian  dipilih 20 Artikel. sumber  bacaan  yang  telah  dikumpulkan  kemudian  dianaliss dengan  metode  systematic  literature  review  yang  mencakup  aktivitas  pengumpulan,  evaluasi dan   pengemabangan   penelitian   dengan   fokus   topik   tertentuu. Beberapa dari penelitian melaporkan bahwa saffron berperan penting pada modulasi dari mood. Hampir sebanyak 150 senyawa volatile dan nonvolatile didapatkan dari analisis kimia tanaman ini. Terdapat dua bahan aktif pada C. sativus L., yaitu crocin dan safranal yang sudah menunjukan efek sebagai antidepresan dan didapatkan dari beberapa penelitian bahwa saffron memiliki efektivitas yang sama sebagai antidepressan dengan beberapa obat antidepressan sintetik lainnya.

References

Akhondzadeh, S., Fallah-Pour, H., Afkham, K., Jamshidi, A. H., & Khalighi-Cigaroudi, F. (2004). Comparison of Crocus sativus L. and imipramine in the treatment of mild to moderate depression: A pilot double-blind randomized trial [ISRCTN45683816]. BMC Complementary and Alternative Medicine, 4, 1–5. https://doi.org/10.1186/1472-6882-4-12

Amin, B., Nakhsaz, A., & Hosseinzadeh, H. (2015). Evaluation of the antidepressant-like effects of acute and sub-acute administration of crocin and crocetin in mice. Avicenna Journal of Phytomedicine, 5(5), 458–468. https://doi.org/10.22038/ajp.2015.4619

Asrari, N., Yazdian-Robati, R., Abnous, K., Razavi, B. B. M., Rashednia, M., Hasani, F. V., & Hosseinzadeh, H. (2018). Antidepressant effects of aqueous extract of saffron and its effects on CREB, P-CREB, BDNF, and VGF proteins in rat cerebellum. Journal of Pharmacopuncture, 21(1), 35–40. https://doi.org/10.3831/KPI.2018.21.005

Cuijpers, P., Quero, S., Dowrick, C., & Arroll, B. (2019). Psychological Treatment of Depression in Primary Care: Recent Developments. Current Psychiatry Reports, 21(12). https://doi.org/10.1007/s11920-019-1117-x

Dirgayunita, A. (2016). Depresi: Ciri, Penyebab dan Penangannya. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.33367/psi.v1i1.235

Haller, H., Anheyer, D., Cramer, H., & Dobos, G. (2019). Complementary therapies for clinical depression: An overview of systematic reviews. BMJ Open, 9(8), 1–15. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2018-028527

Hausenblas, H. A. n., Saha, D., Dubyak, P. J. ea., & Anton, S. D. ougla. (2013). Saffron (Crocus sativus L.) and major depressive disorder: a meta-analysis of randomized clinical trials. Journal of Integrative Medicine, 11(6), 377–383. https://doi.org/10.3736/jintegrmed2013056

Hosseinzadeh, H., Motamedshariaty, V., & Hadizadeh, F. (2007). Antidepressant effect of kaempferol, a constituent of saffron (Crocus sativus) petal, in mice and rats. Pharmacologyonline, 2, 367–370.

Ismail, H., & Mirza, B. (2015). Evaluation of analgesic, anti-inflammatory, anti-depressant and anti-coagulant properties of Lactuca sativa (CV. Grand Rapids) plant tissues and cell suspension in rats. BMC Complementary and Alternative Medicine, 15(1), 199. https://doi.org/10.1186/s12906-015-0742-0

Judd, L. L. (1995). Mood disorders in the general population represent an important and worldwide public health problem. International Clinical Psychopharmacology, 10 Suppl 4, 5–10. https://doi.org/10.1097/00004850-199512004-00002

Kayani, W. K., Dilshad, E., Ahmed, T., Ismail, H., & Mirza, B. (2016). Evaluation of Ajuga bracteosa for antioxidant, anti-inflammatory, analgesic, antidepressant and anticoagulant activities. BMC Complementary and Alternative Medicine, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12906-016-1363-y

Khan, A., Muhamad, N. A., Ismail, H., Nasir, A., Khalil, A. A. K., Anwar, Y., Khan, Z., Ali, A., Taha, R. M., Al‐shara, B., Latif, S., Mirza, B., Fadladdin, Y. A. J., Zeid, I. M. A., & Al‐thobaiti, S. A. (2020). Potential nutraceutical benefits of in vivo grown saffron (Crocus sativus l.) as analgesic, anti‐inflammatory, anticoagulant, and antidepressant in mice. Plants, 9(11), 1–17. https://doi.org/10.3390/plants9111414

Ningtyas, R. A., Puspitasari, M. I., & Sinuraya, K. A. (2016). Review Artikel : Farmakoterapi Depresi Dan Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Efikasi Antidepresan. Farmaka, 16(2), 186–201. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/17530/pdf

Petit-Demouliere, B., Chenu, F., & Bourin, M. (2005). Forced swimming test in mice: a review of antidepressant activity. Psychopharmacology, 177(3), 245–255. https://doi.org/10.1007/s00213-004-2048-7

Rachmani, S., & Mayasari, D. (2017). Kombinasi Farmakoterapi dan Psikoterapi Pada Pengobatan Episode Depresif Sedang Dengan Gejala Somatis Combination Of Pharmacotherapy And Psychotherapy On The Treatment Of Moderate Depressive Episode With Somatic Symptoms. Jurnal Medula Unila, 7(2), 133–139.

Wang, Y., Han, T., Zhu, Y., Zheng, C.-J., Ming, Q.-L., Rahman, K., & Qin, L.-P. (2009). Antidepressant properties of bioactive fractions from the extract of Crocus sativus L. Journal of Natural Medicines, 64(1), 24. https://doi.org/10.1007/s11418-009-0360-6

Wichniak, A., Wierzbicka, A., Walęcka, M., & Jernajczyk, W. (2017). Effects of Antidepressants on Sleep. Current Psychiatry Reports, 19(9), 1–7. https://doi.org/10.1007/s11920-017-0816-4

Yang, X., Chen, X., Fu, Y., Luo, Q., Du, L., Qiu, H., Qiu, T., Zhang, L., & Meng, H. (2018). Comparative efficacy and safety of Crocus sativus L. For treating mild to moderate major depressive disorder in adults: A meta-analysis of randomized controlled trials. Neuropsychiatric Disease and

Published
2020-12-05
How to Cite
Siregar, K. (2020). Penggunaan Saffron sebagai Antidepresan. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 1(1), 55-62. Retrieved from http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/IJNHS/article/view/257
Section
Articles